
Alarm hp berbunyi menunjukkan pukul 4. Aku masih mengumpulkan nyawaku. Setelah setengah jam aku berenung aku segera membasuh muka dan berwudhu. Adzan subuh pun berkumandang.
Tok tok tok .........
"Lan bangun sudah subuh" ucap ibu
"Iyaa bu" ucapku membuku pintu kamar
Crekkkk ......
"Bangun nak udah subuh" ucap ibu
"Iya bu ini udah bangun kok" ucapku
"Yaudah sana basuh muka dulu terus wudhu"
"Iya bu" Ibu meninggalkan kamarku dan aku pun menutup pintu.
Aku segera membasuh muka, sikat gigi terus wudhu lalu solat subuh. Setelah selesai aku pun mengaji. Aku tak sadar kalau kakaku sudah ada dikamarku.
"Sodhaqalluhuladzim" ucapku sambil menutup al-Qur'an dan mencium kitab suciku.
Kemudian menaruh Al-Qur'an di meja dan melepas mukenaku.
"Kakak" ucapku terkejut
"Sudah bangun tuan putri" ucapnya sambil tersenyum
"Huh kakak lihatnya bagaimana" ucapku kesel
"Pagi pagi udah cemberut aja apa gak kangen sama kakakmu ini yang tamvan hahaha"
"Idihh GR banget"
"Yaampun dek nanti cepet tua lo kalo marah marah"
"Bodo" ucapku sambil masuk ke kamar mandi
Cekkleekkkk .......
"Kakak ngapain sih masih disini?"
"Suka suka lah"
"Yaudah sono lanjutin aku mau jogging" ucapku sambil mengikat rambut kemudian memakai jilbab
"Ikut dong" sahut kakak sambil meninggalkan kamarku
"Bentar dek kakak ganti baju dulu"
"Awas aja kalau lama aku tinggal"
"Iya iya tuan putri"
Aku pun keluar kamar
__ADS_1
"Pagi ayah ibu" ucapku
"Mau kemana nak?" tanya ayah
"Aku mau jogging yah"
"Sama siapa?" tanya ayah
"Sama kakak tampan dong yah" sahut kak Dika
"Huh PD amat" ucapku
"Ya jelaslah aku kan memang tampan iya kan yah?" ucap kak Dika
"Kalian ini kalau ada berantem mulu kalau enggak ada nyariin" sahut ibu
"Kakak ini lo bu bikin gara gara mulu sama adek"
"Kok aku sih?" ucap kakak gak terima
"Sudah sudah katanya mau jogging" sahut ayah
"Ayah sama ibu mau ke sawah dulu kalian baik baik dirumah, nanti adek antar makanan ya kalau sudah siang" ucap ibu
"Siap bu bos" ucapku
"Kami berangkat dulu yah bu" ucap kakak
"Asaalamualaikum" ucapku bersamaan dengan kakak
"Siap bos hehehe"
Aku dan kak dika mulai pemanasan dulu. Menggerak-gerakkan tangan, kaki, kepala. Kami mulai lari kecil mengelilingi daerah rumahku. Pedesaan yang sangat indah banyak orang orang yang berangkat bekerja ke sawah dan masih banyak lagi.
Sampailah kami di jembatan, kami pun berhenti di situ.
"Kenapa dek?" tanya kak dika
"Capek kak" ucapku sambil ngos-ngosan
"Yaudah istirahat sebentar" Aku dan kakak pun duduk dijembatan. Tiba tiba ada yang menyapa kami
"Hay wulan dika" ucap seseorang
"Hay kak siska" ucapku
"Wah dika udah pulang nih? kok gak kabar kabar sih" sahut kak siska tapi dika tetap diam tak menjawab
"Gimana sih kak dika orang ditanya malah diam aja" gumamku
"Hem baru kemarin kak, kak dika aja gak ngabari orang rumah kalau mau pulang hehehe" ucapku
"Ohh begitu ambil jurusan apa dika?" tanya kak siska
"Kepo!!!" ucap kak dika
__ADS_1
"Kakak gimana sih orang ditanya baik baik huh" ucapku
"Gak papa kok dek, sepertinya dika gak berubah ya tetep cuek kaya dulu hehehe" sahut siska dengan nada kecewa
"Maafin kakakku ya kak sisika" ucapku memelas
"Iya dek gak papa kok, santai aja kalau begitu aku duluan ya" ucap kak sisak mulai menaiki motornya
"Iya kak hati hati" ucapku
"Iya"
Siska pun pergi menjauh. Entah kenapa kakak selalu cuek sama semua perempuan kecuali aku dan ibu.
"Kak"
"......."
"Kak"
"Hem"
"Kenapa kakak kaya gitu?"
"Kenapa?"
"Hihhh ditanya malah balik nanya"
"Nanya apa?"
"Gak jadi" Aku pun pergi meninggalkan kakakku. Dika pun mengekori adiknya dari belakang, iya tahu kalau adeknya sedang dalam mode ngampek. Dan dirangkulnya bahu adeknya.
"Iss apa sih lepasin" ucapku menghempaskan bahu kak dika
"Yaelah dek masak kaya gitu ngampek sih" ucapnya sambil menarik hidungku
"Ihh sakit kak" ucapku memegangi hidungku
"Maaf dong, bukannya kakak gak mau jawab siska tapi ya ...." ucap kak dika terpotong
"Tapi apa?" tanyaku
"Hem nanti aja dirumah kakak ceritain"
"Awas ya kalau gak diceritain" ancamku
"Iya iya adekku tersayang"
"Kapan kamu ngerti perasaan kakak dek, kalau kakak cinta sama kamu" ucap dika dalam hati
Visual Wulan Cahya Putri
Visual Andika Cahya Putra
__ADS_1