
Hawa dingin langsung merasuk menusuk tulang Arya Pamuji begitu dirinya masuk ke dalam goa. Goa itu begitu gelap namun itu tak berpengaruh karena tubuh Arya Pamuji sendiri berhasil memancarkan cahaya dengan bantuan tenaga dalam.
Semakin lama Arya Pamuji berjalan menyusuri goa, maka hawa dingin mulai semakin terasa. Suasana goa begitu senyap tidak ada sedikitpun suara.
"Grrrr....grrr......rrrr"
Arya Pamuji menghentikan langkahnya karena mendengar suara dari arah depannya. Ia pun meningkatkan kewaspadaannya.
Beberapa langkah ke depan akhirnya Arya Pamuji mengetahui darimana sumber suara tersebut. Kini ia bisa melihat dengan jelas sosok makhluk yang mengeluarkan suara tersebut. Makhluk itu berbentuk seperti raksasa dengan kedua tanduk di atasnya, ia memiliki wajah seperti singa dengan mata yang menyala merah. Di tangan kanannya memegang sebuah tombak yang panjangnya lebih dari tubuh Arya Pamuji.
"Hei anak muda...siapa kau, apa maksudmu datang kemari ?"
"maaf sebelumnya jika aku sudah mengganggu, aku adalah Arya Pamuji. Aku bermaksud mengambil pusaka yang ada di goa ini untuk kupersembhakan kepada calon mertuaku, Ki Basuki."
Makhluk itu pun tertawa mendengar perkataan Arya Pamuji.
__ADS_1
"tidakkah engkau tau anak muda, jika kau mengambil pusaka yang ada di goa ini maka engkau akan mendapat kutukan."
"itu sudah dipertimbangkan, meskipun aku sendiri belum tau kutukan apa yang kau maksud, " balas Arya Pamuji.
"dengarlah anak muda...pusaka yang dimaksud ada pada tubuhku, didalam tubuhku, lihatlah."
Makhluk itu pun kemudian memberikan penglihatan kepada Arya Pamuji agar bisa menerawang tubuhnya. Di dalam tubuh makhluk itu, Arya Pamuji melihat sebuah senjata berbentuk seperti sebuah rencong."
"sebuah rencong....apa maksudmu ?" tanya Arya Pamuji yang heran kenapa bisa ada rencong di tanah Dewata ini.
"ketahuilah anak muda, dulunya aku adalah seorang raja yang lalim, kejam, dan suka dengan gadis-gadis. Entah sudah berapa ratus gadis yang ku renggut paksa keperawanannya. Pada suatu ketika ada seorang pemuda bersama istrinya datang kepulau ini, dan aku tergoda untuk memiliki istrnya, namun sayang dia tak merelakan, hingga akhirnya kami bertempur. Aku tidak menduga kalau ia adalah seorang yang sangat sakti, kami bertempur hingga akhirnya aku terdesak. Ia sudah akan membunuhku, namun dicegah oleh istrinya. Karena hal itulah, aku diampuni dan dikutuk menjadi makhluk mengerikan seperti yang kau lihat sekarang. Dalam tubuhku di tanamkanlah sebuah rencong, apabila ada yang mengambil rencong itu, maka aku akan mati. Dan orang yang mengambil rencong dariku akan mengalami kutukan seperti diriku."
"aku tak akan membunuhmu, aku akan kembali dan melupakan hari ini, aku tidak mungkin menerima kutukan seperti itu..bagaimana jadinya jika aku kembali berwajah mengerikan."
"hahhaaaaa....."
__ADS_1
Makhluk itu hanya tertawa mendengar perkataan Arya Pamuji.
"Heii anak muda, aku pun sudah tersiksa bertahun lamanya dengan keadaanku sekarang, jika aku harus mati sekarang aku pun sudah siap. Sayangnya aku tidak akan membiarkanmu pergi hidup-hidup dari sini. Hari ini kau atau aku yang akan mati....!!"
Arya Pamuji menggelengkan kepala mendengar apa yang dikatakan makhluk misterius tersebut.
"simalakama... bagaimana bisa aku terjebak dalam situasi seperti ini."
Makhluk mengerikan itu pun segera melompat mencoba menerkam Arya Pamuji. Dengan kedua tangannya, Arya Pamuji menahan serangan makhluk tersebut. Tapi karena makhluk itu memegang tombak, Arya Pamuji pun terdorong mundur.
Tidak berhenti sampai disitu, makhluk itu mengeluarkan sengatan seperti kilat yang memaksa Arya Pamuji melepaskan diri dari jangkauan makhluk itu.
"aku sungguh tak berniat melawan mu sedikitpun...biarkan aku pergi baik-baik dari sini."
"sudah terlambat anak muda, aku tak pernah berniat melepaskan siapapun yang telah masuk ke goa ini, termasuk dirimu," balas makhluk misterius.
__ADS_1
"keras kepala....."
Arya Pamuji segera melesat cepat menyerang tubuh sang mahkluk. Namun serangan Arya Pamuji tidak membuat makhluk itu sedikitpun mundur. Mereka kembali bertempur dan saling mengeluarkan kekuatan masing-masing.