Jangan Sakiti Aku,Suamiku

Jangan Sakiti Aku,Suamiku
HARI YANG BERAT


__ADS_3

Setelah kepergian suaminya Carel langsung beranjak pergi menuju ruko yang rencananya akan ia sewa untuk memulai bisnis kecil ini.


Carel segera mencari taksi dan menunggu dipinggir jalan,sepertinya hampir setengah jam Carel menunggu taksi,tapi juga belum ada tanda tanda akan lewat.


Tiba tiba terlihat mobil suv putih melintas di sampingnya dan berhenti,ia teringat akan mobil itu dan seperti dugaannya,ketika kaca mobil diturunkan terlihat Altaf,dari balik kemudinya.


"Altaf,,,????seru Carel.


"*Carel,,naiklah...aku tau kamu sedang menunggu taksi,di jam segini orang orang banyak yang berangkat ke kantor mungkin kamu akan menunggu setengah jam lagi untuk mendapatkan taksi,celoteh Altaf.


"Apa ini tidak merepotkan kamu.....????Tanya carel.


"Tentu saja tidak,kalau aku repot,aku tidak akan membuang waktu ku untuk berhenti di sini sekarang.


"Baiklah*...."


Lalu carel membuka pintu mobil dan menaiki mobil suv putih tesebut.


"Kamu mau kemana???tanya Altaf mencairkan suasana.


"Aku mau ke tebet,aku ada janji dengan pemilik ruko,,jelas Carel.


"okey,,,kita satu arah sekarang,lalu Altaf melajukan mobilnya dengan sedikit merayap.


karena di jam jam segini memang ibu kota akan dipenuhi para pengendara yang akan berangkat ke kantor untuk bekerja.


Altaf terkadang melirik Carel yang termenung didalam mobil,dan Altaf juga melihat pipi merahnya,bekas tamparan suaminya tadi pagi.


"Carel pipimu kenapa????tanya altaf ingin tau.


"ohh...ini....ia bingung mau menjawab apa,dan hanya memegang bekas tamparan itu dengan perasaan pilu.


"Carel....kamu jangan sungkan cerita denganku,anggap saja aku seperti Diana sahabatmu juga,kalau kamu ada masalah,butuh solusi aku bisa menjadi teman ceritamu...ungkap Altaf meyakinkan.


"Baiklah altaf tapi untuk saat ini aku sedang ingin fokus dulu dengan rencana bisnisku.


Dan terima kasih Altaf kamu sudah banyak membantuku,ucapnya sambil tersenyum mekar di bibirnya.


Altaf begitu sangat senang melihat Carel bisa tersenyum lagi,tidak seperti di awal awal....yang begitu tampak sedih.


Tanpa terasa Carel sudah sampai di tempat bertemu dengan pemilik ruko.

__ADS_1


Carel turun dari mobil dan berucap.


"Altaf,terima kasih sudah memberiku tumpangan,dengan senyumnya yang kian menambah cantik diwajahnya.


"Sama sama Carel,,sampai berjumpa lagi.....lalu Altaf melajukan kembali mobilnya menuju kantor.


Selama didalam perjalanan menuju kantor,banyak yang ingin Altaf tanyakan kepada sahabatnya yang sudah tujuh hari tidak bertemu dengannya.


Sesampainya dikantor,Altaf bergegas menuju ruangan sahabatnya itu.


tok...tok...tok...suara ketukan pintu.


"Masuk....jawab Beck.


Lalu Altaf masuk kedalam ruangan Beck dan duduk di sofa dengan wajah yang sedikit mengintimidasi.


"Kenapa dengan wajahmu,seperti akan menerkam ku saja ,tanya Beck.


"Kamu dari mana saja,dengan Shinta?kamu tidak pergi dengan istrimu kan waktu itu???


"Sudahlah,aku jadi malas kalau harus membahas wanita itu,jawab Beck.


"Tapi Altaf,kamu tidak bisa seperti ini,kamu sudah menikah,kamu punya istri,bagaimana dengan pernikahanmu..tanya Altaf.


"Pernikahan itu hanya diatas kertas taf,kamu harus tau itu dan sebentar lagi aku akan menceraikannya,,jawab Beck dengan dingin.


"Aku tidak mengerti dengan jalan fikiran kamu Beck.


"Sudahlah taf,kamu jangan mencampuri urusan rumah tanggaku..jawab Beck dengan ketus dan nada tinggi.


Lalu altaf pergi dari ruangan Beck dan menuju ruangannya sendiri,entahlah hari ini perasaannya dibuat kacau.


Ditempat lain terlihat Carel sedang bernegosiasi masalah harga sewa dengan pemilik ruko,dengan Bapak Marcel.


"Baiklah pak saya setuju dengan harganya,bisa segera siapkan surat sewa dan nanti bisa segera saya transfer uangnya.


Carel begitu senang bisa mendapatkan ruko ditempat yang strategis dengan harga yang lumayan murah lah diantara ruko ruko yang lain.


"Akhirnya sebentar lagi aku punya penghasilan dan pekerjaan sendiri,meskipun Beck tidak memberiku uang setidaknya aku harus bisa hidup dengan penghasilanku sendiri.


Setelah transaksi dengan bapak Marcel selesai,carel pamit undur diri dan bersiap dengan beberapa hal untuk memulai bisnis kecilnya itu.

__ADS_1


"Pertama tama aku harus mencari koki terlebih dahulu,lalu asisten koki,kasir dan pelayan,ucapnya dengan senang.


Dia pun membuat beberapa tulisan lowongan pekerjaan di sosial media yang dia punya.


Sore harinya Carel bergegas pulang menuju apartemen karena takut kemalaman dan keburu Suaminya pulang hari ini dia sangat lelah karena garus mondar mandir dengan beberapa urusan.


Setelah membersihkan diri,dia memulai dengan laptop yang dia punya untuk menulis beberapa kebutuhan untuk bisnisnya itu,


"Mungkin besok aku harus ke toko mebel untuk membeli beberapa peralatan,pikirnya.


Lalu ponsel berdering,dia segera menerima telfon yang masuk itu.


"Hallo kak Carel,sedang apa ...?tanya Bian manja.


"Hallo Bian,kakak sedang menulis beberapa keperluan untuk rumah makan yang pernah kakak ceritakan itu,kebetulan kakak sudah menemukan tempatnya.


."o...yaaa.....???


"Bian besok bisa temani kakak pergi membeli beberapa keperluan ke toko,tanya Carel.


"Bisa kak,dengan senang hati aku gabut banget dirumah kak,,jawabnya sambil mengeluh.


"Baiklah..besok jam 10an kita pergi ya...lalu mereka menyudahi telfonnya.


Carel sampai jam 11 malam menyelesaikan tugasnya yang ia tulis di laptopnya itu.


Terlihat tanda tanda suaminya pulang,Carel bergegas bangun dari sofa dan membuka pintu.


"Malam mas,,,"


Tanpa menjawab Beck masuk menuju kamar,dan mengunci kamarnya.


Carel berlalu mengambil laptop dan membawa menuju kamar,meskipun hatinya sedikit bersedih tapi dia mencoba menekan perasaanya sendiri.


Dia mencoba menerima kenyataan bahwa memang seperti inilah pernikahannya.


Didalam kamar Beck bergegas mandi dan merebahkan dirinya di ranjang yang empuk itu,dan mulai berfikir "dari mana sebenarnya Altaf tau kalau aku pergi dengan Shinta,apa Carel mencari ku dikantor dan menanyakan keberadaan ku"ia ingin sekali menanyakan hal itu kepada Carel tapi dia sedang tidak ingin melihat wajah istrinya itu,lantas ia memejamkan matanya dan tertidur.


Begitu pula dengan Carel yang merebahkan dirinya dan merenungkan nasibnya dan hari yang dilalui begitu berat hari ini.


......................

__ADS_1


__ADS_2