
jam sudah menujukkn waktu tengah malam, tapi mata ini tak mau juga terpejam, mas langit juga belum pulang dari kantor, ia mengatakan ada sedikit masalah di kantor sehingga ia pulang terlambat,, ku tunggu mas langit sambil membaca novel kesukaanku,ternyata mata ini mulai lelah, akhirnya aku tertidur di jam 2 dini hari..
begitu aku mulai terlelap aku merasakan ada yg mencium keningku, sontak aku terjaga dari tidurku.
"eeeemmm... mas,,, da pulang?" tanyaku dengan suara serak.
"ya sayang,,, maaf ya sayang mas ganggu tidur kamu, mas mau bersih bersihin badan dulu, da terasa lengket ni badannya,,, kamu tidur lagi aja sayang..." pinta mas langit.
"iya mas,," jawabku, begitu mas langit masuk ke kamar mandi, aku langsung mengambilkn baju tidur mas langit dan mengganti bajuku dengan lingeri pemberian lani dan sedikit memoles wajahku tipis, sepertinya malam ini aku akan menjalankn kewajibanku sebagai seorang istri,
lagian tadi sore mama dan papa mengajak kedua anakku pergi berlibur ke vila yg ada di bogor. sepertinya mereka memberikan waktu untuk kami berdua malam ini.
begitu mas langit memutar gagang pintu kamar mandi hendak keluar dari kamar mandi, dengan gerakan cepat aku masuk ke dalam selimut sambil mengatur napasku yg seperti habis lari meraton, padahal aku baru membayangknnya saja tapi sudah ngos ngosan.
"sayang,, kenapa belum tidur? " tanya mas langit melihatku sekilas, setelah itu ia melihat ke arahku lagi.
"kenapa beda sama yg tadi sayang,,? " ucapnya sambil melangkah ke arah ku,ia tak jadi menggunakan pakaiannya.
aku semangkin dag dig der jantungku berdisko ria dengan tanganku memegang selimut erat menutupi tubuhku yg hanya memakai baju kurang bahan.
"eeemmm... maas.. ni kejora mau tiduur kok,,," jawabku kaku.
"sayang apakah sudah boleh sayang?" tanya sambil merebahkn badannya yg kokoh ter pampang jelas di mataku.
tanpa ku sadari kepalaku mengangguk sebagai jawabannya. ia tersenyum manis lalu mencium keningku dan meletakn telapak tangannya di atas kepalaku dan berdoa semoga kami di beri keturunan anak yg sholeh dan sholeha. ia pun mengecup kedua mataku, hidungku , pipiku dan lanjut ke bibir ini,, ini yg pertama buatku. seperti ada gelayar aneh dan rasa ingin lebih dalam lagi, ketika mas langit mulai menjama seluruh tubuhku,
apalagi ketika rudalnya ingin pertama kali bertamu rasanya sakit sekali dan itu sampai beberapa mas langit mengetuknya baru bisa masuk. dan akhirnya
bleeessss....
__ADS_1
sakitnya sungguh luar buasa sampai aku berlinangan air mata, dan mencakar punggung mulusnya.
akhirnya malam ini kami dapat juga menjalankn kewajiban sebagai suami istri untuk pertama kalinya, dan itu rasanya amat amat sakit, perih dan berakhir dengan rasa yg tak bisa di ungkapkn dengan kata kata. apalagi setelah ku rasakn seperti ada lahar panas yg tumpah di dalam rahimku,seperti ada ribuan kupu kupu yg menggelitik rahimku.
sisa malam ini kami habiskan dengan tidur saling berpelukan di dalam selimut dalam keadaan badan seperti bayi yg baru lahir.
mata ini terganggu dengan silauan sinar cahaya matahari yg mengintip lewat pentilasi jendela, sehingga membangunkanku, sontak aku langsung menjerit kesakitan saat ingin langsung bangun.
"aaauuuwwww...." jeritku.
cekleek..
pintu kamar mandi terbuka, sehingga mas langit keluar dengan hanya memakai handuk yg melilit di pinggangnya.
"sakit ya sayang..." tanyanya dengan muka bersalah.
"heeemmm..." jawabku sambil memegang selimut yg menutupi tubuhku.
"mas.... aku malu... biar aku jalan aja mas.. " pintaku malu malu.
"pasti sakit sayang jika kamu jalan sendiri, lihat itu ada noda merah di sana karena ulahku..." ucapnya sambil melirik ke arah ranjang yg menjadi saksi masuknya si rudal ke liang lahat. he he he...mati dong..
"terima kasih sayang,, "ucapnya sambil mencium keningku lagi.
setelah ia meletakanku di kamar mandi ia ingin melepas selimut yg ku pakai, tapi aku memegang erat.
" mau aapaa maas" tanyaku gagap.
"mau mandiin kamu dong sayang,," ucapnya sambil tersenyum mesum.
__ADS_1
"eeeehhh... ga usah mas, aku bisa mandi sendiri,, mas keluar dulu aja ya.." pintaku sambil mempertahankn selimutku.
"yakin bisa sendiri sayang?" tanyanya lagi.
"iya maass ... da sana keluar giih..." usirku.
" ya da mas keluar,,," jawabnya sambil keluar jamar mandi dan menutup pintu kamar mandi.
begitu aku selesai dengan ritual mandiku, aku keluar kamar mandi dengan jalan bertati tatih sambil meringis, sudah seperti pinguin saja jalanku.
"waah ada pinguin cantik ni..." ejek mas langit,
"nih gara gara mas sih..." ucapku sambil cemberut, tapi setelah ku lihat ia yg mengganti seprainya sendiri dan membawa seprai yg ada noda merah di tangannya aku jadi ingin bertanya.
"mas..mau di bawak kemana seprainya mas?
"ni mau mas cuci sayang,,, kn ga mungkin ada sesuatu yg berharga di sini, orang lain yg membersihknnya sayang,, biar mas yg membersihknnya, karena ini hasil ulah mas sayang.." jawabnya panjang labar.
"biar aku aja mas yg mencucinya,,," pintaku.
"sudah sayang,,, biar mas yg mencucinya,, kamu istirahat aja,, pasti masih sakit kn? jalannya aja masih kayak pinguin gitu...he he he..." pintanya.
"ya udah,, tapi cuci yg bersih ya mas.." jelasku.
"kalau mas nyucinya bersih,, nanti malam pemilu lagi ya?... jawabnya
"haaaah...pe pe..mii..luu.. lagi?" tanyaku sambil meringis.
"he he he...." kekeh nya
__ADS_1
bersambung