Jangan Sakiti Aku,Suamiku

Jangan Sakiti Aku,Suamiku
MALU


__ADS_3

Malam harinya Carel mengajak Bian mampir ke apartemen.


Ketika sampai apartemen Carel mempersilahkan Bian duduk dan Carel mengetuk pintu kamar Beck.


Berharap suaminya sudah pulang,tidak ada respon dari dalam kamar,Carel membuka kamar Beck,dilihatnya sekeliling kamar,benar masih gelap dan sepi.


"*Bian,,,sepertinya kakakmu belum pulang dari kantor,,,ujar Carel.


"Sebentar aku telfon deh kak,kok tumben jam segini belum pulang*.


Seketika Bian langsung menelfon kakaknya,dalam hitungan detik,telfon sudah tersambung dengan Beck.


"*Hallo...kak,kakak dimana sekarang,,aku mampir ke apartemen,tadi siang habis jalan sama kak Carel,jelasnya.


"Kakak masih dijalan Bian,tunggu sebentar kakak hampir sampai ya.


"oke,kak...Bian tunggu ya*.


Bian mematikan ponselnya.


Dan memberitahu Carel kalau Beck masih dijalan.


Carel pamit untuk membersihkan diri dahulu,seketika ia tersadar nggak mungkin dia mandi di kamar mandi pembantu,dengan cepat Carel masuk ke kamar Beck dan membersihkan diri disana.


Terdengar suara pintu terbuka,Bian berpikir itu pasti Beck kakaknya.


Benar saja Beck datang dengan cepat,Bian memeluk kakaknya sesaat.


"*Kamu sudah lama disini,tanya Beck.


"Belum sih kak,sekitar 15 menitan lah,jawabnya.


"Kakak kamu kemana,tanya Beck lagi.


"Sedang mandi*".


Beck mengambil minum dilemari es.


Didalam kamar terlihat Carel sudah selesai mandi,ia melilit tubuhnya dengan handuk,dan membiarkan rambut basahnya terurai,Carel keluar dari kamar mandi dan teringat bahwa tidak ada baju bajunya disini.Dia begitu bingung harus bagaimana kalau dia keluar hanya memakai handuk dan mengambil baju di dalam kamar pembantu,pasti Bian akan curiga.


ia berdiri didepan kamar mandi sambil mencari ide.


Tiba tiba saja.


"clek...suara pintu kamar terbuka,dan masuklah sosok pria tampan yang memakai kemeja dan dasi yang masih lengkap.


"aaa....teriak Carel yang begitu kaget dan malu,lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan tangan.


Sama halnya dengan Beck juga sangat terkejut kenapa Carel bisa mandi disini.


Sesaat Beck memandang Carel seketika ia melihat tubuh Carel yang hanya terlilit handuk sepaha,dan rambutnya yang dibiarkan basah.


"Begitu Cantik,,ucapnya dalam hati.


Lantas ia menyadarkan isi hatinya.


Dan mengahampiri Carel.

__ADS_1


"Kamu sedang apa disini,kenapa kamu mandi disini ucap Beck dengan sedikit marah tapi tidak sampai berucap kasar,takut adiknya mendengar suaranya.


"Maaf mas,,aku bukan sengaja mandi disini,aku hanya tidak mau kalau Bian sampai curiga,kalau aku mandi di kamar mandi belakang,ucapnya dengan terbata bata karena sangat malu dengan keadaanya saat ini.


Sejenak Beck berfikir memang ada benarnya ucapan Carel.


"Lalu sedang apa kamu berdiri disini,cepat ganti bajumu,,,,ujar Beck.


Sebenarnya Beck juga lelaki normal ia tidak akan tahan jika melihat keadaan Carel seperti itu terus menerus.


"Tapi mass,ada masalah,,aku mau meminta bantuanmu,,,Tolong ambilkan aku baju di kamarku,tanpa membuat Bian curiga!!tolong ya mas,pinta Carel tetap tangan Carel menutupi tubuhnya yang terbuka.


Beck membuang nafas dengan kesal,lalu pergi keluar kamar,Beck melihat Bian memaikan ponselnya diruang tamu yang searah dengan kamar pembantu belakang


"*Bian kamu menonton tv aja dulu diruang keluarga,kakak membersihkan diri dulu,setelah itu kita bisa bicara.


"Baiklah kak*".


Akhirnya Beck bisa membuat Bian meninggalkan ruang tamu dan beranjak keruang keluarga samping.


Bergegas Beck menuju kamar belakang dan mengambil baju Carel dengan tergesa gesa.


Ia teramat bingung baju mana yang harus dipilihnya saat ini.


Beck mengobrak abrik isi lemari Carel dan mengambil beberapa baju entah yang mana yang cocok,dan dengan gemetar ia mengambil ****** ***** dan bra milik Carel,yang sebelumnya ia belum pernah melakukannya.


Begitu selesai Beck bergegas keluar dari kamar belakang dan...


"Kakak dari mana kok bawa baju,,tanya Bian yang sedang mengambil minuman dikulkas.


"ini kakakmu kemarin menyisihkan baju yang tidak terpakai dikamar belakang,dan ada beberapa baju yang masih dipakai ditaruh dibelakang juga,jawabnya.


"ohhh...."


Lalu dengan buru buru Beck masuk ke dalam kamarnya.


"Ini...sambil melempar baju diatas kasur,


aku tidak tau mana yang mau kamu pakai jadi aku mengambil beberapa saja.


Cepatlah pakai baju.


"Terima kasih mas,ucapnya dengan tersenyum.


Beck memasuki kamar mandi,dan membersihkan dirinya juga.


Carel memakai baju kala Beck masuk kekamar mandi,ia teramat malusampai wajahnya berwarna merah seperti kepiting rebus.


Setelah selesai memakainya Carel menyisir rambutnya yang teruarai panjang dan hitam.ia sedikit memoles wajahnya dengan make up yang berada didalam tasnya.


Beck yang melihat dari belakang tidak diketahui Carel.


Beck melihat Carel sangat cantik,entahlah tidak seperti biasanya,kala melihat Carel ia pasti akan marah tapi entahlah semenjak kemarin ketika ia melihat istrinya ada yang berbeda.


"Apa aku sudah mulai kagum dengannya,dengan cepat ia menyingkirkan perasaannya itu,dan mengatakan bahwa hanya ada Shinta didalam hatinya.


"Hemm.....Beck mendehem,,

__ADS_1


Carel terkejut dan beranjak dari duduknya.


"*Maaf mas,aku akan segera keluar,ucapnya sambil menunduk karena ia melihat Beck hanya melilitkan handuknya dari pinggang sampai paha,dan melihat dada bidang suaminya,dan perut kotak kotaknya


"Kenapa kamu menunduk,kamu malu*??


Carel hanya mengangguk,dan tetap tertunduk.


"Kamu ambilkan aku baju,di walk in closet.


Carel mengiyakan permintaan Beck.


Dan memilih beberpa kaos serta celana pendek yang ia biasa gunakan dirumah beserta **********,ketika mencari kaos...Carel melihat baju perempuan tertata rapi disana dan beberapa gaun malam yang bergantung,seketika ia berpikir"itu pasti bajunya Shinta"ada perasaan kecewa dalam dirinya.


Sebisa mungkin ia menepis perasaanya itu.


Lalu menaruh baju bajunya diatas kasur,lalu pergi keluar kamar dan meninggalkan Beck di dalam.


Carel menemani Bian diruang keluarga.


"*Hai...ucap Carel mengaggetkam Bian.


"Kakak,aku terkejut kenapa lama sekali mandinya,,ucapnya.


"emmm....pasti kakak lagi berduaan ya sama kak Beck,ujar Bian mengerjai kakaknya*.


Muka Carel merah padam,karena malu dengan uacapan Bian.


"Seandainya Bian,pernikahanku seperti wanita umumnya,ucapnya dalam hati.


Beck keluar dari kamar,menghampiri Bian adiknya.


"*Kak Mama sama Ayah minta kakak menginap di rumah hari ini,aku minggu depan berangkat ke Belanda lo kak sama Mama dan Ayah,ucapnya dengan cepat dan cerewet.


"oya...berapa lama kamu disana,


"Paling sebentar sih 1 bulan,mungkin bisa lebih.


"Apa kakak mau ikut sama kak Carel,kalian bisa berbulan madu disana kak,ujarnya tanpa malu.


"Tidak usah,kakak banyak pekerjaan,lain kali saja kalau kakak ada waktu bisa kesana,kalau untuk saat ini sepertinya tidak bisa.elak Beck.


"Baiklah,terserah kakak saja,


"Jadi bagaimana kakak,mau tidak menginap dirumah sekarang??tanya Bian lagi.


"Boleh deh,ya kan Sayang,,Beck menyenggol Carel yang sedari tadi terdiam.


"Terserah mas aja,,ucapnya dengan lembut*.


Lalu merek bertiga bersiap siap meninggalkan Apartemen,dan turun kebawah.


"*Bian pakai mobil kakak saja,mobilmu biarkan disini biar besok di ambil sama sopir.


"Siap kak*".


Beck masuk kedalam mobilnya disusul Carel yang duduk disebelah kemudi dan Bian duduk dikursi belakang,mereka bertiga seperti keluarga yang sangat harmonis,bahwa tanpa ada yang tau persoalan sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2