
Ki Basuki mengeluarkan kendi (tempat minum dari tanah liat ) kemudian merapalkan sesuatu, ketika ia membuka tutup kendi tersebut, dengan cepat genderuwo itu berubah menjadi asap hitam dan mulai tersedot masuk ke dalam kendi.
"tolong.....tolong!!!"
Dengan cepat Ki Basuki segera menutup kendi tersebut. Arya Pamuji yang melihat hal itu sedikit heran.
"terima kasih pak...luar biasa."
Ki Basuki hanya tersenyum sebelum akhirnya berkata sesuatu,
"kami di ajarkan oleh orang tua kami secara turun-temurun untuk mengatasi hal yang demikian nak Arya. Jadi tidak usah heran."
"lantas...apa saya bisa mempelajarinya, saya masih kurang paham bagaimana cara mengalahkan makhluk halus Ki ?
"tentu saja nak Arya, bapak tidak keberatan sama sekali untuk mengajarkan ilmu ini, semoga ilmu ini nantinya bermanfaat buat perjalanan nak Arya."
#_##
Hari-hari berikutnya Arya Pamuji mempelajari ilmu untuk menangkal sekaligus menaklukan genderuwo.
Satu bulan lamanya Arya Pamuji tinggal ditempat Ki Basuki, dalam sebulan lamanya pula Arya Pamuji berinteraksi dengan Ranti, hal itu membuat tumbuh benih-benih cinta di hati masing-masing insan manusia tersebut. Ki Basuki pun membiarkan hal tersebut, ia melihat Arya Pamuji adalah sosok yang baik.
"Nak...bapak tidak bisa memberikan ilmu apapun lagi, semua sudah bapak berikan sebisa bapak, dan kini semua ilmu yang bapak miliki telah berhasil kau pelajari dengan baik. Bapak hanya berpesan untuk menggunakan ilmu itu di jalan yang benar, ingatlah setinggi apapun ilmu yang kau miliki, jika tidak meletakkannya pada kebenaran, suatu ketika akan musnah. Di atas langit masih ada langit."
"baik Ki, aku akan mengingat semua pesan-pesan yang aki berikan."
"oh iya...mengenai hubungan mu dengan Ranti bagaimana ?"
"ahh....itu....itu...."
"Ranti mencintai kang Arya pak, apakah bapak merestui."
Ranti tiba-tiba muncul dari balik pintu.
__ADS_1
"bapak tentu saja merestui kalian...lantas kau bagaimana Arya ?"
"saya juga mencintai Ranti Ki, tapi...pengembaraan saya masih jauh, saya takut....."
Belum selesai Arya Pamuji menjelaskan Ranti sudah memotong kata-kata nya.
"takut apa kang ?"
"takut Ranti tidak bisa bersabar mengikuti kakang."
"Ranti siap ko...meskipun memang Ranti tidak memiliki ilmu Kanuragan sama sekali tapi Ranti yakin kakang akan selalu melindungi Ranti dimanapun."
"apa kamu benar-benar yakin Ranti ?"
Ki Basuki hanya diam mendengarkan Ranti dan Arya Pamuji saling bertukar pikiran.
"begini saja...kalian menikah dulu, jika nanti Ranti merasa keberatan di jalan maka kau nak Arya harus mengantar Ranti kembali kesini...bagaimana ?"
"iya Ki ..terserah saja bagaimana, saya nurut jika itu yang terbaik."
"nah begitu...kan sama-sama enak."
Semuanya akhirnya tersenyum setelah menemukan titik temu. Seminggu setelah ini Arya Pamuji dan Ranti bersiap-siap untuk menikah. Dalam seminggu itu pula mereka menahan diri untuk tidak saling menyapa untuk membersihkan hati masing-masing dan untuk memantapkan jiwa.
"Nak Arya....!!"
"iya Ki....bagaimana ?" sahut Arya Pamuji.
"bapak yakin Ranti tidak meminta mas kawin apapun padamu, namun bolehkah bapak minta sesuatu..?"
"mohon katakan Ki, jika memang saya bisa melakukannya maka saya akan senang sekali untuk melakukannya. Jika tidak mungkin saya lakukan, maka saya akan mencari cara agar supaya saya dapat melakukannya."
"begini...kau lihat disana ?"
__ADS_1
Arya Pamuji menoleh melihat perbukitan dan pucuk Gunung Agung.
"maksudnya bagaimana ki..bisa tolong dijelaskan ?"
"Arya...di lereng gunung agung kakek pernah mendengar ada goa ajaib, namun hanya orang yang beruntung saja yang bisa melihat dan masuk ke dalamnya. Di goa itu ada sebuah pusaka. Bapak ingin kau mengambil pusaka itu, siapa tau kaulah orang yang beruntung itu."
"namun Ki, kalau boleh tau...pusaka macam apa itu ?"
"aki juga tidak begitu paham...itu hanya legenda di desa ini, bapak pernah kesana tapi tidak menemukan apapun. Bapak ingin kau mencobanya. Memang pernikahan mu dengan Ranti tinggal menghitung hari saja, tapi kau tidak usah khawatir..jika kau tidak menemukan apapun dalam tiga hari, pulang lah. Apa kau mengerti ?"
"baiklah....saya mohon do'anya Ki, semoga saya berhasil."
"berangkatlah....dan cepat kembali, restu bapak bersamamu nak."
Setelah berpamitan dengan Ki Basuki dan juga Ranti, Arya Pamuji pun bergegas menuju ke arah Gunung Agung. Tidak butuh waktu lama bagi Arya Pamuji untuk dapat sampai di lereng gunung Agung. Dengan kekuatan aji saipi angin..belum sampai hari sore, Arya Pamuji telah sampai di lereng gunung agung.
"Harus mulai mencari darimana aku ?"
Di tengah kebingungannya, tiba-tiba ada seorang pencari kayu bakar yang melintas. Arya Pamuji pun segera menyapa.
"ehh...maaf kek, apa Kakek pernah mendengar go ajaib di lereng gunung ini ?"
Sang kakek pun hanya memandang Arya Pamuji dan kemudian menyahut,
"kau darimana anak muda, dan kenapa kau mencari goa tersebut ?"
"begini kek, saya Arya Pamuji dari desa Panuluh, saya diberi tau oleh Ki Basuki, beliau calon mertua saya kek. Katanya di lereng gunung agung ini ada goa."
"begitu yah...."
sang kakek pun mengangguk mendengar cerita yang disampaikan Arya Pamuji.
"goa itu memang ada....tapi tidak banyak yang bisa menemukannya."
__ADS_1
"jadi bagaimana saya bisa menemukan letak goa itu kek, dapatkah kakek memberikan saya petunjuk..mohon bimbingan dan arahannya."