Jalan Takdirku

Jalan Takdirku
2


__ADS_3

Kami pun telah sampai dirumah


Crekkk ....... "Asaalamualaikum'' ucap kami bersamaan. Ini memang menjadi kebiasaan kami meskipun tidak ada orang dirumah selalu mengucapkan salam. Kami pun duduk dimeja makan.


"Wah ibu memang terbaik tahu aja kalau anaknya lapar" ucapku


"Dasar kamu nih selalu makan aja" ucap kakak pergi meninggalakan meja makan


"Kak mau kemana ?" tanyaku


"Mandilah kemana lagi, kenapa mau ikut" ucap kakak sambil tersenyum genit


"Idihh ogah banget mending aku sarapan dulu"


Aku pun memakan makanan yang dibuat ibu. Ada tongseng kangkung dan telur ceplok meskipun sederhana tapi tetap nikmat kok. Setelah selesai makan aku pun mencuci piring. Aku pun mulai merebahkan diri dikursi sambil menatap langit langit rumah "Aku bisa gak ya lolos ujian tulis ini kalau aku gak lolos gimana? berarti aku harus ikut lagi tahun depan dong, ckck lama sekali. Ya Allah tolong bantu hambamu ini" ucapku didalam hati kemudian memejamkan mata.


"Hoyy pagi lagi tidur aja mandi sana" ucap kak dika


"Astagfirullah kakak ngangetin aja sih" ucapku kesal


"Mikir apa?" tanya kak dika sambil duduk disampingku


"Hem.. enggak kok" ucapku sambil tersenyum


"OMG senyummu dek bikin hati abang meleleh, apalagi lesung pipitmu haduhh bikin hati abang adem. Gimana abang mau berpaling kalau kamu kaya gini terus dek" ucap dika dalam hati sambil tersenyum menatap wajah wulan


"Hello kak, kok nglamun sih kak" ucapku kesel


"Eh eng-gak kok dek hehehe" jawab dika gugup


"Gimana ceritanya kak?"


"Cerita apa dek?"


"Yang tadi itulah gimana sih"


"Iya iya dek kakak cerita"


"Gini dek kakak itu kenapa cuek sama perempuan kan kecuali kamu sama ibu?"


"Hem"


"Gimana ya jelasinnya ya karena kakak menghargai hati orang yang kakak cintai"

__ADS_1


"Hah sejak kapan kakak cinta ama perempuan?"


"Wah kamu ngledek kakak ya gini gini kakak juga normal" sambil mengeltitik adeknya


"Hahahahah kak su-dah kak- kak hahahaha"


"Huh kakak ini seenaknya aja mengelitik adek sih nanti kalau adek ngombol gimana" ucapku kesal


"Hahah nanti kakak mandiin terus kakak ganti bajunya terus kakak bedakin"


"Emangnya aku bayi apa" ucapku kesal


"Eh btw kakak suka sama siapa?" tanyaku penasaran karena dari dulu dika memang tidak pernah menyukai perempuan


"Ada deh itu calon istri kakak" ucap dika sambil tersenyum


"Kenalin dong kak rupanya kakak iparku" ucapku


"Ya itu kamu dek, kakak cinta sama kamu dari kecil dek, Kamu itu bukan adik kandung kakak " Gumam dika


FLASBACK


Saat usiaku genap 17 tahun ayah dan ibu berbicara padaku tetapi wulan tidak ada dirumah karena dia pergi dengan temannya.


Aku pun menghampiri ayah dan ibu


"Duduk dulu nak"


"Iya bu"


"Gimana ya ayah bingung harus mulai darimana"


"Kenapa yah?"


"Gini nak ayah mau jujur padamu tapi kamu harus merahasiakan dari adekmu ya?"


"Emang kenapa harus dirahasiakan yah?"


"Hem.. nanti kamu bakal tahu, sebelumnya ayah mau ijin cerita dulu" ucap ayah sambil menarik nafas dalam dalam


"Se-se-benarnya wu-lan bu-kan anak kandung ayah sama ibu" ucap ayah terbata bata


"APAA??????" teriak dika syok

__ADS_1


"Hussttttt kamu jangan teriak teriak dika" ucap ibu


"Kok bisa yah bu?" tanya dika


"Jadi gini ceritanya


16 tahun yang lalu


"Assalamualakum Indah" ucap seseorang sambil mengetuk pintu dan mengendong bayi


"Walaikumsalam Ya Allah Dinda kamu kenapa basah kuyup kaya gini?" tanya Indah


"Bolehkan aku masuk dulu"


"Silahkan din"


"Bentar aku buatin teh anget dulu"


"Nih din minum dulu sini anakmu biar sama aku dulu" Indah pun mulai mengendong anak Dinda yang tidur terlelap


"Alhamdulillah" ucap dinda lega


"Maafin aku yan ndah kalau aku ganggu keluarga kamu malam malam" ucap dinda memelas


"Iya din gak papa kok kita kan sahabat"


"Ndah aku kesini mau menitipkan anak aku ke kamu" ucap Dinda lirih


"Apa maksut kamu din? ini anak kamu" bentak Indah yang gak nyangkan sahabatnya akan berbuat kaya gitu


"Keluargaku lagi ada masalah din, perusahaan suamiku sahamnya anjlokk dan sekarang lagi diteror orang. Aku takut mereka akan membunuh anakku ndah. Maka dari itu aku meminta bantuanmu untuk menjaga anakku dulu. Dan saat ini aku dan suamiku akan pergi bersembunyi diluar negeri sambil mengembalikan saham perusahaan suamiku. Tolang ya ndah hanya kamu yang dapat aku percaya" ucap Dinda sambil menangis


"Baiklah kalau gitu aku akan menganggap anakmu seperti anakku sendiri" ucapku


"Makasih banyak ndah kamu memang sahabat aku yang paling baik, aku berhutang budi padamu" ucap Dinda sambil menyeka air matanya


"Kalau begitu aku pamit dulu ya ndah terima kasih banyak atas bantuanmu" ucap dinda


"Iya din kamu hati hati ya"


"Sayang kamu baik baik ya sama tante Indah, mama sama papa janji bakal menjemputmu suatu hari nanti. Mama sama papa sayang kamu nak" ucap dinda memeluk dan mencium anaknya


"Assalamualaikum ndah"

__ADS_1


"Walaikumsalam"


__ADS_2