Janda Perawan Beranak

Janda Perawan Beranak
bab 26 .


__ADS_3

hari hari kami jalani dengan begitu bahagia,, kini hubunganku dengan mas langit semakin mesra apalagi mas langit bak perangko yg maunya lengket terus denganku setelah merasakan pemilu panas malam itu,, mas langit tambah menyayanginku seakan tak rela berbagi, terkadang keributan keributan kecil atara mas langit dengan sora yg merebutkan perhatianku, terkadang membuat kepalaku pusing, apalagi dengan sifat sky yg semakin hari semakin dingin dan terlalu tertutup,,


tak terasa anak anak sudah mau lulus SMA, tapi kamu belum di berikan momongan lagi, tapi mas langit ga mempermasalakannya karena kami juga sudah ada sky dan sora.


"ma,,, mama,,, " teriak sora di pagi hari.


"ada apa sayang..." jawabku sedikit teriak karena sora masi di kamarnya sedang kn kami sudah di meja makan untuk sarapan.


"heemm... tiada pagi yg tak damai, kecuali si princes tidur di rumah oppa ya kan sky?" mas langit mulai sewot dengan kelakuan putrinya.


"jangan mulai mengibarkan bendera perang mas...". nasehatku.


"tergantung si princes... he he he" kekeh mas langit.


"ma,, pa,, sky berangkat dulu ya ma,, pa,,?" pamit sky setelah ia menyiapkn sarapannya.


"ga nunggu sora dulu sayang,, kenapa sih ga barengan aja kalian berdua itu... kn satu arah sayang.". tanyaku. ya sky dan sora beda sekolahan,tapi masih satu arah, karena sora ingin mandiri alasannya dan ga mau di ikuti sama sky, padahal sky malah bersyukur tidak satu srkolah sama si tukang rusuh.


"sky duluan aja ma,, ada yg mau di beli,," tolaknya halus.


"ya sudah hati hati ya sayang, semoga ujianya lancar dan dapat nilai yg terbaik ya sayang,," doaku.


setelah kepergian sky, sora turun dengan tampilan rambut yg masih berantakan..


"ma... hari ini tu sora terakhir ujian UN ma,, nanti sora kuliah di singapore ya ma,,," pinta sora sambil mendudukan dirinya di sebelah papanya dan mengambil apel lalu menggigitnya.


"sayang,, kan sudah tahu kalau mau ujian, kenapa masih berantakan gitu sih penampilannya?". tanyaku tak habis pikir sama anak perempuanku ini yg adu duh..


"he he he,,, sora lupa taruh sisir dimana,,, ma,,, makanya tadi sora panggil mama, tapi mama ga dateng ya, udah sora turun deh,, ntar telat."" jawabnya sambil menghabiskan apelnya.


"duuh princes papa gitu aja udah cantik... ga usah sisiran juga gak apa apa kok sayang,, da mantap..." mas langit menyemangati sambil memberi jempolnya..

__ADS_1


"uuuhhhh.... papa bisa aja mujinya,,, terima kasih pujiannya pa,, sekarang mana atm papa karena secara ga langsung papa udah menghina kecantikan sora,, sora mau ke salon sehabis ujian,, " jawab sora sambil menadahkan tangannya ke arah mas langit.


"eehh... mana ada papa menghina princes papa, kn tadi papa muji incess..." elak mas langit.


"yakin ga mau kasih atm papa,,,?" seringai sora dengan muka yg menjengkelkn.


"sayang,, sudah sudah cepetan sarapannya, nanti telat lo ujiannya.. tu rambut di rapikan dulu baru berangkat sekolah sayang..." ucapku mulai bosan lihat perdebatan mereka.


"tenang mama,,, sora gini aja udah cantik kok,, ya kan pa...?" tanya sora sambil melirik mas langit.


"ya da ini atm papa,, inget di rapikan dulu tu rambutnya sebelum berangkat,,". kata mas langit kalah sambil memberikan atmnya ke sora.


mas langit tau pasti anaknya bakalan ikut berangkat bareng papanya dan meminta papanya mengantarkan sampai depan kelas dengan rambut yg berantakan juga tanpa mau tau papanya harus berpenampilan yg sama dengannya.. karena waktu itu seragam sekolahnya tertinggal di rumah oppanya dan juga di rumah dedynya sedangkan yg di rumah masi basah, dan papanya mengejeknya dengan memberi saran supaya memakai baju piyama ke sokalah, dan langsung ia pergi ke sekolah dengan menggunakan piyama bersama papanya mengantarkan sampai ke kelas dengan papanya juga berpenampilan sama dengannya, sehingga di panggil ke kantor dan di beri peringatan oleh kepala sekolah dan tidak mengulanginya lagi. sora paling anti dengan papanya sejak mas langit menikahiku dan kami tidur sekamar, baginya mas langit sudah mengambil separuh perhatianku untuk papanya..


"maaass.... jangan memanjakan sora mas,, dan sora,, ga boleh seperti itu sayang, kamu sudah mau dewasa sayang,, ga boleh seperti itu sayang." tegurku.


"udahlah sayang,, ga pa pa kok, sekaluan buat dia merilexkan diri sehabis UN." belah mas langit.


"heemmm..." ku buang napas kasar.


"terima kasih papa,, tapi maaf sora hari ini mau di jemput sama dedy...". tolak sora.


ya dedynya sangat memanjakannya apapun yg di minta pasti bakalan di turuti bahkan sebelum dia meminta sudah di beri,, karena dokter gala hanya mempunyai seorang anak laki laki yg bernama rex sorandi wijaya, yg usianya terpaut 5 tahun dari sora.


"kok bisa sama dedy sayang?.. apa dedy ga pergi kerumah sakit?'". tanyaku


"ya dedy antar sora dulu baru ke rumah sakit lagian si rex sama mami juga ikut nebeng kok,, kami kan keluarga harmonis,," jawabnya sambil melirik papanya.


"uhuuuk...


"uhuuk..

__ADS_1


mas langit langsung tersedak liurnya sendiri mendengar sindiran sora.


"mas,,, kenapa sih sampai terbatuk gitu,, ni minum dulu.." ucapku sambil memberikan minum.


tiinnn.....


tiinnnn...


"ma... paa.. sora duluan ya,, tu dedy sama mami uda datang,," pamit sora,


"tapi sayang rambut kamu belum di rapikan sayang..." cegahku.


"tenang ma.. ada mami di mobil,," jawabnya sambil menenteng sepatunya dan berlari.


aku menghelakan napas kasar melihat kelakuan putriku yg amburadul gitu.. tapi walaupun resek, nilai akademiknya selalu memuaskan.


aku pun melangkah ke depan dengan membawakan tas mas langit dan mas langit merangkul pinggangku.


"sayang,, jika anak anak kulia di luar negri, rumah ini pasti terasa sunyi ya sayang,, hanya kita berdua, kita bakalan sering sering pemilu yaaa..." ucap mas langit sambil menaik naikkn alisnya.


"pemilu kn masih lama mas,, baru kemarin kita ke TPS mas, masak pemilu lagi?". tanyaku pura pura.


"iiihhh....bukan pemilu kemarin sayang tapi pemilu di dalam kamar..." jawabnya dan langsung mencium bibirku, begitu ku rasa sudah ada gerakan yg tak beres, aku langsung mendorong dada bidangnya.


"mas,,, inget pergi ke kantor mas,,, kerja dulu giih.." ucapku sambil menyerahkn tasnya.


"tapi nanti malam pemilu ya sayang..?" pintanya.


"heemm...." dehemku. sambil menyalaminya.


dan mas langit langsung mencium keningku, dan berbisik..

__ADS_1


"pakai yg warna merah ya sayang..."


bersambung


__ADS_2