
"mas, mas ga pergi ke kantor mas?". tanyaku sambil menikmati sarapan yg kesiangan, maklum habis melaksanakan pemilu tadi malam jadi telat bangun laahh... pameerrr...
"hari ini mas ada acara sama mantan mas,,," jawab mas langit sambil meletakkn sendok, sudah selesai makannya setelah itu ia minum air putih sambil melirikku sekilas dengan wajah tanpa ekspresi.
" ma..maksud mas apa? mas mau kembali sama mantan mas setelah kita,,,," tanyaku sambil menahan rasa sakit sisa semalam dan di tambah pernyataan mas langit akan kembali bersama sang mantan, duuhhh... punya perasaan ga si mas langit..
"hei..hei... kamu kok langsung negativ thinking si sayang..." ucapnya sambil memegang tanganku dan menatap mataku.
"sayang,, emang kamu tau siapa mantan mas hah? " tanyanya sambil menatapku sendu dengan senyuman manisnya.
sontak aku menggelengkan kepalaku sebagai jawaban karena untuk berkata terlalh keluh lidahku untuk menjawabnya.
"sayang,, mas ga tega sama mantan mas itu sayang,,, mas ga mampu berpaling darinya juga mas da terikat sama dia sampai maut mas menjemput mas,, mas ga bisa hidup tanpanya sayang,, jadi mas akan..." belum siap mas langit mengutarakan kata katanya langsung ku potong.
"jadi mas akan poligami mas?".. kenapa mas menikahiku jika nas madih mencintai mantan mas,,, aku ga siap harus menirama madumu mas,,, aku ga mau jika mas poligami,, lebih baik kita cer..." kata kataku terpotong karena mas langit langsung mencium bibirku. aku yg masih berlinang air mata langsung memberontak ketika mas langit menciumku,
"sudah .." tanya mas langit sambil tersenyum dan menghapus air mataku.
"siapa yg mau poligami sayang,,, kamu tau siapa mantan terindah mas,, heeemmm.... mantan terindah mas itu kamu sayang,,, karena sekarang kamu jadi mantan gadis, mantan janda, dan yg pasti mantan perawan karena ulah mas kn itu semua dan sekarang istri mas ini sudah ga perawan lagi..." jelas mas langit sambil mengedipkan mata nakalnya dan langsung mencium bibirku lagi dan ******* bibir ini seakan meminta lebih,
"mmmmmhhh.... mas,, " aku kehabisan napas..
"sayang,, lagi yok. ..." ajaknya dengan suara serak dengan penuh nafsu.
begitu aku menganggukkn kepalaku dengan tersipu malu, mas langit langsung menggendongku.
__ADS_1
"eehhh.... mas,, malu iiihhh.." ucapku sambil menelusupkan wajahku yg malu malu ke dada bidangnya. begitu mas langit ingin beranjak dari ruang makan tiba tiba...
"mama.. .."
"mamaa.... sora pulang..." teriak sora yg berlari ke arah kami,
aku langsung turun dari gendongan mas langit dan terkekeh melihat wajah mas langit yg langsung berubah masam.
"mama sora kangen banget sama mama...." ucap sora langsung memelukku erat.
" mama tau ga,, tadi malam sora mimpi nangis lo..." jelasnya sambil menatapku.
deg.
"apa mungkin sora merasakan ketika aku merasakan sakit sampai meneteskan air mata tadi malam ya". batinku.
"jangan bilang ini semua ulah papa... jika ia, papa ga boleh di biarin nih..." cerocos sora.
" mama itu bukan menagis, sayang tapi mama itu keenakan makan sambel sayang makanya sampai buat mata sama hidung mama merah sayang" jawab mas langit dengan menahan gejolak yg sedang membara.
"sayang mana sky dan juga oma oppa sayang" tanya ku mengalihkan pertanyaan sora.
sora menaikan kedua bahunya dan langsung berlari ke kamarnya meninggalkn kami ketika mendengar suara sky.
"ma pa sky pulang..." kata sky sambil memelukku kemudian memeluk papanya.
__ADS_1
"sky mau ke kamar dulu ya ma,,," tambah sky dengan muka masam langsung menuju kamarnya.
"sehat ma pa,," sambutku sambil memeluk mama.
"sky kenapa ma? " tanyaku karena seperti ada sesuatu yg terjadi.
"biasa,,, sora yg selalu membuat suasana ramai... sebenarnya sky belum mau pulang, tapi sora ngotot ingin pulang ketika tadi dedy sama maminya telepon mengajaknya bermain ke kebun binatang.. jadi sky ngambek tuuh.." jelas mama sari, oh ya masi ingatkn siapa dedy maminya sora yaitu dokter gala dan istrinya.
begitu kami berjalan menuju ruang keluarga tiba tiba mama sari bertanya.
" eeehhh... tunggu sayang... kamu kok jalannya seperti pinguin gitu.. jangan bilang kalau anak mama yg eeedaaan itu udah berhasil...." belum sempat mama sari menyiapkn omongannya langsung papa alex mengajaknya masuk ke kamar mereka.
" sayang,,, ayok kita ke kamar,,, jangan ganggu anak menantu perempuanmu sayang,, dengan pertanyaan yg membuat noh berbangga diri". sambung papa alex sambil meunjuk mas langit dengan lirikab matanya.dan langsung mengandeng mama sari menuju kamar.
"sayang... sekarang giliran mama yg akan memberimu adik sayaaang..." mama sari berkata sambil tersenyum mengejek ke arah mas langit.
"awas saja kalau mama sama papa serius sampai di jadikan adek..." jawab mas langit sambil misu misu tak terima...
"sayang,,,, mau kemana?" tanya mas langit karena aku berjalan menuju kamar anak anakku.
" mau lihat anak anak dulu mas,,," jawabku terus berjalan.
"sayang,,, kita buat adek juga yook..." pinta mas langit dengan muka penuh harap.
"mamaa...." panggil sora yg sudah berganti baju sendiri, hanya merapikan sedikit dan mengucir rambutnya yg belum.
__ADS_1
"heeeem...." mas langit langsung membuang napasnya kasar.
"sabar ya sayang... ini resiko menikahi mantan janda.." kekehku, padahal aku juga bersyukur mereka pulang, karena masi terasa nyeri di area sawahku karena kedatangan rudal mas langit tadi malam. jadi maaf ya sayang.. ku tatap mas langit iba..