Jangan Sakiti Aku,Suamiku

Jangan Sakiti Aku,Suamiku
SALAH FAHAM


__ADS_3

*Apa kamu cemburu melihat istrimu dekat dengan Altaf?tanya Shinta meneliti.


"Siapa yang cemburu,aku bahkan tidak perduli dengan apa yang dilakukannya saat ini.ucapnya dengan ketus*.


Lalu Shinta mendekat kearah Beck,lebih dekat lagi.B3ck merasa tidak nyaman dengan keadaan saat ini.


"Shinta bisakah sedikit menjauh,aku tidak mau orang tuaku curiga,ucapnya dengan pelan.


Shinta sudah mulai menahan amarah dihatinya.


Carel dan Altaf melihat gerak gerik Shinta dan Beck yang dirasa sepertinya sudah tidak nyaman.


Kemudian Carel dan Altaf menghampiri mereka berdua.


Keadaan mereka berempat tampak canggung,tidak ada percakapan diantara mereka.


Kemudian Mama dila datang menghampiri anak dan menantunya.


"Carel sepertinya sudah larut malam,mama dan Ayah pulang lebih dulu ya,ucap mama dila.


"Bian ikutan pulang maa,tanya Beck.


"iya donk,mama nggak bawa sopir,kan ini hari minggu,pungkasnya


Hari memang menjelang malam tamu tamu dari kerabat Beck juga sudah mulai berpamitan.


"Carel...masakannya benar benar enak,aku yakin besok pasti Resto mu,pasti ramai pengunjung,ucap salah satu kerabat dari mama dila.


"Amin...terima kasih tante,,hati hati dijalan,ucap Carel.


Setelah mama dila,ayah dan Bian pulang,di resto hanya tinggal para pegawai,,Diana,Altaf,Beck dan Shinta.


Kemudian setelah para pegawai membereskan semua sisa sisa masakan,Carel menyuruh membawa makanan yang bisa dimakan untuk dibawa pulang para pegawainya.


"Ola,Riki,salma,sari,dan Fandi,,,sini sebentar,ucap Carel.


Mereka semua nama nama pegawai Carel diResto saat ini.


"Sekarang kita satu tim,besok kita sudah mulai buka resto ini,aku berharap kita bisa bekerja sama yaa,,,dan salam buat keluarga masing masing,selamat malam.ucap Carel penuh dengan kesopanan dan kelembutan.


Lalu Carel mempersilahkan para pegawainya untuk pulang.


Ketika Carel keluar dari ruangan belakang,


Nampak didepan sudah sepi,hanya tinggal Diana,dan Altaf.


"Altaf dimana suamiku???tanya Carel


"Dia udah pamit,ada urusan katanya,jawab Diana dengan sebal.


Carel seketika hatinya begitu sangat sedih dan kecewa.

__ADS_1


"Beck pasti pergi bersama dengan dengan Shinta saat ini,ucapnya dalam hati.


Tapi Carel mencoba menyembunyikan raut kekecewaan di wajahnya.


"Ya udah ayo...kita pulang,sudah malam.


"Ayo aku antar rell,ucap Diana.


Diana sebenarnya sudah tidak sabar ingin segera meminta penjelasan kepada sahabatnya itu.


Diana sebenarnya sudah curiga akan hubungan rumah tangga sahabatnya sedang tidak beres dari awal itu.


Lantas mereka bertiga masuk kedalam mobil Altaf.


"Kak...kita antar Carel pulang ya,ujar Diana.


"Ya...kita antar pulang,,,"


Altaf juga sedikit kesal dengan kelakuan Beck,bagaimana bisa dia meninggalkan istrinya,dan malah pergi bersama dengan selingkuhannya.pikirnya dalam hati.


Didalam mobil suasana tampak canggung,Carel sebenarnya malu kepada sahabatnya,dan berharap Diana dan Altaf tidak bertanya yang macam macam tentang Beck.


"Carel....ada yang ingin gue tanyain ke lo..lo harus jawab jujur,kalo elo anggap gue sabahat.ujar Diana.


Kebetulan memang Carel dan Diana duduk di kursi belakang bersebelahan.


"Ta...tanya apa Dii?jawabnya tergagap.


"Dii....kamu sahabatku kan...tapi aku mohon,aku tidak bisa bercerita untuk saat ini,aku mohon ucapnya penuh dengan pasrah.


Diana mengerti perasaan Carel saat ini,jadi dia mencoba mengerti untuk saat ini.


"Baiklah..tapi lain kali lo harus ceritain masalah lo sama gue.jawab kesal


"


"iya di,aku pasti cerita sama kamu,,ucapnya.


Suasana nampak hening setelahnya,sampai akhirnya mereka sudah sampai di kediaman Carel.


"Altaf,Diana terima kasih untuk tumpangannya...ucap Carel dengan senyum yang penuh kesedihan.


"tidak apa apa Carel,setidaknya aku lebih bertanggung jawab.ucap Altaf.


Setelah itu Altaf melajukan mobilnya kembali,menuju rumah mereka.


Ditempat lain,Beck terlihat sedang bertengkar deng Shinta,perihal tingkah Beck selama di Resto.


"Kamu sebenernya,jatuh cinta kan dengan istrimu..ucapnya penuh dengan amarah.


"Shinta berapa kali aku bilang,aku sama sekali tidak mencintai Carel,kamu harus tau tadi aku bersandiwara karena ada Mama dan Ayah.

__ADS_1


"oya sekarang kamu sudah bisa menyebut namanya dengan lantang,biasanya kamu akan menyebut istrimu itu dengan nama wanita itu,


"Beck...kamu sudah dewasa,tidak seharusnya kamu takut dengan orang tuamu,kamu berhak memilih jalan hidupmu sendiri,kamu berhak bahagia,ucapnya dengan menggebu gebu.


"Aku tidak bisa Shinta,dia orang tua yang sudah membesarkan ku,sudah sepatutnya kalau aku menghormati orang tua ku.


Semua diam,hening.


"Shinta beri aku waktu 1 tahun,aku pasti akan menceraikan Carel,kamu harus percaya denganku.


Shinta tidak menjawab ucapan Beck sedikitpun.


Beck merasa frustasi dia sudah berupaya menjelaskan kesalah pahaman ini.


Lalu Beck pergi meninggalkan rumah Shinta dengan perasaan marah dan kecewa karena Shinta tidak mempercayai ucapannya.


Begitu pun juga shinta yang sudah termakan api cemburu,tidak bisa membedakan semua yang ada.


Sementara didalam mobil.


"Kakak merasa nggak sih kalau Beck itu tidak mencintai Carel,semua sandiwara selama di Resto.


Diana merasa kasihan pada sahabatnya itu.


"Diana...kita tidak boleh ikut campur urusan rumah tangga Carel,biar mereka menyelesaikan masalah mereka,toh nanti kalau Carel sudah terbuka dengan kita,kita bisa memberi masukan,saran atau apalah.Kita doakan saja semoga hubungan mereka lekas membaik.


Sebenarnya Altaf mengetahui hubungan Beck dan Carel tidak ada cinta,atau mungkin cinta sepihak.


Yang ada dipikiran Altaf saat ini,semoga Carel baik baik saja.


Beck sampai apartemen dengan wajah yang penuh emosi,ia membuka pintu rumah dan masuk kedalam kamar,ia ingin menenangkan diri.


Setelah ia membersihkan diri ia bergegas mengambil kunci mobil yang ada di nakas,seketika itu dia melihat Carel mengambil minum di lemari es.


Beck dengan cepat menarik rambut Carel hingga ia jatuh tersungkur ke lantai.


"Kenapa kamu mas,kenapa kamu marah...ucap Carel yang menahan sakit ditubuhnya.


"Kamu masih tanya kenapa,ini semua salah kamu,gara gara kamu,shinta salah faham dengan kejadian tadi,ucapnya dengan penuh amarah yang memuncak.


"Kenapa jadi salahku mas,aku berhak kamu suamiku kita suami istri,tidak selayaknya shinta yang marah akan kejadian ini.ucap Carel penuh berani dadanya terasa sesak ketika Beck membawa nama nama Shinta.


"plak...."tamparan keras mendarat di pipi Carel lagi ,kali ini lebih keras,dan menyakitkan.


"kamu kejam mas,dengan tangis berurai air mata,carel meninggalkan Beck memasuki kamarnya.


Carel menangis sejadi jadinya didalam kamar,ia merasa sangat tidak ada guna hidup di dunia ini.


"ayah,ibu katamu Dia baik,tapi apa kenyataannya dia kejam ayah,dia menyakitiku...ucapnya dengan derai air mata.


Hari yang seharusnya menjadi hari bahagia,berubah menjadi kelam hanya karena kesalahpahaman.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2