Jangan Sakiti Aku,Suamiku

Jangan Sakiti Aku,Suamiku
PURA PURA


__ADS_3

Beck akhirnya sampai di ibu kota lagi tepat pukul 11 siang dia mendarat di bandara.


Setelah Beck mengantarkan Shinta pulang dia juga bergegas pulang menuju ke apartemennya,setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit,sampailah dia di huniannya.


Beck menekan pin pintu rumah.


Rumah begitu tampak sangat sepi,dia meneliti kesegala ruangan dan benar saja,rumah benar benar kosong saat ini.


Dalam hati Beck bergumam "Kemana wanita itu pergi,jadi begini kelakuannya,jika tidak ada suaminya dirumah,awas nanti akan aku beri perhitungan".


Lalu Beck menyalakan hpnya,semenjak Carel menghubunginya malam itu,dia mematikan ponselnya,karena merasa terganggu.


Ada beberapa panggilan masuk,yang tak terjawab mulai dri Altaf,staf,sekertaris dan adiknya bian juga menelfon.


Lantas Beck segera menelfon Adiknya bian,,


tanpa menunggu waktu lama,telfon segera tersambung.


"Hallo...kak,,kakak dimana,aku sudah sampai dijakarta lo ini...."


"maafin kakak ya nggak bisa jemput kamu,ini barusan kakak sampai di rumah,nanti malam deh kakak kesana,kakak masih capek.."jawab Beck.


"it's okey kak,,,Bian tunggu ya,,,"lalu menutup panggilannya.


Lalu Bian memberitahu Carel kalau Beck sudah pulang dari urusan bisnisnya,setau Bian memang kakak nya ada urusan pekerjaan bukan sedang berlibur.


Setelah itu Care jugal bergegas berpamitan kepada mertua dan adiknya untuk pulang,pasti beck mencari dirinya.


"Maa Carel pulang dulu yaa,takut nanti mas nyari in kan nggak tau kalau Carel ada disini..."


"Baiklah ati ati ya Kak,kakak tadi juga bilang kok kalau mau kesini..."ucap Bian.


Carel lalu memesan taksi dan pulang menuju rumahnya.Sebenarnya perasaan Carel begitu takut menghadapi suaminya.Tapi dia memcoba menepis perasaannya itu dengan fikiran yang positif.


Sesampainya di Apartemen,carel dengan terburu buru membuka pintu dan masuk ke dalam rumah,dia melihat seisi ruangan sepi.


Dan tiba tiba terdengar suara yang mengagetkan dari dalam pintu kamar Beck.


"Ow...pintar sekali ya kamu,seperti anjing liar tidak tahu sopan santun,menginap dimana kamu semalam..." dengan nada bicara yang sangat kasar.


"Maaf mas,aku menginap dirumahnya mama,mama,ayah sama bian yang memintaku menginap disana,,,"mencoba menjelaskan.


Sebenarnya hati Carel begitu sakit mendengar ucapan Beck,tapi dia mencoba menahannya.


"Cepat cuci semua baju bajuku ini "sambil menendang koper yang ada disebelahnya.


Dengan cepat Carel membawa koper yang berat itu menuju ruang laundry dan mulai mencuci baju baju yang dipakai Beck selama berlibur.

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusan mencuci,Carel pun seperti biasa membereskan seisi rumah.


Sore harinya Carel membuat makanan ringan,lalu memberikan beberapa kepada Beck yang tengah membaca koran.


"Ini mas ada camilan,sama aku bikinin kopi".


Beck tidak menjawab dan tetap asyik membaca koran.


Setelah itu Carel masuk ke kamarnya dia menangis,hatinya begitu sedih kala melihat sikat suaminya,dia harus tabah.Dia ingin membaringkan diri sebentar karena begitu lelah.


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dikamarnya.


"Itu pasti Beck...."


Bergegas Carel membuka pintu,


dan terlihat Beck yang begitu gagah dan tampan berdiri di hadapannya.


"Ada apa mas???tanya Carel dengan sedikit takut.


"Nanti jam setengah 7 ikutlah kerumah Ayah,dan satu lagi kamu harus bersandiwara untuk pernikahan ini terlihat harmonis,aku tidak mau kalau keluargaku sampai tau.ucap Beck dengan dingin menerangkan.


"Baaaik....mas*".


*


Begitu pula dengan Beck yang terlihat modis memakai celana pendek dan kaos oblong yang dipakainya,yang begitu pas dipakainya.


Kedua insan ini terlihat sangat cocok ketika berjalan beriringan.


Tidak ada sapa menyapa diantara mereka berdua,sampai mereka memasuki mobil hitam yang mewah.


Carel tidak berani memandang Beck,lalu ia mengedarkan pandangannya ke arah luar jendela,sambil menikmati udara malam yang sedikit dingin,karena diguyur hujan.


"Aku berharap ini tidak berlalu mas,walaupun ini hanya Sandiwara saja,tapi hatiku begitu sangat senang...ucapnya dalam hati.


Setelah sampai dihalaman depan rumahnya,carel dan Beck turun dari mobil,mereka berjalan beriringan dan kemudian Beck berhenti sejenak.


"Tunggu....kamu harus bersikap se alami mungkin,jangan sampai gagal,ucap beck mengingatkan.


"iya mass....."jawab Carel.


Dengan terpaksa Beck mengandeng tangan Carel,Hati Carel bergedup kencang ini pertama kalinya dirinya digandeng oleh seorang lelaki,yaitu suaminya.


Lalu Beck mengetuk pintu dan segera dibukakan oleh pembantunya.


"Hai...maa...ayah,,,sapa Beck.

__ADS_1


Dengan cepat Bian memeluk kakak lelakinya itu.


"Bian rindu kak,,,,,ucapnya sambil memeluk tubuh kakaknya dengan erat.


"Benarkah tapi kakak tidak merindukanmu,dengan nada meledek...."


"Ahh....kakak....dan diringi tawa oleh Ayah mama dan Carel.


Hati Carel begitu senang melihat pemandangan seperti ini,


"andainya pernikahnnya seperti yang diharapkan"....ucapnya dalam hati.


Lalu mereka berkumpul bersama dimeja makan,untuk makan malam,sudah lama sekali mereka tidak berkumpul untuk menikmati waktu bersama dan berseda gurau.


"Kakak cepet bikinin aku keponakan donk,kan sebentar lagi q sudah stay di indo nih sebentar lagi,biar ada yang diajak main....celoteh Bian.


Beck dan Carel saling menatap dengan bingung mau menjawab apa,tidur bersama pun tidak pernah,pikirnya.


"Bian soal anak biar jadi urusan kita berdua,kamu jangan ikut campur,jelas Beck.


"lagian kita kan masih mau menikmati masa pacaran dalam pernikahan ya kan sayang.."sambil menggenggam tangan Carel.


"emm...iya mas....."seandainya itu benar adanya mas,entalah hanya digengam dengamu saja hatiku sudah sangat senang mas,,ucapnya dalam hati.


Mama dila dan Ayah Bayu sangat senang melihat keharmonisan rumah tangga anaknya itu.


"Beck Ayah senang,akhirnya kamu bisa mencintai Carel dengan tulus,akhirnya Ayah bisa menuruti permintaan almarhum ayah Carel untuk menjaga dan mencintainya seperti anak sendiri,ujar Bayu sengan senang.


"Tentu ayah"


Mereka saling menatap.


Setelah makan malam selesai,Bayu dan Beck berbincang untuk masalah pekerjaan yang sekarang sedang ada pembangunan town square.


sedangkan mama dila,Bian dan Carel asyik bercerita tentang banyak hal.


Waktu berlalu begitu cepat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,karena besok sudah pasti banyak pekerjaan yang menunggu,akhirnya mereka pamit untuk pulang.


"Kamu tidak menginap disini saja nak,,hari sudah sangat malam lo,,,ucap mama dila.


"Tidak ma...aku pulang saja,,besok aku harus berangkat pagi pagi sekali,,pekerjaanku banyak..jawab Beck"


"Baiklah kalau begitu kalian hati hati dijalan ya...jangan ngebut ngebut kalau jalanan sepi,berbahaya...ucapnya mengingatkan.


Lalu mereka menaiki mobil dan bergegas menancap gas menuju jalanan ibukota yang semakin sepi dan dingin.


\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2