JARI GETIH

JARI GETIH
Menolong


__ADS_3

"bagaimana bisa kalian bertanya sopan santun tapi yang kalian lakukan malah merusak moral...seperti binatang!!"


Tidak menunggu lama, pemuda itu kemudian mendekati sang pemuda dan segera menyerangnya.


"penjahat bodoh....."


Arya Pamuji segera menangkap tangan penjahat yang mencoba memukulnya.


krekkk....!!


Terdengar bunyi tulang patah. Arya Pamuji segera melempar tubuh penjahat. Seketika penjahat itu pun pingsan.


Arya Pamuji kemudian mendekati wanita yang masih tertidur dan membuka totokan di tubuhnya.


"bangunlah....dan ganti pakaianmu."


Wanita itu pun bangun dan mengganti pakaiannya yang basah di semak-semak. Ia lalu mendekati Arya Pamuji.


"terima kasih banyak atas pertolongannya, jika tidak ada tuan pendekar mungkin saya sudah tidak tau jadi apa."


Arya Pamuji memandang wanita tersebut, ia merasakan kepolosan dari wanita itu dan aura wajah wanita tersebut memang ayu.


"ahh...tidak mengapa, apa rumah kamu jauh dari sini ?"


"tidak tuan pendekar...disebelah sana." (sambil menunjuk arah )


"baiklah...kalau tidak keberatan aku akan mengantarmu pulang."


Wanita itu pun mengangguk, mereka berdua berjalan beriringan menyusuri jalan desa. Tidak sampai sepuluh menit mereka pun tiba di rumah wanita tersebut.


"Pak...pak!!" wanita itu memanggil ayahnya yang berada di dalam rumah."

__ADS_1


Pintu pun dibuka, dari dalam rumah keluar seorang yang sudah tidak muda lagi. Ia berikat kepala dan memakai baju yang lusuh.


"Ranti...siapa anak muda ini ?" tanya sang ayah.


"dia...aku malah belum sempat menanyakannya ayah siapa dia."


"ohh....mari-mari silahkan masuk anak muda, mari...maaf gubuk kami hanya kecil."


"tidak mengapa pak...." Arya Pamuji menyahut.


Ranti sudah lebih dulu masuk ke dapur dan mulai membuatkan minuman untuk ayah dan tamunya.


"kalau boleh tau, siapa nama tuan muda ?"


"saya pak...panggil saja Arya Pamuji."


"hmm...nama yang bagus, aku bapaknya Ranti, Ki Basuki."


#_##


Malam itu karena tidak memiliki tujuan, Arya Pamuji memilih menginap di rumah Ki Basuki.


Semuanya terasa biasa saja sampai pada waktu tengah malam angin menjadi lebih besar bertiupnya, terdengar lolongan serigala hutan, suasana pun menjadi semakin mencekam.


"Duarrrrr.....


suara jendela kamar Arya Pamuji terhempas angin yang begitu besar, tidak berapa lama hujan turun dengan derasnya.


Sesosok makhluk aneh tiba-tiba saja muncul di kamar Arya Pamuji.


"siapa kau....?" Arya Pamuji begitu kaget melihat sosok yang bertubuh tinggi besar dan memiliki mata menyala berwarna merah.

__ADS_1


Tiba-tiba sosok itu terbang dan menyerang Arya Pamuji.


"sial...!!" Arya Pamuji mengumpat sendiri dan dengan cepat berpindah posisi.


Ki Basuki yang mendengar bunyi berisik segera mendatangi kamar Arya Pamuji untuk melihat apa yang terjadi.


Sampai di kamar Arya Pamuji ia begitu kaget dengan apa yang dilihatnya.


"amit-amit jabang bayi....genderuwo."


Ki Basuki terbelalak melihat sosok hitam tersebut.


Arya Pamuji hanya melihat sekilas dan kemudian mendekati Ki Basuki.


"jadi aku mengenal dia....siapa itu genderuwo ?"


"tidak...tapi dia sebangsa jin yang suka mengganggu manusia."


Ki Basuki menjelaskan pada Arya Pamuji.


"kau tunggu disini, aku menyiapkan perangkap untuk genderuwo itu.." Ki Basuki segera bergegas ke dapur mengambil sesuatu.


"ajian puter giling....seni angin dewa."


Arya Pamuji melepaskan energi panas ke arah genderuwo.


Di lain pihak genderuwo itu juga mengeluarkan ilmu yang dimiliki. Dua sinar bertemu.


"makhluk apa ini....kuat juga ia, aku harus hati-hati." (berbicara sendiri dalam hati).


"hei genderuwo....." teriak Ki Basuki yang kini tangannya memegang sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2