
Sudah 4 hari Beck berada dibali,setiap malam Carel menunggu kedatangan suaminya,dia sunggu h berharap suaminya pulang untuk saat ini.
Suasana rumah begitu sangat sepi,dan hujan yang mengguyur ibu kota dengan lebatnya,sepertinya mewakili perasaan Carel yang sangat dingin.
Carel berada dalam lamunan entah apa yang difikir kan nya saat ini,hingga suara ketukan pintu membuyarkan lamunnya...
"Tok...tok...tok....."
Carel tersentak kaget mendegar ketukan pintu rumahnya,,,
Sebenarnya Carel sedikit takut,,siapa yang datang berkunjung malam malam begini.
Carel pun membuka pintu dan terlihat Mama dan Ayah yang berkunjung ke rumah,semenjak mereka pindah memang Mama dan Ayah mertuanya belum pernah kemari,baru kali ini mereka datang.
" Carel....ini mama...."
"Mama,Ayah,,silahkan masuk maa...."ucap Carel dengan sopan.
Mama dila dan Ayah mertuanya masuk kedalam rumah,yang sedikit gelap itu,lalu Carel menyalakan semua lampu dan terlihat terang dalam sekejab.
"Kok sepi nak,,Beck apa belum pulang",ucap mama dila sambil melihat lihat se isi rumah.
"emm...sebenarnya mas sedang berada diluar kota maa..ada urusan pekerjaan,kurang lebihnya seminggu,,
mama sama ayah mau minum apa???tanya Carel menyambung percakapannya.
"Yang ada aja nak.."jawab Ayah
Carel menuju kedapur dan membuatkan minuman untuk kedua mertuanya,dan menyajikannya.
"Jadi besok Beck tidak bisa ikut jemput bian dibandara ya rel,,ucap mama dila.
"Kemungkinan tidak bisa ikut maa..."jawab Carel.
"Ya udah kamu besok siap siap ikut jemput ya rel,,biar sopir nanti yang jemput kamu kesini.."ujar mama dila menjelaskan.
Setelah itu Carel memasak untuk kedua mertuanya dengan bahan makanan yang ada di kulkas,setelah selesai memasak lalu mereka menyantap masakan Carel dengan begitu lahap,mereka kagum masakan Carel memang benar benar enak.
Carel berkata kepada mertuanya dia ingin sekali membuka rumah makan sederhana untuk mengisi kesibukannya,karena dia merasa sangat kesepian dan bosan kalau berada dirumah terus menerus.
__ADS_1
Dan kedua mertuanya mendukung keinginan Carel,tapi mereka menyarankan untuk meminta izin dulu kepada Beck suaminya.
Dan Hari pun sudah hampir larut,selesai berbincang bincang dengan mertuanya akhirnya kedua mertuanya pamit pulang.
"Carel kamu hati hati ya dirumah,besok jangan lupa...."ucap mama dila mengingatkan.
"Iya maa....mama sama ayah juga hati hati dijalan.."ucap Carel sambil melambaikan tangan".
Carel sangat bersyukur mempunyai mertua yang sangat sayang kepadanya.Beliau benar benar seperti ibu dan ayahnya yang sudah meninggal.
Ditempat lain Beck dan Shinta sedang dinner direstoran mewah,mereka sepertinya belum puas menghabiskan waktu bersama,Beck menyematkan berlian mahal ke jari manis Shinta,Shinta begitu amat senang dengan perlakuan Beck,hingga membuat dia begitu sangat ingin memiliki beck seutuhnya,tapi Shinta harus bersabar akan hal itu.
Shinta berharap Beck segera menceraikan Carel secepat mungkin tanpa harus menunggu 3 tahun.
Esok harinya Carel bersiap keluar dari apartemen karena sudah dijemput oleh sopir di parkiran,ia segera masuk menuju lift.
Begitu sampai di parkir Carel bergegas masuk kedalam mobil,dan mertuanya juga sudah berada didalam.
Ketika di dalam mobil banyak yang Carel tanyakan tentang Bian,dan mama dila dengan senang hati menceritakan semua tentang Bian,mulai dari makanan kesukaan,teman teman Bian dan lain lainnya,setelah menempuh 1 jam perjalanan menuju bandara,akhirnya sampai..!!
Mama dila bersama suaminya bergegas menunggu di ruang tunggu penjemputan.
Dan setelah menunggu selama hampir 1 jam lebih,akhirnya Bian datang dengan membawa beberapa koper,Bian segera memeluk kedua orang tuanya untuk mengobati rindunya selama ini yang dipendamnya,tak lupa Carel pun mengulurkan tanganya memperkenalkan diri.
Carel begitu terkejut dibuatnya.
"Aku sudah tau nama kakak,jadi tidak usah memperkenalkan diri,,,aku seneng sekali akhirnya bisa bertemu dengan istrinya kakak Beck,maaf ya aku tidak bisa gadir dipernikahan kalian,,ucap Bian dengan sedikit cerewet dan lucu.
"Aku juga senang bisa bertemu denganmu Bian,,ucap Carel dengan tersenyum.
Dalam perjalanan Bian tidak henti hentinya mengandeng tangan kakak iparnya itu.
Carel begitu senang adik iparnya yang bahkan belum mengenalnya begitu menyayanginya.
Dia berharap kebahagiaan ini tidak berakhir.
Sesampainya dirumah mertuanya Carel segera memasak kesukaan adiknya,,dengan cekatan dan lihai dalam waktu 2 jam makanan sudah siap,mereka semua berkumpul dimeja makan,berbagai menu ada dimeja makan.
Bian sangat senang bisa menikmati masakan masakan nusantara lagi,dia benar benar rindu akan masakan rumahan,sangat berbeda jauh dengan makanan yang berada di Belanda.
__ADS_1
Sebenarnya di Belanda juga ada makanan khas indonesia tapi rasanya tetap enak ketika makan di Indonesia.😀
"*Kakak pandai memasak yaa...makanannya enak,kapan kapan ajari aku memasak ya kak,aku ingin sekali pandai memasak...."pinta Bian dengan nada yang sedikit cerewet.
"Iya pasti kakak ajarin dengan senang hati bian.."jawab Carel dengan lembutnya.
"Pasti Mas Beck senang sekali punya istri seperti kakak,dia pernah bilang dulu kalau ingin sekali punya istri yang pintar memasak.."ujar bian*.
Carel tersedak makanan kala mendengar adiknya menyebut nama Beck dan buru buru bian mengambilkan minum untuk kakaknya,
Carel begitu sedih mengingat pernikahannya dengan Beck yang tidak seperti kebanyakan orang lainnya.
"*Kakak hati hati makannya,,,"ujar Bian.
"Kamu ini Bian baru juga bertemu sekali,sudah sok akrab ya,,,,"ucap mama dila dengan penuh canda.
"Ah...mama...."rengek Bian*.
Hari sudah menjelang malam,Mama dila menyuruh Carel untuk menginap dirumah saja,lagian di Apartemen juga suaminya tidak sedang dirumah.
Carel menyetujui permintaan mertuanya,dia begitu terhibur kala bersama dengan mama dila,ayah dan adik iparnya tersebut.
Carel lantas pergi menaiki tangga menuju kamar Beck,sepertinya masih ada baju yang tertinggal disana,dia lalu membersihkan diri...rasanya begitu rileks sekali ketika tubuhnya tersiram air dari shower.
Setelah mandi Carel lantas melihat lihat se isi kamar Beck,begitu membuka laci dimeja,Carel melihat foto foto masa kecil Beck beserta keluarga,teman teman dan para sahabatnya,dengan tersenyum Carel melihat masa kecil Beck yang begitu menggemaskan,dihalaman belakang juga terdapat foto Beck bersama dengan Shinta.
Rupanya Beck dengan Shinta memang sudah lama menjalin hubungan,saat ini Carel mengerti memang tidak mudah melupakan sesuatu yang sudah lama berada disamping kita dan menggantikan dengan yang baru.
Lalu tiba tiba Bian memanggil dari balik pintu,mengajak kakanya itu membuka koper koper yang tadi dibawa,banyak sekali oleh oleh yang dia bawa dari Belanda.Lalu Carel membantu Bian membereskan koper koper yang di bawanya.
Ditempat lain terlihat Beck juga telah menghabiskan malam yang panas bersama Shinta.
mengingat liburan mereka kurang 1 hari lagi.
Lusa pun datang Beck dan Shinta bergegas chekin dari hotel dan pergi menuju bandara ngurah rai.
"Sayang pasti aku akan merindukan saat saat seperti ini,,,"ucap Beck
"Benarkah,,kalau begitu cepat selesaikan pernikahanmu....jawab Shinta dengan nada bercanda.
__ADS_1
Sesaat lagi pesawat akan segera take off,mereka akan meninggalkan Bali dan mendarat lagi di ibu kota dengan sejuta ke riuhhannya.
...****************...