JARI GETIH

JARI GETIH
Perkelahian


__ADS_3

Anggota tengkorak hitam segera saja mencabut pedangnya dan mengarahkan ke leher pemuda asing tersebut.


"hehh...kau masih bisa makan setelah mengganggu ku ?"


Pemuda itu hanya menoleh dan menyingkirkan pedang dari lehernya. Merasa diremehkan anggota tengkorak hitam itu pun mengayunkan pedangnya ke tubuh pemuda asing.


Trannkkkk......!!!


Bunyi seperti menghantam besi terdengar ketika pedang menyentuh tubuh sang pemuda.


Anggota tengkorak hitam yang melihatnya kaget bukan main, ia tidak mengira seorang yang diserangnya memiliki ilmu yang tinggi.


Pemuda tersebut kemudian berdiri dan berkata,


"aku tak ingin memulai tapi sepertinya kau harus diberi pelajaran."


Pemuda itu akhirnya menggerakkan jari-jarinya dan tidak menunggu lama, anggota tengkorak hitam itu terlempar beberapa meter ke belakang di sertai muntah darah.


Keempat anggota tengkorak hitam yang lain tidak tinggal diam melihat salah satu rekannya terluka, satu orang segera membantu untuk membuat temannya berdiri dan menghentikan pendarahan.


"anak muda...apa yang kau lakukan, bisa-bisanya kau membuat temanku terluka..hahh!!"


"maaf tapi ia mengganggu makanku dan aku orang yang paling tidak suka diganggu ketika makan, apa kau mengerti..?"


"masa bodoh dengan makanmu...sekarang cepat minta maaf, atau kau tak akan kami ampuni."


"ohh...siapa yang bersalah dan siapa yang harus minta maaf?"


Merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan, ke tiga anggota tengkorak hitam segera menyerang pemuda tersebut.


Tak menunggu lama, pemuda itu bergerak keluar dari rumah makan. Ketiganya mengejar ke depan. Pertarungan pun tak bisa dihindari lagi, ketiga tengkorak hitam bergerak secara bersamaan.

__ADS_1


"bentuk formasi...kita harus meringkus anak muda itu." salah satu dari tengkorak hitam berkata pada yang lainnya.


"baik ketua...." kedua orang anggota tengkorak hitam menyahut bersamaan.


"silahkan kerahkan kemampuan kalian..." pemuda itu hanya tersenyum ke arah tiga tengkorak hitam.


Ketiga tengkorak hitam maju bersamaan, pedang di pinggang mereka pun sudah dicabut.


"angin pengoyak tengkorak...."


Kombinasi ketiga serangan tengkorak ternyata tidak membuat pemuda itu mundur. Ia menangkis serangan ketiga tengkorak hitam dengan gerakan yang juga sangat cepat.


Dalam beberapa menit, lebih dari sepuluh jurus sudah mereka bertukar, namun belum ada tanda-tanda ada yang menyerah.


"hebat juga kau anak muda, mampu mengimbangi jurus-jurus kami..." salah seorang tengkorak hitam berkata.


"sudah kubilang, kerahkan semua kemampuan kalian sebelum kalian tidak bisa menggunakannya lagi."


"majulah...aku sudah siap."


Ketiganya kembali menyerang bersamaan, namun kali ini bentuk serangannya berbeda, mereka hanya mengincar kepala dan tidak menyerang lainnya.


Namun lagi-lagi sang pemuda bisa menghindari dan memberikan pukulan balasan ke arah salah satu anggota tengkorak hitam. Pukulan itu dapat ditangkis dengan tangan namun tetap saja anggota tengkorak hitam yang terkena pukulan sang pemuda terlempar mundur.


"siall....uhhkkk," darah segar mengalir dari mulut anggota tengkorak hitam.


Dengan segera anggota tengkorak hitam itu duduk bersila untuk menghentikan pendarahan.


Dua orang anggota lain yang melihat salah satu anggotanya terkena pukulan menjadi lebih waspada.


"hati-hati..pemuda di depan kita bukan orang sembarangan."

__ADS_1


"ayoo...berikutnya siapa lagi, aku masih punya beberapa pukulan yang kusimpan untuk orang-orang seperti kalian."


Akhirnya dua orang yang tersisa dari anggota tengkorak hitam mulai kembali menyerang secara bersamaan. Mereka kembali menunjukkan kemampuan terhebatnya.


Saat ketiganya sedang terlibat pertarungan, dua anggota tengkorak hitam yang lain sudah kembali fit, mereka menyerang sang pemuda saata dia lengah.


"hiatttt......"


Pandangan sang pemuda terkecoh melihat dua anggota tengkorak hitam yang menyerangnya secara mendadak. Akibatnya salah satu anggota tengkorak hitam berhasil mendaratkan tendangan ke arah perutnya.Sang pemuda terdorong mundur beberapa meter.


"licik....kalian menyerang di saat aku lengah."


"hahaaa....dalam dunia persilatan, apapun boleh dilakukan untuk menang."


Keempat anggota tengkorak hitam tertawa bersamaan. Mereka memandang sang pemuda yang masih terlihat memegang perutnya.


"baiklah... apapun boleh dilakukan, bukan aku yang bilang tapi kalian."


Setelah beberapa saat memulihkan diri sang pemuda kembali bersiap menyerang ke empatnya.


"Seni cakar naga....ajian jari getih."


Sang pemuda mengeluarkan aura yang membuat keempat tengkorak hitam menjadi seolah ada beban berat dipunggung mereka. Kali ini mereka tidak bisa selincah sebelumnya.


"apa...pemuda itu ternyata memiliki ajian jari getih," salah satu anggota tengkorak hitam berkata pada yang lainnya.


"harusnya ajian itu sudah musnah, bagaimana bisa..." salah satu yang lain menjawab.


Tidak menyadari bahwa sang pemuda sudah berada di dekat mereka.


"rasakan ini, kalian yang meminta...bukan aku yang ingin," sang pemuda tersenyum sebelum memberikan cakaran yang dalam pada tubuh empat tengkorak hitam.

__ADS_1


__ADS_2