
"sambelnya yang banyak pak, saya suka pedas soalnya."
"iya den..tunggu sebentar, nanti akan kami sajikan."
Pelayan rumah makan itu pun bergegas meninggalkan pemuda itu dan masuk ke dapur untuk membantu rekannya.
Tidak berapa lama beberapa rombongan lain ikut memasuki rumah makan tersebut. Dari pakaian yang dikenakan bisa dilihat bahwa rombongan tersebut merupakan saudagar kaya.
Setelah memilih tempat duduk yang kosong, seorang pelayan segera menghampiri meja rombongan dan menawarkan apa yang ingin dipesan.
"bawakan saja kami makanan yang paling enak disini, kami semua sudah lapar." Seorang laki-laki yang terlihat seperti pemimpin rombongan menjawab pertanyaan pelayan.
"Baiklah..mohon menunggu sebentar, hidangan akan disajikan sebentar lagi."
Pelayan itu pun bergegas meninggalkan rombongan itu dan segera pergi ke dapur. Saudagar kaya itu kemudian memandangi sekeliling rumah makan itu dan pada saat yang sama, seorang pemuda yang duduk sendirian menunggu hidangan juga melihat sekeliling, pandangan mereka bertemu sejenak.
Pada saat yang sama, terdengar derap langkah kuda menuju rumah makan tersebut, lima orang yang terlihat berpakaian serba hitam segera turun dari kuda mereka dan semuanya berjalan memasuki rumah makan tersebut.
Lima pendekar itu tidak lain adalah lima tengkorak hitam dari bukit karang bolong. Masing-masing dari mereka membawa pedang di pinggangnya. Dan di baju mereka terdapat lambang tengkorak.
Setelah memilih tempat yang kosong, pelayan rumah makan segera menghampiri meja mereka.
"mau pesan apa tuan ?" pelayan rumah makan bertanya dengan ramah.
__ADS_1
"bawakan kami arak dan ayam panggang, cepat tidak pakai lama..!!"
"baiklah..." pelayan itu segera bergegas meninggalkan rombongan tengkorak hitam.
Salah satu anggota tengkorak hitam berjalan mendekati saudagar kaya yang duduk terpisah beberapa meja dari mereka.
"kau pasti saudagar kaya...makanan kami kau yang harus membayarnya, apa kau mengerti ?"
Saudagar kaya itu ingin menjawab, namun belum sempat menjawab, anggota tengkorak hitam itu sudah mengeluarkan pedang dari pinggangnya yang kemudian diarahkan ke leher saudagar kaya.
Tanpa bisa melawan dan menjawab, saugar itu hanya mengangguk penuh rasa ketakutan.
"bagus..begitu lebih baik, nyawamu pun juga selamat."
Seorang pelayan kemudian membawakan sebuah ayam bakar ke meja pemuda yang memesan pertama.
Namun belum sampai ke meja pemuda tersebut, langkah pelayan dihadang oleh salah satu anggota tengkorak hitam.
"hehh....mau dibawa kemana ayam itu, kami disini."
"tapi...ini pesanan pemuda itu, ia sudah menunggu dari tadi." Pelayan rumah makan menjawab sambil ketakutan.
Anggota tengkorak hitam itu hanya memandang sekilas ke pemuda yang duduk di ujung. Pemuda asing itu hanya melihat apa yang dilakukan anggota tengkorak hitam dari kejauhan.
__ADS_1
"baiklah...ia sepertinya kelaparan, tapi aku akan mencicipinya dulu, sepertinya ayam bakar ini enak."
Ketika tangan anggota tengkorak hitam hendak mengambil ayam bakar itu, tiba-tiba ia berteriak keras memegang tangannya, sebutir koin melesat dengan cepat dan mengenai tangannya.
"aduhhh......siapa yang berani melakukan ini, bedebahh!!
Anggota tengkorak itu melihat sekeliling dan tidak menemukan orang lain sebagai tersangkanya kecuali pemuda yang memesan ayam bakar tersebut. Sementara itu ke empat anggota tengkorak hitam yang lain menjadi waspada.
"aku tau kau yang melempar koin itu padaku kan...?"
Pelayan yang membawa ayam bakar segera bergegas berjalan ke arah pemuda yang melempar koin.
"ini pesanan tuan...silahkan, tapi mohon jangan buat gaduh di rumah makan ini."
"oh iya...terima kasih."
Seolah tidak mendengar ocehan anggota tengkorak hitam, pemuda itu tersenyum pada pelayan rumah makan.
"bedebah...aku bicara padamu!!"
Anggota tengkorak hitam itu segera mendekati meja pemuda tersebut. Setelah dekat pemuda itu menoleh dan pandangan mereka bertemu.
"aku dengar apa yang kau katakan, namun aku sangat lapar....kita bisa berurusan nanti."
__ADS_1
"apa kau bilang...kurang ajar!!!"