
Tiga telah berlalu,setelah pertengkaran malam itu baik Carel maupun Beck tidak saling berbicara sama sekali,Carel merasa sakit hati dengan Beck.
Hingga ia pun enggan sekali untuk bertatap muka atau untuk menegurnya.
Malam harinya,ketika Beck pulang dari kantor terlihat wajahnya sangat pucat pasi,dan terlihat lemas,lantas Beck bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Tubuhnya sangat panas,ia benar benar sakit saat ini,ia berbaring diranjangnya,dan tertidur.
Carel lantas membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum sempat selesai di Resto.
Sampai malam Carel berada di sofa,tiba tiba Carel mendengar suara Beck yang mengigau dengan keras.
Carel hanya mendengarkan saja,mungkin dia kira hanya mimpi,tapi semakin lama ia mendengar suara rintihan juga.
Lalu Carel menggedor pintu kamar Beck.
"Mas....bangun mas ...suara Carel dari luar.
Tidak ada tanda tanda Beck bangun dari tidurnya.
Tanpa pikir panjang Carel masuk ke dalam kamar beck yang tidak terkunci,dan melihat Beck terbaring lemah di ranjang king size nya.
Carel memegang dahi Beck.
"Tubuhmu panas sekali mas...."
Carel menggambil air di baskom dengan suam suam kuki,lalu mulai mengompres tubuh Beck.
Sampai menjelang pagi Carel merawat suaminya dengan telaten,hingga panas ditubuh suaminya turun.
Carel tidak tidur sama sekali,dia begitu khawatir dengan keadaan suaminya saat ini.
Carel memandang wajah suaminya lekat lekat,terlihat suaminya sangat tampan,dia membelai wajah suaminya.
"Kenapa kamu sangat dingin dan kejam terhadapku mas,,tak bisakah kamu bersikap lebih baik kepadaku,sedikit saja,,carel berucap sambil menitihkan air mata.
Carel akhirnya tertidur ditepi ranjang suaminya dengan posisi duduk,sampai pagi menjelang.
Beck terbangun dari tidurnya,ia begitu kaget melihat handuk kecil di dahinya dan melihat Carel istrinya tidur terduduk ditepi ranjang.
"Apa yang terjadi denganku,kenapa dia tertidur disini.
Seketika dia teringat semalam,bahwa tubuhnya memang sedang sakit.
Beck memandang wajah istrinya,ada perasaan bersalah terhadapnya.
Beck tidak tega membangunkan Carel.
"uhuk...uhuk...uhuk...."Beck pura pura terbatuk agar Carel bangun dari tidurnya.
Kemudian Carel mulai membuka matanya,dan melihat Beck sudah bangun duduk bersandar di ranjangnya.
Carel begitu takut,sebenarnya semalam Carel hampir meninggalkan Beck setelah mengompres,tapi malah ketiduran.
"Maaf mas,aku tidak sengaja tertidur disini,aku tidak bermaksud lancang,ucap Carel menjelaskan.
"em....tak apa,jawab Beck dengan singkat.
Lalu Carel membereskan baskom yang berisi air,membawanya keluar dari kamar.
Carel berinisiatif membuatkan bubur untuk Beck,ia segera bergegas menuju dapur dan mulai memasak,setelah 30 menit bubur ayam buatan Carel sudah jadi.
Carel lantas membawa bubur dan air diatas nampan menuju ke kamar Beck.
"Tok...tok...tok...mas apa aku boleh masuk,ucapnya Carel dengan lembut.
__ADS_1
"Masukklah..jawab Altaf sembari memainkan hpnya.
Carel masuk kedalam kamar dan meletakkan nampan yang berisi bubur dan air putih itu diatas lemari kecil.
"*Makanlah mas,,aku membuatkan bubur untukmu..ucap Carel.
"Suapi aku,aku malas makan sendiri ucap Beck*.
Hati Carel begitu terkejut dibuat tak percaya.
"*Apa...mass,ucapnya
"Apa aku tidak salah dengar,pikirnya dalam hati.
"iya suapi aku,apa kamu tidak mau melakukannya.
"iya mas,aku suapi*.
Tangan Carel sedikit gemetar di buatnya,
ia menyuapi suaminya sedikit demi sedikit hingga akhirnya buburnya pun habis.
Lalu carel memberi Beck air minum dan memberinya obat paracetamol untuk menurunkan demam,serta nyeri ditubuhnya.
"istirahatlah mas.Lalu beranjak pergi meninggalkan Beck sendiri dikamar.
Setelah keluar dari kamar Beck,Carel bersandar di daun pintu dan ia tersenyum dibalik pintu.
"Apa yang terjadi dengannya,apa sakitnya yang membuatnya seperti itu,apa kepalanya terbentur tadi malam,ucapnya dengan lirih daan entah kenapa hatinya begitu senang dengan perilaku Beck,yang sudah tidak kasar terhadapnya saat ini.
Carel lalu menelfon pegawainya,untuk memberitahu bahwa hari ini ia tidak dapat pergi ke Resto,dikarenakan suaminya sedang sakit.
Carel membersihkan rumah setelah itu,dia masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Jam menunjukkan pukul 2 siang,ia juga sudah selesai masak.
Beck tidak menjawab ucapan Carel.
Carel berlalu meninggalkan Beck untuk duduk diruang keluarga.
"Ting...tong,ting...tong.
Terdengar bel berbunyi.
"Siapa yang berkunjung,apa mama dengan ayah,,pikirnya.
Carel beranjak dari duduknya,menuju pintu.
Begitu Carel membuka pintu terlihat Shinta yang membawakan beberapa kantong ditangannya.
"Beck,tadi menelfonku,katanya dia sedang sakit jadi aku mengunjunginya,jawabnya tanpa ada rasa sungkan.
"Bolehkah aku masuk,ucapnya lagi.
Tanpa banyak kata,Carel mempersilahkan Shinta masuk kedalam,lalu Shinta masuk kedalam kamar Beck tanpa disuruh.
Carel mencoba menahan perih dihatinya.
Dari dalam kamar,Beck terlihat sangat senang Shinta datang mengunjunginya.
"Bagaimana keadaanmu Beck,apa sudah membaik,sambil memegang dahinya dan mengecup pipinya.
"Aku sudah mendingan sayang,ucapnya.
"Aku begitu khawatir,dari semalam kamu tidak bisa dihubungi,tau tau pagi bilang kalau sedang sakit,jadi setelah aku menyelesaikan beberapa pekerjaanku,aku langsung kesini,ucapnya denga manja.
__ADS_1
"oya...maafkan aku membuatmu khawatir.
"Aku membawakan beberapa makanan untukmu,ini aku beli direstoran favorite kita.ucapnya.
"Aku siapkan dulu,dimeja makan ya sayang.
Shinta beranjak pergi dari kamar,Beck dan berjalan menuju Dapur.
Terlihat Carel bersandar di dinding dekat sofa,sambil memperhatikan sikap Shinta.
"Carel,,aku mau menyiapkan makanan untuk Beck,bisakah kamu membantuku,pinta Shinta.
Mau tidak mau Carel mengambil beberapa piring dan mangkok untuk diberikan kepada Shinta.
Shinta menata makanan dan menaruhnya diatas meja.
Seketika ia melihat juga beberapa makanan yang sudah disediakan di atas meja.
"ow...jadi kamu juga memasak untuk Beck,ucapnya sedikit mengejek.
"iya aku memasak untuknya,kenapa???tanyanya...dengan santai.
"ohh....tidak apa apa,aku hanya bertanya Carel.
"Kamu tau tidak,apartemen ini sebenarnya diberikan Beck untuk kita tinggal,ucapnya.
Carel hanya diam mendengar pernyataan Shinta.
Ia tidak mau ada keributan dirumah ini,nanti pastinya Beck,akan menyalahkan dirinya lagi dan lagi.
"Carel kita lihat,makanan siapa yang akan dimakan oleh Beck,jadi kamu tidak usah merasa di atas angin...ucapnya lalu pergi meninggalkan Carel dimeja makan.
Carel hanya bisa sabar.
"Sayang aku sudah menyiapkan makanannya di meja makan,ayo kita makan dulu.
Shinta membantu Beck bangun dari tidurnya.
Dan terlihat Beck keluar dari kamar bersama dengan Shinta.
Shinta menyeret kursi dan mempersilahkan Beck duduk.
"Duduklah mas,,ucapnya.
"Carel...duduklah kita makan bersama sama,ucap Shinta dengan senyum yng terlihat tulus.
"Kita makan berdua saja sayang,ucap Beck yang terdengar ditelinga Carel.
Carel begitu kecewa mendengar ucapan suaminya.
"ngaak papa Beck,biar lebih rame,ucapnnya.
"Ayoo...Carel duduklah,pinta Shinta.
Carel hanya bisa menuruti permintaan Shinta,sebenarnya hatinya begitu tersayat melihat keadaan seperti ini.
"Beck kamu mau makanan yang mana,ucap Shinta,karena dimeja makan memang banyak sekali masakan yang tersedia.
"Yang tadi kamu bawa saja,,ucapnya.
"Baiklah...".
Lalu mereka bertiga makan,Shinta menyuapi beberapa makanan untuk Beck,sambil tertawa mesra.
Carel yang melihat itu semua hanya ingin meremas hatinya kuat kuat untuk menenangkannya..bahwa semuanya baik baik saja.
__ADS_1
...****************...