
Keempat anggota tengkorak hitam yang terkena cakaran sang pemuda terlempar dan meninggalkan bekas yang membuat darah keempatnya mengalir.
"uhhkkk.....
Belum sempat keempatnya berpikir untuk menghentikan pendarahan, sang pemuda kembali melanjutkan serangannya.
Tak dapat dihindari keempatnya mendapat serangan tambahan dibagian yang terkena cakaran. Satu persatu akhirnya tumbang di tanah.
"ahh... bagaimana bisa?" satu orang anggota tengkorak hitam yang masih memulihkan pendarahannya terkejut melihat kejadian yang menimpa keempat rekannya.
Ia tak berniat melanjutkan pertarungan, dengan langkah seribu. Satu anggota tengkorak hitam segera meninggalkan arena pertempuran tersebut.
Sang pemuda yang melihat gelagat anggota tengkorak hitam melarikan diri ,hanya memandang sejenak sebelum mengarahkan telunjuknya.
"mau kabur ya...jangan harap bisa meninggalkan tempat ini hidup-hidup."
Seberkas cahaya merah kemudian melesat jauh menembus tubuh anggota tengkorak hitam. Tubuh tersebut meledak dengan hebat.
"usai sudah.....!!"
Sang pemuda kemudian kembali berjalan memasuki warung makan seolah tidak terjadi apapun. Ia melanjutkan ke meja makannya kembali menikmati ayam bakarnya.
Pengunjung yang meyaksikan kejadian tersebut hanya diam, bagitu pula saudagar kaya tersebut.
Saudagar itu kemudian mendekati sang pemuda dan berkata,
"terima kasih anak muda, biarlah makananmu kami yang bayar."
Pemuda itu menengok saudagar dan menyambut ramah.
"tidak mengapa, terima kasih telah mentraktir saya...."
__ADS_1
Saudagar itu kemudian duduk satu meja dengan sang pemuda. Ia juga memerintahkan anak buahnya agar menguburkan keempat jasad anggota tengkorak hitam.
"maaf kisanak...kalau boleh tau, siapa nama kisanak ini?"
"ahh...nama yah, aku Arya Pamuji, hanya seorang pengembara yang kebetulan melintas dan singgah di warung makan karena lapar." sang pemuda tersenyum.
"kenalkan...aku Long Fei, hanya penjual yang kebetulan melintas untuk pergi ke ibukota kerajaan."
Akhirnya Arya Pamuji dan Long Fei bercengkrama bercerita banyak. Setelah selesai makan keduanya berpisah untuk melanjutkan perjalanan.
#_##
Kabar meninggalnya kawanan perampok tengkorak hitam sedikit mengejutkan banyak pihak, bahkan tidak sedikit yang meragukannya. Namun hal itu membuat banyak saudagar bernafas lega.
Arya Pamuji selepas kejadian itu melanjutkan perjalanan menuju gunung Merapi.
"rasanya aku ingin segera sampai di Merapi, bertemu Mbah Martadimedja."
#_##
"ayo kita ambil selendang dan pakaian wanita itu..."
Dua orang pemuda itu mengendap-endap menuju tepian sungai kemudian mengambil pakaian seorang wanita yang tengah asyik mandi di sungai.
Wanita itu tidak menyadari kehadiran dua pemuda sampai ia selesai mandi dan ingin berganti pakaian.
"dimana pakaian ganti milikku..perasaan tadi aku meletakkan disini."
Di tengah kebingungannya, tiba-tiba dari arah semak-semak dua orang pemuda tadi muncul dan berkata lantang.
"apa barang ini yang kau cari...." (sambil memperlihatkan pakaian wanita yang mereka ambil).
__ADS_1
"kurang ajar kalian...pencuri, kembalikan pakaian milikku."
"hahahaha.....ambil sendiri jika bisa."
Perempuan itu kemudian mendekat dan mencoba meraih pekaiannya namun tangannya dipegang oleh salah satu pemuda itu.
"ayo kita bersenang-senang dulu manis..."
Pemuda yang satunya lagi akhirnya menotok wanita itu dan menggendongnya masuk kedalam hutan.
"aku duluan....setelah aku giliran kamu."
Dua pemuda itu sama-sama ingin menikmati tubuh wanita duluan itu. Mereka berduit dan salah satu akhirnya mengalah menunggu giliran.
"kau akan bersenang-senang denganku manis.."
Wanita itu hanya pasrah tanpa bisa melawan karena totokan yang diterimanya.
Namun belum sempat pemuda itu melakukan hal lebih pada wanita tersebut. Ia menjerit dengan kerasnya.
"auwhhh....ahhhh!!
Dari ************ pemuda tersebut mengalir darah yang deras, dan pemuda tersebut berguling-guling di tanah.
Temannya tidak tau apa yang terjadi sampai dia mengetahui bahwa dzakar temannya telah putus.
"siapa itu...kurang ajar, tidak tau sopan santun."
Dari balik semak-semak muncullah seorang pemuda yang kemudian tersenyum.
"sopan santun....apa aku tidak salah dengar, coba ulangi."
__ADS_1