Jalan Takdirku

Jalan Takdirku
BAB 8


__ADS_3

Setiba di meja makan, Arya dan Aisyah melihat meja makan nya sudah bersih tak ada makanan lagi di sana. Lalu, Arya berinisiatif mencari makanan di tempat lemari penyimpanan makanan, saat Arya ingin membuka nya tapi lemari tersebut di kunci. Dan dengan berani nya Arya mencari kunci nya, tak lama kemudian Arya pun menemukan kunci tersebut, buru-buru Arya membuka nya karena takut ketahuan oleh ibu nya.


Bener saja setelah di buka ada banyak makanan yang tersimpan di sana.


"Dek ayo buruan makan, sebelum ibu datang lagi ke sini," ucap Arya yang meminta adik nya untuk segera makan.


"Tapi kak, ntar kalau kita di marahin ibu gimana?" Aisyah masih belum berani untuk makan karena sudah sering dia di marahin ibu nya karena masalah yang seperti ini.


"Udah, adek gak usah takut yah. Nanti kalau ibu marah biar kakak yang ngatasin nya. Sekarang ayo makan biar setelah itu adek bisa tidur dengan nyenyak." Kata Arya lagi yang meyakinkan adik nya untuk tidak perlu takut.


"Baiklah kak, kalau gitu Aisyah makan sekarang yah." Ujar Aisyah sambil mengisi nasi ke piring nya. Dan dengan lahap nya dia makan bersama kakak nya Arya.


🌷🌷🌷🌷🌷


Setelah makan Aisyah kecil langsung pergi ke kamar nya untuk tidur.


"Ibu, kenapa ibu ninggalin Aisyah sendirian bu. Apa ibu tidak sayang sama Aisyah? kenapa ibu membiarkan aku sama kakak seperti ini, kenapa ibu tidak bawa Aisyah pergi sama ibu saja." Aisyah menangis sendirian di kamar nya mengenang sang ibu. "Gak ada yang sayang sama Aisyah bu, termasuk ayah. Aisyah lama-lama takut sendirian kalau selalu seperti ini bu, Aisyah mau pergi nyusul ibu saja kalau begini, ibu apa ibu dengar Aisyah ngomong bu. Jawab Aisyah bu jawab!" Aisyah terus saja menangis sesenggukan berharap sang ibu mendengar ucapan nya.


"Jika aku tau akan seperti ini kehidupan yang akan di jalani lebih baik aku tidak pernah di lahir kan di dunia ini bu, aku gak kuat menahan semua nya bu. Ibu kenapa setelah melahirkan aku, ibu pergi begitu saja, ibu Aisyah kangen ibu, hiks... hiks..."

__ADS_1


"Tapi terima kasih, ibu sudah memberi aku seorang kakak yang sangat sayang pada ku, kalau gak ada kakak Aisyah gak tau apa masih bisa melewati semua ini atau tidak." Gumam Aisyah lagi.


"Ibu ,apa karena Aisyah ini anak nakal makanya ibu secepat itu pergi meninggalkan Aisyah dan kakak, seandainya ibu masih ada disini, Aisyah janji Aisyah gak akan nakal bu, Aisyah akan mendengarkan semua omongan ibu." Aisyah menangis dengan penuh harap agar sang ibu bisa kembali. Tapi nyatanya itu semua tidak mungkin terjadi. Karena, sang ibu nya telah tiada.


Arya yang tadi belum sepenuhnya tidur sayup-sayup mendengar suara tangisan sang adik dan akhirnya dia ke kamar Aisyah diam-diam menguping untuk memastikan nya, dan ternyata dugaan nya emang benar, sang adik memang tengah menangis sendirian. Melihat itu Arya pun menghampiri nya untuk menghibur Aisyah adik nya.


"Dek, adek kok ngomong gitu lagi. Walaupun ibu sudah gak ada, tapi disini masih ada kakak yang akan selalu menjaga adek." kata Arya sembari memeluk adik nya. "Adek gak boleh sedih lagi ya. Kasian ibu, ibu udah tenang di alam sana, jadi seharusnya kita harus banyak berdo'a bukan malah nangis seperti ini, hum!"


Aisyah dan Arya adalah anak dari pasangan Aris dan Sartini. Tapi Sartini sekarang sudah menghadap ke pangkuan sang maha Kuasa, saat Aisyah berumur kurang lebih dua tahun. Jadi bisa di bilang Aisyah tidak mengenal wajah ibu nya kalau tidak melihat dari foto.


Dulu, Aris Sartini Arya dan Aisyah hidup mereka sangat lah bahagia, walaupun dalam keadaan sederhana tapi kebahagiaan selalu menyertai. Tapi, semenjak kepergian Sartini ibu dua anak itu semua nya berubah drastis. Kebahagiaan sebelum nya ternyata hanya sesaat dan hanya menyisakan kenangan saja. Di tambah lagi Aris yang menikah dengan Ayda yang notabene nya orang berpunya di bandingkan dengan Aris membuat keadaan semakin bertambah kacau.


Waktu itu, belum genap setahun kepergian Sartini, Aris menikah lagi dengan Ayda yang status nya jandadi kampung itu, maksud hati ingin memberi kebahagiaan buat kedua anak nya tapi dia gak tau kalau dia malah menorehkan luka yang mendalam dan gak akan pernah bisa untuk di lupakan oleh Arya dan Aisyah.


Semenjak itu pula Aris mulai berkurang perhatian nya terhadap kedua anaknya.


"Ayah aku hamil," ucap Ayda waktu itu untuk pertama kalinya dia memberitahukan kepada suami nya kalau dia tengah hamil.


"Yang bener bu, kamu hamil?" Tanya Aris lagi untuk meyakinkan nya.

__ADS_1


"Iya yah, aku hamil."


"Alhamdulillah kalau kamu bener hamil, berarti Aisyah sebentar lagi jadi kakak," ucap Aris dengan kegirangan sambil menggendong anaknya. Aisyah kecil yang waktu itu belum tahu apa-apa hanya ikut tertawa.


Flasback Off


Anak kecil itu tidak tahu kalau itu adalah awal dari penderitaan nya, benar katanya jika dia boleh meminta lebih baik dia tidak dilahirkan ke dunia kalau hanya untuk menanggung beban hidup seperti sekarang.


Tapi apa boleh buat bukan? percuma saja menangis histeris sekalipun. Jika itu memang sudah jalan yang harus di lalui nya maka kuat gak kuat akan tetap di lalui. Hanya sabar dan ikhlas satu-satunya cara agar tetap bisa menghadapi semua cobaan yang di beri, walaupun semua itu sangat sulit untuk di jalani.


"Bu, ibu kok bengong sih, bukan nya ikutan makan juga sama kita." Yulia yang melihat ibunya sedari tadi hanya melamun akhirnya dia panggil juga ibu nya.


"Eh iya sayang, ibu gak papa kok, ibu gak ikut makan karena ibu masih kenyang." Jawab Aisyah sekenanya aja. "Kalian kalau sudah selesai makan langsung ke kamar aha yah, biar ibu yang beresin ini semua." Lanjut ny lagi.


"Baik bu, kalau gitu aku sama adek ke kamar ya." Pamit Anita pada ibu nya.


"Iya, sayang." Jawab Aisyah dengan penuh senyuman.


Makasih buat yang udah berkenan mampir di karya receh ini, maafkan kalo banyak anunya🤭🤗

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungan nya all🤗


Kalau ada kritikan silahkan tulis di kolom komentar, semuanya di terima dengan senang hati❤️


__ADS_2