Janda Perawan Beranak

Janda Perawan Beranak
bab 28.


__ADS_3

"sora... papa bilang hari ini akan mengajak kita makan malam di rumah oppa,, karena papi bintang datang berkunjung,,," kata sky.


"sora malam ini hanya akan di rumah rex, dan soal om bintang yg datang,, itu besok malam saja,,,:" jawab rex ketus, karena rex tak menyukai sky.


"terserah lah,, yg penting sudah ku beri tahu.. dan jangan libatkan aku.." jawab sky langsung pergi bergabung dengan teman temannya.


"rex.... besok malam aja ya sora tidur di rumah rex,, karena sora kangen papi bintang.." pinta sora dengan muka melasnya.


"rex,, ga ijinin.. tapi kalau sora mau jumpa dengan om bintang,, ada syaratnya.." rex menyeringai.


"syarat? syarat apa?". tanya sora ketir ketir.


"sora harus terima cinta rex, dan kira kuliah bareng gimana?, .." rex memberi syarat.


"heemmm... ya udah deh besok aja sora ketemu papi...: jawab sora lesu sambil meninggalkan rex yg terpaku diam sambil melihat punggung sora yg semakin menjauh.


"kenapa kenapa sora ga mau terimah cinta rex,, dan bisa bertemu dengan om bintang, apakah tidak ada rasa cinta sora untyk rex,, kenapa kenapa sora?". jerit hati rex yg secara tidak langsung sora sudah menolaknya.


"baiklah sora,, jika ini yg sora mau, maka rex akan menjauhi sora.." batin rex lagi.


rex langsung menghampiri sora yg sudah menunggu di atas motor rex,, dan rex langsung menjalankan motor gedenya tanpa ada sapaan ataupun pembicaraan, dan ternyata rex mengantarkan sora pulang kerumah papanya,


"lo rex, kenapa pulang ke rumah papa? bukannya sora akan menginap di rumah dedy?" tanya sora bingung.


"turun." pinta rex ketus.


"haah? rex kenapa?". tanya sora sambil melongo. karena baru ini rex bicara seperti itu dengan sora.


tak ada jawaban, begitu sora turun dari motor rex, rex langsung pergi meninggalkn sora yg masih bingung dengan sifat rex barusan.


"heeemmm.... sudahlah.. dasar bocah, mungkin merajuk...". gumam sora masa bodoh.


sora langsung masuk ke dalam rumah dan berbarengan dengan papa langit yg juga baru pulang.


"haii inces sayang.. papa lihat tadi ada si tirex, kenapa ga di suruh singgah sayang?". tanya papa langit sambil merangkul putri kesayangan.


"rex nya lagi sibuk pa,, oh ya nanti malam papi bintang ke rumah oppa ya pa?,," tanya sora dengan mata yg berbinar.


"heem... oh ya mama mana ya sayang?". tanya papa langit


sora hanya menaikan bahu nya dan detik berikutnya ia berteriak.


"ma ma......."jerit sora, papa sampai menutup telinganya.

__ADS_1


"sa..yaang sudah pulang." jawab ku yg baru saja datang dari kamar mandi.


"sayang... kamu kenapa sayang? kenapa pucat sekali sayang.. kita ke rumah sakit ya..." ucap mas langit khawatir sambil memapah tubuhku duduk di sofa.


"ga usah mas,, cuman mual dan muntah aja, mungkin masuk angin aja mas.." tolak ku halus.


"ayolah ma,, kita ke rumah sakit aja ma,, sora takut ma,,,". tambah sora dengan mengelus tangan ku dengan lembut.


"sudah lah sayang,, nanti minum obat masuk angin aja pasti sembuh sayang." aku masi menolak di bawak ke rumah


sora langsung menghubungi maminya.


"hallo mi,,, mami sibuk ga mi?,, mama lagi sakit mi,, tapi ga mau di bawak ke rumah sakit,, jadi mami bisa ke sini mi,," pinta sora.


"ya sudah mami ke sana ya sayang,,," jawab mami sindi.


dengan perlahan mas langit menggendong ku ke kamar kami,,


tak lama mami sindi pun tiba..


" ya ampun ra.. kok sampai pucat gini si ra,, ". tanya sindi khawatir.


"ya ampun sin,, jangan lebay deh, tuh lihat mas langit sampai tegang gitu.." kekeh ku.


setelah sindi selesai memeriksa ku, sindi tersenyum.


"kenapa mami senyum senyum gitu sih,, mama lagi sakit lo mi,,,," protes sora yg melihat maminya tersenyum.


"ra,,, untuk memastikan hasil yg akurat, periksalah ke rumah sakit,, karena sepertinya kamu...." belum selesai sindi menjelaskan sudah di potong sora yg ga sabaran.


"mi,,, mama sakit apa sih ma? dan tadi mami senyum senyum tapi sekarang kenapa mami suruh mama periksa ke rumah sakit..?" tanya sora dengan tak sabaran.


"ra,,, kamu sudah telat berapa bulan ra?" bukannya menjawab sora, sindi malah bertanya ke padaku.


aku yg di tanya seperti itu, langsung melebarkan mataku dan melongo karena tak menyangka jika aku,,,


"ayolah mi,,, jangan cuekin sora mi,," rajuk sora,


karena maminya gemas dengan tingkah sora, maminya langsung memeluknya dan berbisik ke telinga sora, seketika itu sora langsung menangis di pelukan maminya.


"sebenarnya kejora sakit apa si sin?". tanya mas langit karena melihat sora yg langsung menangis setelah di bisikan sesuatu oleh sindi.


"mas,,,, kemungkinan aku,,, hamil mas..." jawabku sambil tersipu malu,,

__ADS_1


"haaaahhh.... serius sayang... kamu hamil...?". tanya mas langit dengan raut wajah bahagia.


"huaaa huaaaaa.... sora bakalan punya adek lagi... huaaaa huaaaa....". sora makin histeris.


"sayang,,, ga boleh gitu dong sayang,, seharusnya sora bersyukur, karena mama kejora masih di beri kesempatan untuk hamil lagi sayang,, lagian sora juga akan sibuk kuliah jadi mama akan ada yg temani sayang," bujuk maminya sambil memeluk sora.


aku bersyukur,, anakku yg manja banyak yg menyayanginya,, dan mengerti akan sifat manjanya,, dan aku juga bersyukur karena di usiaku yg tak mudah lagi, aku masih di beri kesempatan untuk hamil lagi.


"terima kasih sayang.." ucap mas langit sambil mencium kepalaku, keningku , pipiku dan begitu mas langit akan mencium bibirku.


"hem.. ingat masih ada kami...:" tegur sindi karena mas langit akan mencium bibirku.


"huaa huaa... lihat mi,,, mereka sudah tidak menganggap aku ada mi..." rengek sora menjadi.


"ya sudah,, princes sora tinggal di rumah mami aja,, mami janji ga akan kasih sora adek lagi.." mami sindi menambahkan.


"jangan gitu dong sayang,,, sora apa tidak senang jika mama hamil lagi hemm?" tanyaku sambil berusaha duduk ingin menenangkan putriku yg manja.


"ma,, jangan bangkit dulu,, mama masih pucat ma.. sebenarnya sora juga bahagia kok,, mama hamil lagi,, tapi..." soea menjedah ucapannya.


"tapi kenapa sayang? mama sama papa akan tetap menyayangi sora kok... ya kan pa?" jelasku sambil bertanya mas langit.


" iya sayang,, sora tetep princes papa yg cantik.." sambung mas langit sambil memeluk sora.


"oooh ya jangan lupa datang periksa ke rumah sakit, dan ini obat untuk mengurangi rasa mual dan vitaminnya, jangan lupa di minum,,". jelas sindi sambil memberiku obat.


"ya da,, aku pamit kembali ke rumah sakit dulu ya,,,". pamit sindi.


"terima kasih ya sin.." jawabku.


"ya sama sama,, dan selamat ya ra,,". pamit sindi sambil memeluk tubuhku erat.


"sayang mami ke rumah sakit dulu ya sayang,," pamitnya ke sora, sambil mengelus kepala sora lembut.


"oh ya sayang,, bukannya malam ini sora akan tidur di rumah mami sayang,,?" mami sindi mengingatkan.


"ooh ya sin,, nanti malam kami akan malam di rumah papaku dan bersama bintang juga,, jika bisa, datanglah ajak dokter gala dan juga si tirex,," ajak mas langit.


"maas..." tegurku, karena mas langit selalu memanggil rex dengan sebutan tirex.


"baik lah,, jika sempat kami akan datang.." jawab sindi.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2