Janda Perawan Beranak

Janda Perawan Beranak
bab 33 menuju tamat.


__ADS_3

"looh kenapa sora nangis... Lo apai sora yan?" tanya rex panik sambil memisahkan rian dan sora yg sedang di peluk rian, karena melihat sora menangis dan yg membuatnya lebih marah ketika melihat rian yg lagi memeluk sora jadi rex langsung menyingkirkan rian.


"sabar tirex,, nggak usah cemburu..." ejek rian.


"diem lo..." bentak rex.


"nces mana yg sakit heem...?" tanya rex sambil menelisik sora yg menatap rex dengan pandangan mata yg sulit untuk di artikan. Tapi detik selanjutnya sora langsung memeluk rex dengan erat.


"bodoooh...." gumam sora pelan.


"rex,,, kenapa nggak bilang kalau kau jauhiku karena waktu itu... Apakah itu masih berlaku sampai detik ini?" tanya sora malu dan menyembunyikan wajahnya di perut rex yg ia peluk, berpelukan dengan rex seakan begitu nyaman ia rasakan,, dengan jantung yg berdebar, sora menantakan ungkapan cinta yg dulu...


"ha,,, ap,,paa.. Yg sora tanya?.. Bisakah rex dengar lagi...?" jantung rex seakan berhenti berdetak dan seolah tubuhnya pun seakan terpaku dengan ucapan sora barusan, mungkinkah perasaan cintanya selama ini akan terbalas.


"aaah... Nggak mau ulangi lagi,,, anggap aja nggak denger,, yan ayok pulang" rajuk sora sambil melepas pelukannya ke rex padahal dia sendiri pun sebenarnya gugup dan sedikit malu karena ucaannya tadi, tapi sebelum sora melepas pelukannya, sudah di peluk erat kembali oleh rex dan memberikan ciuman di pucuk kepala sora, sambil berkata.


"i love you sora..." dengan sedikit bergetar dan melerai pelukannya.


" apakah sora mau menikah dengan rex?" tanya rex serius sambil memegang bahu sora dan sedikit membungkukkan badannya menatap kedua mata sora langsung.


"wooooy.... Masak langsung nikah siiih... keterimah jadi pacar aja belum... Udah kebelet kawin loo... Udah nggak romantis di rum-" belum siap rian ngomel udah kepotong sora.


"sora mauu... mau nikah sama rex.." jawab sora dengan raut wajah yg bahagia.


"haaa... lo juga ngebet nikah juga nces?.. Lw lo juga doyan ma tirex,, ngapain juga selama ini gue capek capet jadi mata mata tirex,,, apes apes..." keluh rian sambil melangkah ke arah mereka berdua.


"jadi selama ini rex selalu pantau aku ya,, pantas aja nggak mau hubungi lagi aku,, ternyata rex jahaaat... Aku kesepian tau.. Da gitu aku juga kepikiran kamu terus..." rajuk sora sambil memukul dada rex manja.


"ya da lah sekarang kita pulang aja,, terus deh kalian nikah.. Biar cepet tamat,, da mumet ini nerusinnya..." sambar rian yg mengurungkan niatnya memeluk mereka berdua, jadi dia malah putar arah dan melangkah keluar, meninggalkan pasangan yg baru melepaskan rindu...


di dalam kamar.


"soal yg tadi nces mau minta maaf,, karena udah nyosor rex duluan..." ucap sora sambil menundukkan wajahnya..


"eemmm... Rex juga minta maaf karena nggak bisa jaga sora..." jawab rex kikuk.


"ya da,, rex harus tanggung jawab,, karena ciuman pertama sora da sora kasih ke rex, dan bibir sora juga udah nggak perawan lagi..." pinta sora.

__ADS_1


"ok lah sayang ku... dengan segenap jiwa dan raga,, rex akan bertanggung jawab,, sayaaang ku..." jawab rex serius.


"sa..sayaang..." gumam sora dan tanpa di sadari semburat merah di pipinya pun keluar karena ia tersipu malu tapi mauuu..


Akhirnya pun mereka memutuskan kembali ke tanah air dan menyampaikan keinginan mereka ke orang tua mereka.


pagi hari Di rumah langit.


Tok


Tok


Tok.


Ceklek...


"non sora... pulang... Kok nggak kasih kabar non..." sapa bibi setelah membukakan pintu.


"he he... Mau kasih kejutan mama ma papa,, bi,, kemana mama ma papa bik? Apa belum bangun? Oh ya bibi sehat kan..?" tanya sora sambil memeluk sang bibi kemudian menarik kopernya sendiri.. Ya sora yg terbiasa mandiri jadi ia bawak sendiri kopernya..


"bibi sehat non,, eeh non sini biar bibi bawak kopernya... Kalau tuan dan nyonya masih di kamar non.." jawab bibi sambil mengambil koper sora.


"ok non.. Bibik buatin menu kesukaan non ya..." ucap bibik sambil tersenyum.


"makasih ya bik..." jaWAb sora dan memasuki kamarnya.


di meja makan.


"looh mas,,, ada acara apa ini, kok banyak banget menunya,, dan rata rata inikan mekanan kesukaan inces.. Aaah jadi kangen inces,,, udah 2 hari nggak kasih kabar tu inces... Mama mau telepon inces dulu ya pa ..." aku jadi merindukan putriku tercinta, begitu aku ingin menelepon inces, tiba tiba terdengar gelegar suara putriku.


"mama... Papa,,, " teriak sora sambil menuruni tangga sambil merentangkan tangannya.


"haiii... Inces sayaaang.... Kapan pulang... Kenapa nggak kasih kabar heeem... Mulai nakal ya...?." jawab ku kaget dan bercampur gembira,, karena putriku baik baik saja, ya.. Kejadian tempo hari itu kami semua sudah di beri tahu oleh rian, dan rian mengatakan kalau kami jangan ada yg membahasnya lagi,, awalnya suamiku tercinta ingin menyusulnya,, tetapi rian yg melarang,, karena ada yg lebih penting lagi dari itu,, dan masalah yg di sana sudah di selesaikan oleh rex tentunya.


dan mengenai sora yg pulang, sebenarnya papa langit sudah mengetahui semuanya,, hanya mama kejora yg nggak di kasih tau.


"ma,, inces kangen..." rengek sora dan memeluk ku.

__ADS_1


"mama juga sayang..." jawabku sambil mencium kening putriku yg nakal..


"kheeem...." mas langit berdehem.


"uuupsss... Papa... Inces kangen... Papa kangen ya... He he he..." lantas sora pun memeluk mas langit.


"sayang inces banyak banyak..." jawab mas langit manja..


"waah angga ganteengnya... Ulu ulu.... Muach muach..." ya angga adalah anak ketiga ku yg masih berusia 4 tahun.


"kakak... Geli...." angga yg kegelian ketika pipinya yg gembul di ciumi sora.


"kapan nih sarapannya... Uda kan dramanya?" tanya sky ketus,


"ho ho ho.... Saudaraku yg imut... Cemburu ya ....? Cup cup cup.... Cini cayang.... Inces peyuk... Tangen yaaa..." kemudian sora pun menghampiri sky dan memeluknya juga..


Kemudian kami pun memulai sarapan dengan perasaan yg gembira dan penuh canda tawa.


aku bahagia melihat keluargaku yg saling menyayangi....


"ma pa... Ada yg mau sora sampaikan ke mama dan papa ten-.."


"maaf tuan,, di depan ada keluarga pak gala serta juga bersamaan dengan oma dan opa yg pulang liburan... Tuan" potong bibik yg memberitahu, kalau dedy gala sekeluarga di ruang tamu juga oma dan opa,


"ya da bik,, suruh di ruang keluarga aja bik,, buat minuman dan cemilan ya bik.." jawabku.


"ada apa ya mas,,, bukannya mama dan papa juga seharusnya seminggu lagi baru pulang.. Dan gala juga datang..." tanya ku heran, kenapa bertepatan sekali dengan kepulangan inces..


"ma... Pa... Mama sama papa nggak kenapa kenapakan?" tanyaku langsung menyapa kedua mertua ku.


"mama sama papa sehatdan nggak kenapa kenapa sayang... Tapi ni gala yg buat mama dan papa segera pulang karena mau ada berita yg sangat penting.


"maaf sebelumnya,,, telah mengganggu waktu nya sebentar.. Eeehmmm... Sebenarnya kami sekeluarga datang kemari karena ingin melamar princes untuk putra kami satu satunya... Yaitu rex sorandi wijaya melamar princes sora pratiwi erlangga.." gala menyampaikan tujuannya datang kerumah kami..


"melamar... ma..maksud kamu tirex melamar inces... Tidaaaak...." teriak papa langit seakan nggak setuju dengan perihal ini.


"kami terima lamaran keluarga dokter gala sekeluarga dengan tangan terbuka..." jawab seseorang dengan suara yg wibawa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2