Jalan Takdirku

Jalan Takdirku
5


__ADS_3

Tok tok tok


"Dek buka pintunya maafin kakak dek" teriak dika


"Dek buka dek"


"Lebih baik aku mengalah dulu aja biar emosinya mereda, jadi kamu suka sama bayu dek, kakak ikhlas kok kalau kamu mencintai dia semoga kamu bahagia" ucap dika meninggalkan kamar wulan


Waktu telah berlalu, orang tua dika pun pulang dari sawah


"Assalamualaikum" salam ayah ibu


"Walaikumsalam yah bu"


"Adekmu mana dik?" tanya ayah


"Dia dikamar yah lagi tidur" bohong dika


"Oh yaudah ayah kira kenapa kan gak biasanya dia kaya gitu"


"Iya yah nanti aku bangunin"


Adzan magrib pun terdengar, tetapi wulan belum keluar kamar juga


"Dik mana adekmu? masak tidur dari dhuhur sampai magrib gini gak baiklah" ucap ibu


"Gak tahu bu biar dika aja yang bangunin"


"Iya sana cepetan"


tok tok tok


"Dek bangun ini udah magrib lo" teriak dika


"Dek bangun"


"Dek"


"Dika jangan teriak teriak" ucap ibu


"Wulan gak yaut bu dari tadi" ucap dika dia mulai khawatir


"Nak ini ibu tolong buka pintunya nak"


"Wulan"


"Dabrak aja dik ibu takut kenapa napa sama wulan"


"Eh iya bu"


Brukkkkkkkkk.....


"Dek bangun udah magrib" ucap dika sambil mengoyangkan tubuh wulan


"Dek?"


"Nak bangun ini sudah magrib lo solat dulu" ucap ibu

__ADS_1


Dika pun mulai menyentuh kening wulan dan..


"Bu wulan demam bu" ucap dika panik


"Hah" ibu mulai menyentuh kening wulan


"Dika ambilin kompres dan termometer" ucap ibu


"Iya bu" Dika langsung berlari keluar mengambil air dingin dan termometer


"Nih bu" sambil menyodorkan kompresan dan termometer


"Kenapa ini?" tanya ayah


"Wulan deman yah" ucap dika lesu


"Hah kok bisa ? kamj ini gimana sih dik masa jaga aja gak bisa" bentak ayah


"Maafin dika yah , ini semua salah dika"


"Sudah jangan berantem" Semua duduk dikurai kamar wulan dan ibu masih diranjang mengompres wulan


"Sebaiknya ayah dan ibu tidur saja biar aku yang gantiin ngompres" ucap dika


"Ya udah ini" ibu menyodorkan kompresan


"Nanti kalau ada apa apa kabari kami dika" ucap ayah


"Iya yah"


"Dek maafin kakak ya gara gara kakak kamu jadi kaya gini" ucap dika lirih sambil mencium pipi wulan


"Kakak akan menjaga kamu dek"


Tak terasa dika pun ikut terlelap disamping wulan dengan tangan masih dikening wulan


Adzan subuh pun berkumandang dika pun mengerjapkan mata dan melihat sampingnya yaitu wulan


"Kamu cantik dek, manis sekali kalau tidur begini" gumam dika sambil memandang wajah wulan. Dia pun mencium kening wulan dan ternyata panasnya makin tinggi


"Kok pananya makin tinggi ya?" lirih dika


Dika pun langsung keluar dan mengetuk pintu kamar orang tuanya


"Ayah ibu" teriak dika


"Apasih dik orang masih solat"


"Wulan yah"


"Kenap wulan?" tanya ayah panik


"Panasnya makin tinggi yah dika takut"


"Ayo kita liat"


Aku dan ayah menuju kamar wulan

__ADS_1


Crekkk..


Ayah menyentuh kening wulan tak butuh waktu lama mereka segera mengendong wulan untuk menuju rumah sakit.


"Ini kunci mobilnya ambil di gudang belakang" ucap ayah


"Ayah punya mobil ? sejak kapan?" tanya dika bingung setahunya ayahnya tidak punya mobil


"Sudah jangan banyak nanya cepetan"


"Iya yah"


Dika segera berlari ke gudang belakang mengambil mobil "Sejak kapan ayah punya mobil ini? dan ini mobil pajero sport, dariman ayah dapat uang?" tanya dika dalam hati


"Masuk yah"


Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah sakit


"Suster tolong" teriak dika


"Baringkan disini mas" dika membaringkan tubuh wulan


"Mohon ditunggu mas pak" ucap suster dan menutup pintu ruangan ICU


"Yah kok ayah punya mobil itu darimana?" tanya dika


"Sebenarnya ayah pemimpin perusahaan AG Company di Surabaya ini, maaf ayah baru memberitahumu sekarang" ucap ayah menunduk


"APA?? jadi ayah pemimpin cabang AG Company?" teriak dika


"Iya dik maaf ayah berbohong sama kamu dan wulan"


"Enggak papa kok yah, aku turut senang memdengarnya"


"Keluarga pasian bernama wulan?" tanya dokter


"Iya dok kami kelurganya"


"Bisa kita salah satu?" tanya dokter


"Bisa dok, ayah disini saja, aku akan menemui dokter dulu"


"Ya"


Kami pun berada diruangan dokter


"Bagaimana dok?" tanya dika


"Pasian mengalami Demam berdarah, dan pasien terlalu stress juga" ucap dokter membuat dika terkejut


"Apa bisa sembuh secepatnya dok?"


"Kalau DB nya bisa sembuh secepatnya dan jangan sampai dia stress itu akan mempengaruhi kesehatannya"


"Baik dok terima kasih"


"Iya"

__ADS_1


__ADS_2