
Ternyata kebahagiaan yang sepuluh menit terjadi tidak berlangsung lama,ketika aku dan Beck memasuki mobil dan membelah sepinya malam,keheningan kembali menerpa kita berdua,hening,dan dingin.
Aku bermaksud untuk membuka obrolan tapi aku begitu takut,hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka percakapan.
"Mas,aku mau bicara.....ujar Carel,memecah keheningan".
Beck hanya diam,tanpa menjawab ucapan Carel.
Carel memberanikan diri,kembali berbicara kepada Beck.
"Mas...aku ingin meminta izin,aku ingin sekali membuka rumah makan...!!
"Aku tidak perduli dengan apa yang mau kamu lakukan,ucap Beck dengan dingin.
Aku hanya bisa menahan rasa sakit ku sendiri mendengar ucapan suamiku,aku kembali memandang luar jendela lagi,untuk mengatur perasaanku.
Lamunanku terbuyarkan oleh suara ponsel Beck yang berdering,tanpa menunggu lama dia mengangkat ponselnya,dan terdengar....!
"Hallo...sayang ada apa menelfon,ini sudah larut....!
"Maaf Beck mengganggu waktumu,tapi saat ini aku sedang demam,bisakah kamu membelikan ku obat di apotik,persediaan obat dirumah ku kebetulan habis" jelas Shinta.
"Apa kamu sakit,ucap Beck kaget lalu menepikan mobil yang dikendarai saat ini.
"Baiklah,aku segera kesana sayang,,ucap Beck dengan cemas.
Carel yang mendengar semua itu hatinya begitu ter iris,air mata yang menggenang di pelupuk matanya ia usahakan tidak terjatuh,ia hanya tidak ingin bersikap lemah,sebisa mungkin dia bersikap tegar.
Beck melajukan mobilnya lagi ketika berada diujung persimpangan jalan,dia memberhentikan mobilnya kembali dan berkata.
"Kamu turunlah disini,kamu cari taksi dan pulanglah,sambil membuka kunci pada pintu samping Carel.
"Tapi mas ini sudah larut,jarang ada taksi lewat di persimpangan jalan ini,menjelaskan.
"Aku tidak perduli,kamu cepat turun kalau perlu jalan kaki saja,ucap Beck dengan kasar.
Carel terpaksa turun dari mobil dan menutup pintu mobil kembali,dia seperti istri yang terbuang saat ini,bahkan dimalam yang selarut ini, suaminya tega meninggalnya di jalanan yang sepi.
Pikirannya terbang ke mana mana,dia begitu takut akan kejadian yang dulu pernah menimpanya kala itu,dia takut kalau nanti ada orang yang berbuat jahat kepadanya.
Kala mobil hitam menjauh darinya,hatinya begitu sakit,dan air mata yang ditahannya sedari tadi akhirnya jatuh ke pipi yang merona itu.
"Kenapa kamu setega itu mas,,kamu meninggalkanku disini,setidaknya antar lah aku pulang terlebih dahulu,dengan isak tangis yang menjadi jadi.
Entah kenapa kali ini hatinya begitu sakit,sangat sakit,
__ADS_1
Apa karena ia melihat Beck yang lebih memilih kekasihnya dan menurunkannya disini,seperti orang buangan,yang tidak dibutuhkan.
Lama ia merenung disisi jalan dan memilih berjalan kaki sambil berharap ada taksi yang lewat.Setelah cukup lama ia berjalan,ia dikagetkan dengan seseorang.
Tak disangka mobil suv berwarna putih yang sepertinya pernah dikenalnya pun berhenti tepat disampingnya,dia sangat terkejut seseorang menurunkan kaca mobilnya,dan ternyata itu adalah Altaf.
"Altaf.....ucap Carel terkejut.
"Carel kenapa kamu selarut ini berada di jalanan yang sepi?tanya Altaf.
Altaf meneliti keadaan Carel yang terlihat sedang tidak baik baik saja,ia melihat Carel habis menangis dengan mata yang sembab.
"Kamu cepat masuklah kedalam mobil ku,,aku akan mengantarmu,altaf membuka pintu mobil,dan membantu Carel masuk kedalam mobil.
Tanpa butuh waktu lama Altaf mengemudikan mobilnya kembali dan membawa Carel pulang menuju apartemen Beck.
"Terima kasih Altaf,ini kesekian kalinya kamu menolong ku,,ucapnya.
"Tidak masalah, Carel apa yang sebenarnya terjadi???tanya Altaf.
Dia sangat kasihan melihat keadaan Carel saat ini,entah kenapa hatinya bergetar kala melihat Carel,rupanya benar Altaf telah jatuh cinta dengan istri sahabatnya itu,dia telah jatuh cinta pada saat pertama kali bertemu dengan Carel.
Carel tidak menjawab pertanyaan Altaf seketika,melainkan masih meratapi nasibnya.
"Apa kamu ada masalah dengan Beck,bukannya Beck ada makan malam dengan keluarganya???Tanya Altaf lagi.
"Maaf Altaf,saat ini aku belum bisa bercerita,bisakah lebih cepat menyetirnya!!!pinta Carel.
"Baiklah...maafkan aku!!!jawab Altaf.
Altaf merasa memang bukan kapasitasnya menanyakan perihal rumah tangga orang lain,dia berharap apa yang di alami Carel cepat berlalu.
Perjalanan akhirnya telah tiba didepan apartemen Carel,ia lantas turun dari mobil Altaf.
"Altaf,,,terima kasih untuk tumpangannya,kalau tidak ada kamu...aku tidak tau seperti apa nasibku...ungkap Carel.
"Sama sama Carel,kamu cepat masuk lah...diluar sangat dingin...ucap Altaf.
Setelah itu Carel bergegas masuk ke dalam lift,dan Altaf meninggal kan kediaman Carel.
Sementara ditempat lain terlihat Beck,begitu telaten merawat Shinta yang demam,,,dan jam menunjukkan pukul 2 pagi.
"Beck...pulanglah,nanti istrimu menunggu...ujar Shinta.
"Kamu tenanglah,malam ini aku menginap disini...ucap Beck.
__ADS_1
Beck akhirnya menghabiskan malam dirumah Shinta.
Dan Carel tidak bisa tidur sedari tadi menunggu kedatangan suaminya.
Ini sudah jam 2 pagi juga belum pulang,apakah kamu tidak pulang lagi mas,,,ucap Carel.
...*****...
Keesokan harinya,Beck datang ke apartemen untuk mandi dan mengambil beberapa berkas yang akan dibawa ke kantor.
"Pasti hari akan menjadi hari yang sangat sibuk,gumam Beck dalam hati.
Carel sudah selesai bersih bersih karena dari semalam dia tidak tidur.
Ketika Beck pulang pun juga dia tidak bertanya apapun kepada Beck,Begitu pula dengan Beck juga tidak menegur Carel sedikit pun.Setelah itu Carel akan pergi menemui pemilik ruko.
"Mas....aku pamit mau pergi untuk melihat beberapa ruko,,ucap Carel meminta izin.
"Dasar wanita tidak tahu diri,suamimu bahkan belum berangkat ke kantor dan kamu sudah mau pergi,,ucap Beck dengan nada tinggi.
"Tapi mas,aku sudah ada janji dengan...."
"plaakkkk....."
Belum selesai Carel menyelesaikan ucapannya,Beck datang menghampirinya dan menampar pipi mulus Carel,hingga tampak merah.
"Kamu..jangan berani membantahku....ucap Beck dengan kejam.
Carel hanya memegang pipi bekas tamparan Beck sambil menahan tangis.
Betapa ia ingin meluapkan semua kepada Beck tapi ia tidak punya kekuatan.
Ia akhirnya hanya bisa menuruti keinginan Beck,dan berangkat setelah Beck pergi ke kantor.
"Kalau sampai nanti malam,kamu belum pulang begitu aku pulang,kamu akan tahu akibatnya,
selama kamu tinggal disini,kamu harus menaati aturan yang aku buat disini,sambil berlalu pergi meninggalkan Carel.
Beck akhirnya berangkat ke kantor,Setelah Beck pergi Carel akhirnya menangis.
"Kenapa selalu seperti ini sikapmu terhadapku",,,,,hanya menangis yang Carel bisa saat ini, tidak ada tempat untuk bersandar,berkeluh kesah,dia terlalu takut menceritakan ke semua orang,tentang kenyataan bahwa pernikahan ini sedang tidak baik baik saja.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa beri like dan Vote yaa para pembaca,,,
supaya bisa lebih semangat lagi untuk novel pertamaku ini...❤️❤️❤️