
"papa apaan ngijinin sora kuliah di singapure? langit nggak setujuh pa?". protes mas langit.
"oppa yg akan menemani princes di singapure bersama oma,, jika sky juga mau kuliah di sana juga tidak apa apa.." jawab papa alex santai dengan menuruti kemauan cucu tercantiknya.
"sky kuliah di disini aja oppa,," jawab sky yg tak mau jika bersama sora sang biang rusuh.
"bagus deh kalau lo tetep disini jadi bisa jaga mama sama papa,, ya kan oppa?" sambar sora dengan wajah yg berbinar.
"oppa , rian boleh kan ikut juga ke singapure, jadi nanti rian SMP nya sekolah disana, biar keren gitu,, lagian mami kan dah mau nambah adik lagi,, jadi kamar rian bisa di pakai adek bayi nanti..". pinta rian yg selalu ingin bertualang.
"kalau rian mau ga apa apa,, biar tambah rame kita disana,,.." jawab papa alex .
"oh ya rex kemana tante? kok ga ikut.. biasanya dimana ada sora selalu ada rex.." tanya seto ke sindi.
"oooh rex, lagi sibuk katanya tadi, jadi nggak ikut.." jawab sindi sedikit lesu,
setelah acara malam itu sora bersiap untuk kepergiannya ke singapure, selama sebulan ini sora tidak berhubungan dengan rex, rex seakan menjahui sora,, awal awal sora merasa kehilangan seorang rex yg selalu membelanya, bahkan jika sora menginap di rumah dedynya ,rex selalu tidur di rumah neneknya. seakan enggan menemui sora.
hari keberangkatan sora serta oppa, oma dan jangan lupa si rian yg juga ikut ke singapure, walaupun harus banyak drama dulu dengan kedua orang tuanya, tentunya papi bintang memberi ijin karena di sana juga bersama oppa dan omanya, tetapi sang mami berat melepaskan anaknya sebab tak pernah mereka berpisah lama. untuk mendapatkan restu sudah pasti dengan pertolongan oppa tercinta.
di bandara,
"sora sayang,, kamu yakin mau pergi ke singapure sayang?" tanya mas langit seakan berat melepaskan sang putri.
__ADS_1
"papa,,, sora kn ga sendiri pa..." jawab sora sambil memeluk sang papa.
"mas,,,, udah dong,, doakan saja semoga princes kita sukses mas...". bujuk ku.
"udalah pa,, ma ga usah berdebat,, doakan saja semoga sora pulang dari sana lebih dewasa,, ". tambah sky santai, tapi sepertinya ia juga sedih berpisah dengan sang kembaran.
"ulu uluuu... sky sedih ya mau berpisah dengan sora sang belahan jiwa". ejek sora, tapi ia langsung memeluk sang kembaran dengan erat dan meneteskan air mata.
"jaga mama papa ya mas"". bisik sora di telinga sky dengan terisak.
"iya itu sudah pasti,, tapi akhirnya kamu mengakui jika akulah yg lebih tua,," jawab sky sambil tersenyum.
"siapa bilang, sora panggil sky dengan sebutan mas itu untuk sora,, sora hanya mulai membiasakan si adek yg masih dalam perut mama dan mami, agar memanggil sky dengan sebutan mas,,, weleeee..." jawab sora sambil melepas pelukannya dan menjulurkan lidahnya.
"sayang,,, inces mama ini bisa aja,,, sini peluk mama lagi... sebelum berangkat sayang,,," ucapku sambil gentian memeluk sang princes.
"heeeemmm.... ga usah drama deh lang... sedikit banyaknya lo pasti senangkan, karena sang princes akan pergi jauh, jadi ga da yg ganggu kemesraan kalian berdua,,". bisik mas bintang di telinga mas langit.
"kok tau... uups... apaan sih lo bin.. lo pikir gue bakalan--..
"udah udah... kita semua pamit ya,, kalian disini baik baik,, terutama kejora juga sela,, jaga kesehatan kalian, jika langit dan bintang ada yg mengurus kalian dengan baik, lapor ke mama segera ya sayang..." potong mama sari.
peluk mama sari kepadaku juga berganti memeluk sela,,
__ADS_1
setelah perpisahan di bandara, kami segera lepas landas ke singapure.
dedy gala dan mami sindi ga ikut mengantarkan kepergian sora , karena mengatakan jika ada rapat dadakan yg ada di rumah sakit mereka berkerja, dan rex juga ga muncul juga walaupun sora sudah mengirimi pesan,
"rex,, ada apa denganmu rex? kenapa menjahuiku rex?.." batin sora sambil melihat gumpalan awan dari jendela pesawat.
sedangkan rex, yg berada di kamarnya terdiam sambil memandangi sebuah foto yg membuat rex berubah menjadi pendiam sejak peristiwa di danau waktu itu.
cekleek...
"sayang,,, kenapa kamu menyiksa hati dan perasaan mu sendiri sayang". peluk mami sindi yg masuk ke kamar sang anak, ya mami sindi hanya membuat alasan dia ada rapat dadakan, padahal ia tak tega melihat sang anak bersedih atas kepergian sang pujaan hati,
"mami ngga tau ada apa sebenarnya di antara rex dan princes,, tapi sungguh sikap rex akhir akhir ini sudah membuat princes bersedih sayang,, mami lihat kekecewaan di mata inces sayang,,,". ucap mami sindi lembut sambil mengelus pundak sang anak yg bergetar menahan tangis.
"mi,,, apakah rex salah jika mencoba menjauhi sora mi, supaya tidak lebih sakit lagi hati ini,, tapi yg ada rex makin terluka mi,,, sudah mengabaikan sora mi..." isak rex di pelukan sang mami.
baru kali ini mami sindi melihat rex terisak dan merasa hancur..
"memang kenapa rex harus menjauhi sora heeemm..." tanya mami lembut.
dengan terisak rex menceritakan semuanya.
"sayang,,, bukan berarti sora menolak cinta rex sayang,, mungkin waktu nya yg tepat sayang,, kan rex juga sedikit memaksa kan? dan juga jangan terus menghindari sora sayang,,, kasihan kan sora,,,". jelas mami lembut.
__ADS_1
"ya tuhan jagakan sora putriku tercinta untuk anaku rex ya tuhan... jagakan lah hati dan cintanya hanya untuk rex putraku ya tuhan.." doa mama sindi dalam hati.
bersambung.