JARI GETIH

JARI GETIH
Kembali ke Panuluh


__ADS_3

Dengan langkah mantap, Arya Pamuji yang kini telah berubah bentuk menjadi monster berjalan menyusuri lorong goa untuk keluar.


Hari masih malam, dengan aji saipi angin, Arya Pamuji bergerak sangat cepat untuk sampai di desa Panuluh, tempat Ki Basuki.


Ketika fajar hampir terbit, ia sudah lebih dulu sampai di desa Panuluh. Namun Arya segera bersembunyi di atas pohon kelapa untuk menghindari orang banyak.


"aku tak mungkin muncul disaat siang ini, apa jadinya orang yang melihatku, lebih baik aku bersembunyi disini dan menunggu hari gelap."


Tak ada yang dilakukan oleh Arya Pamuji seharian di atas pohon kelapa selain melihat banyak orang yang sedang mempersiapkan untuk acara pernikahannya besok.


Saat mentari telah tenggelam dan para warga sudah kembali ke rumah masing-masing, Arya pamuji turun dan berjalan ke rumah Ki Basuki. Kebetulan saat itu Ranti sedang berjalan ke luar dan melihat sosok Arya yang kini berubah menjadi monster.


"hahhhhh....bapak, tolong...tolong!!"


Begitu mendengar teriakan Ranti, Ki Basuki segera berlari ke depan untuk melihat apa yang terjadi. Betapa terkejutnya dirinya menjumpai sosok Arya Pamuji.


"siapa kau..," tanya Ki Basuki.

__ADS_1


"aku adalah Arya Pamuji, tunangan anakmu Ranti Ki, sungguh...!!"


Ki Basuki hanya memandang Arya Pamuji, sebelum melanjutkan kata-katanya.


"Arya...bagaimana mungkin, apa yang terjadi ?"


Ranti yang mendengar perkataan Arya Pamuji menjadi syok, ia pun pingsan.


"ahh...Ranti, Ki Basuki segera membopong Ranti masuk ke dalam rumah."


Sosok Arya Pamuji yang kini berubah menjadi monster pun mengikuti, walaupun besok lusa hari pernikahan mereka namun tidak ada orang yang menginap di tempat Ki Basuki, jadi rumanhnya sepi.


"begitulah ceritanya Ki ?"


Ki Basuki dengan antusias mendengarkan apa yang Arya Pamuji tuturkan. Ia pun tidak menduga calon mantunya mengalami musibah demikian.


"Lantas nak Arya, bagaimana kau bisa mengalahkan monster itu ?" tanya Ki Basuki penasaran.

__ADS_1


"waktu itu, saya sebenarnya sudah terdesak Ki, namun kemudian saya merapalkan isi dari lontar tantrasula. Dengannya saya bisa selamat, tapi kutukan itu tetap saya terima dan beginilah kesudahannya. Saya menjadi makhluk yang mengerikan seperti sekarang. Maafkan saya Ki ?"


Ki Basuki hampir saja menangis, ia merasa iba juga merasa berdosa telah menyuruh Arya Pamuji mencari pusaka di lereng Gunung Agung.


"baiklah, saya pamit Ki...titip salam buat Ranti dan sampaikan permohonan maaf dari saya, suatu saat nanti saya akan berusaha kembali, namun jika Ranti menemukan lelaki lain, maka nikahkanlah mereka, saya ikhlas."


"nak Arya mau kemana ?" balas Ki Basuki.


"saya tetap harus melanjutkan perjalanan saya ke Gunung Merapi Ki, bertemu dengan Mbah Martadimedja, dia memiliki separuh lembaran dari Tantrasula yang saya pelajari, mungkin disana saya akan mendapatkan petunjuk."


"baiklah...jaga dirimu baik-baik nak Arya, doa ku selalu menyertai mu di manapun."


Arya Pamuji pun berdiri, sejenak ia memandang Ki Basuki dan kemudian berjalan ke arah kamar melihat Ranti yang masih pingsan.


"saya pamit Ki...."


Arya Pamuji segera menggunakan jurus saipi angin, dalam hitungan detik saja ia sudah tak terlihat dalam pandangan Ki Basuki.

__ADS_1


Tidak lama berselang, hujan pun turun dengan derasnya, seakan ikut menangisi kepergian Arya Pamuji.


Di rumahnya Ki Basuki duduk termenung memandang putri semata wayangnya, berpikir apa yang akan ia katakan. Tidak terasa air mata mengalir membasahi pipinya yang sudah mulai keriput.


__ADS_2