
Manusia di penuhi dengan rasa cemburu dan irih apa lagi kalau sesuatu itu berharga bagi kita.
Suga pulang dari sekolah tapi ada yang mengejutkan karena di dalam apartemennya sudah ada 6 laki-laki tampan.
" Jin nyung...." Langsung menghampiri Jin Nyung lalu memeluk seakan memang sudah dekat banget.
"Gila Suga lama gue gak temu lo." Sahut Jin nyung menepuk-nepuk punggung Suga.
"Nyung...." Teriak Ncim dan langsung melompat ke pelukan Suga setelah Suga melepas pelukkan Jin Nyung.
"Ihh nih bocah, gimana kabar lo." Tersenyum ramah.
"Ncim kangen sama Suga nyung." Sahut Ncim manja.
"Sudah jangan manja-manja." V menarik baju Ncim agar terlepas dari Suga.
Mereka bertujuh bertemu di tempat rehabilitas di korea, tidak ada yang tau kecuali mereka bertujuh.
Suga mengangkat Ncim menjadi adik angkatnya dan Ncim memang menetap di Korea dengan segala fasilitasnya di biayai Suga.
Karena itu Suga sangat sayang dengan Ncim dan juga sebaliknya Ncim menggangap Suga sebagai satu-satunya keluarganya dan pahlawan serta alasan dia masih hidup sampai saat ini.
"Waahhhh apartemenmu cukup mewah, besar dan rapi. Gak ada pembantuh nih tapi emang kebiasaan lo sih" Seru Rm.
"Ada, dia belum datang."
"Dia ? Dasar gak sopan, manggilnya bibik kali kok dia." Sahut Jin nyung yang memang tertua di sini.
"Kebiasaan nih nyung, ngapai juga gue manggil dia yang umurnya di bawah gue dengan panggilan bibik." Suga.
"Dapat dari mana nyung pembantu semuda itu." Tanya Jk adik Jin nyung.
"Jk jangan ikut-ikut pembicaraan orang dewasa, sana main sama Ncim." Jin nyung menyuruh Jk pergi main bersama Ncim dengan muka cemberut, Jk pergi menuruti perintah Jin nyung.
"Oh iya dari mana nyung tau sandi apartemenku." Tanya Suga penasaran.
"Ncim yang bukai, dia coba pakai sandi apartemannya dan benar saja sama, gak ada sandi yang lain sampai sama banget kayak Ncim" Tanya Jin.
"Pelupa gue."
Di sini yang tertua Jin Nyung dengan nama lengkap Dejin Vora.
Ncim adek angkat Suga yang bernama Rancim Faro dan menetap di korea sekarang bersekolah di tingkat SMA kelas 1.
RM yang aslinya bernama Reo Marsel baru dekat dengan Suga saat di korea itu.
Jk adalah adik Jin nyung yang mempunyai nama panjang Jack Gae.
Jhope adalah teman pertama Suga di tempat yayasan rehabilitas dan mereka sangat dekat.
Dan yang terakhir V yang bernama lengkap Vkar Bayun.
__ADS_1
V juga adalah adik kandung jhope hanya berpaut 2 tahun, mereka juga mempunyai watak ceria tapi kalau V lebih mengarah ke arah jail.
" Kalian ambil sendiri gue gak mau iya ngelayani kalian." Sahut Suga lalu duduk menyalahkan televisi.
"Baik bos." Jawab Ncim, V dan Jk yang memang lebih mudah umurnya dari pada kami.
Semua pada asik sendiri sampai masuklah Zie.
"Klik"
Bunyi pintu terbuka.
Semua orang langsung berhenti sejenak dan melihat ke sumber suara kecuali Suga.
Zie langsung mematung di lihat 6 pangeran tampan.
"Oh Tuhan kenapa ada 6 pangeran ganteng di sini, apa aku berhalusinasi. Apa aku salah masuk tempat iya." Membatin dalam hati lalu melihat satu persatu para pangeran tampan.
"Maaf sepertinya saya salah masuk kamar." Tersenyum kikuk.
"Dasar bodoh, tidak mungkin kau salah masuk, disini semua terkunci dan gak mungkin sembarang orang masuk." Suga yang baru datang dari toilet.
"Siapa tuh Suga, pacarmu?" Tanya Jin nyung.
" Jangan bercanda nyung, tampang seperti itu pacarku ?" Tersenyum mengejek.
"Cantik kok nona ini." Jawab Ncim polos.
Ncim yang tau sifat nyungnya itu langsung menunduk dan diam.
"Emhhh... Kenali gue Jhope." Mendekat dan langsung memperkenalkan diri.
Jhope adalah sosok yang hangat dan gampang bergaul walaupun dengan orang yang baru.
"Hahaha.... bebas dong siapa ajah yang deketi." Balas RM.
Mata Zie langsung tertujuh pada laki-laki tinggi berbadan tegap itu serta berkulit sawo matang. RM memang terkenal sangat berwibawah dalam berpenampilan dan juga rapi.
"Astaga keren banget itu cowok, kalau di lihat semakin dekat. Cowok idaman banget." Membatin dan sedikit senyum.
"Udah gak usah dengeri mereka, masuk ajah dek." Jin selaku kakak mencaikkan suasana yang memang mulai risuh seperti tidak pernah bertemu perempuan.
"Iya, kak." Zie sedikit malu dan canggung menjadi perempuan satu-satunya dalam satu atap walaupun hanya sementara.
Zie mulai membersihkan apartemennya, saat Zie menyapu.
"Sini Aku bantu buang sampah iya." Goda V yang seakan mulai mendekati.
V dan Zie satu umur jadi bahasa V seperti santai.
Zie belum tau kalau Suga 4 tahun lebih tua di atasnya.
__ADS_1
"Makasih." Masih merasa canggung.
"Ehhh..., adik jahanam kenapa lo curi star duluan." Jhope datang dan menarik V yang tadi bermaksud membantu malah menambah pekerjaan Zie saja.
Karena aksi tarik-tarikkan mereka sampah yang ada di kotak sampah tersebut jadi tumpah semua.
"V..."
"Jhope.... " Suara Suga keras dan terlihat marah dengan mata sesikit memerah dan berair.
Suga memang paling benci kalau tempatnya kotor apalagi dengan kotoran yang sangat terlihat.
"Nyung..., meane... " Jawab V dan Jhope merasa bersalah.
"Kalian lebih baik kesana dan aku mohon jangan sentuh apapun sampai dia selesai membersihkan." Dengan penuh penekanan karena memcoba mengontrol kemarahannya.
Zie juga sangat terkejut Suga bisa semengerikan itu kalau marah.
Zie langsung memungut sampahnya, tanpa di sadari Suga juga ikut memungutinya.
"Maaf iya, adik-adik gue emang gitu apalagi sama kakak beradek itu." Baru kali ini Suga minta maaf.
"Ahh,,, adek?" Hanya bisa mengatakan itu karena Zie memang tidak paham.
"Sudahlah, kau memang hanya pintar materi tertulis saja, tapi pemahaman logika kau sangat buruk." Bangkit dan pergi.
"Sok pintar banget, gue seorang jenius kali." Mengomel saat orangnya tak ada itu mungkin sudah jadi kebiasaan.
"Dia memang pintar, hanya penyampaiannya saja dia terlalu cuek." Jawab RM yang tak sengaja lewat dan mendengar Zie.
Zie hanya mematung dan sedikit takut kalau orang tampan ini akan mengadu pada Suga.
"Oh iya, kenali namaku RM. Nama lo siapa? " RM.
"Ya ampun ternyata di baik, ramah emmhh, berasa pengen di gapai." Zie Membatin.
"Hello.... " RM menegor karena Zie sempat melamun.
"Zie.., namaku Zie." Jawab Zie sedikit terbatah terlalu grogi.
"Sangat singkat, tapi mudah diingat kok." RM senyum manis dan senyum bisa membuat orang serangan jantung di tempat.
"RM.... " Panggil Jin nyung terdengar.
"Gue ke sana dulu iya, dipanggil Jin nyung." Senyum terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan Zie.
"Astaga, laki idaman banget. Apa daya gue hanya upik abu." Melanjutkan pekerjaannya.
Terimakasih.
Sampai jumpah.
__ADS_1