JARI GETIH

JARI GETIH
Makhluk Penunggu Goa II


__ADS_3

Entah sudah berapa puluh jurus mereka saling bertukar serangan. Namun belum ada tanda-tanda ada yang mengalah. Arya Pamuji mulai kehilangan kesabaran.


"cukup...aku benar-benar tidak bisa melanjutkan pertarungan ini, " kata Arya Pamuji setelah mengambil jarak cukup jauh dari jangkauan makhluk misterius.


"kenapa anak muda...kau takut menerima kutukan, seperti inilah hidupku selama beratus-ratus tahun. Kau mengerti betapa tersiksanya aku mengalami nasib ini."


Sembari mendengarkan makhluk itu, Arya Pamuji memutar otaknya memikirkan bagaimana caranya bisa lolos dari makhluk misterius tersebut.


"percayalah..kau tidak punya pilihan lain anak muda, pilihanmu hanya membunuh atau terbunuh."


Arya Pamuji masih berusaha sabar dengan dirinya, namun semakin ia berpikir, ia tak menemukan cara untuk keluar dari dalam goa selain membunuh makhluk misterius tersebut.


"baiklah...aku akan serius, terima ini. Seni cakar naga...ajian jari getih."


Arya Pamuji melompat dan mencoba memberikan cakaran pada tubuh makhluk misterius tersebut. Bukannya menghindar, makhluk itu membiarkan cakaran Arya Pamuji mendarat di tubuhnya.


"ini kekuatanmu....," kata makhluk misterius.


Makhluk itu segera melepaskan pukulan juga yang mengenai tubuh Arya Pamuji. Tidak siap dengan serangan yang diterima, Arya Pamuji terpental hingga menabrak dinding tembok.


"uhkk...uhhkk...."


Arya Pamuji mencoba bangkit dari tanah dan memegangi dadanya. Namun belum sempat ia berdiri, makhluk misterius itu sudah tepat berdiri di depannya.

__ADS_1


"kau terlalu lemah, tidak ada gunanya kau hidup...." kata makhluk misterius.


Satu pukulan tambahan lagi dilepaskan oleh makhluk misterius. Arya Pamuji terpaksa terlempar ke dinding goa yang lain.


"sekarang....terimalah ajalmu anak muda, ucapkan selamat tinggal pada semuanya."


Makhluk misterius itu mengangkat tombaknya dan mengalir kan tenaga dalam ke atasnya, tombak itu menjadi bercahaya. Tanpa menunggu lama tombak itu pun dilemparkan ke arah Arya Pamuji.


#_##


Ranti yang tengah tertidur terbangun dari mimpinya, dan berteriak.


"tidakkk......"


"ada apa Ranti..apa yang terjadi ?"


Ki Basuki mendekati ke arah Ranti kemudian memeluk putrinya tersebut.


"kang Arya pak...Ranti mimpi buruk tentang kang Arya, " kata Ranti sembari menangis.


"tenanglah nak.. mudah-mudahan tidak terjadi apapun pada kang Arya mu."


Ranti masih menangis dalam pelukan Ki Basuki, sementara itu Ki basuki menrawang jauh, ingatannya tertuju kepada calon mantunya, Arya Pamuji.

__ADS_1


#_##


"maafkan aku Ki, maafkan aku Ranti tidak bisa kembali bersamamu..."


Arya Pamuji segera memusatkan pikirannya, ia menutup mata dan membaca bait-bait lontar Tantrasula yang dikuasai dan dihafalnya. Cahaya biru segera membuat segel perlindungan di sekitar tubuhnya. Tombak yang dilemparkan oleh makhluk misterius mendadak berhenti sebelum mengenai tubuh Arya Pamuji.


Kini Arya Pamuji bisa berdiri seolah tidak pernah mengalami luka apapun. Ia mengambil tombak yang tertahan di segel dirinya. Kemudian ia berjalan cepat ke arah makhluk misterius.


Terpana dengan apa yang terjadi, makhluk misterius tidak sempat berbuat apapun saat Arya Pamuji tiba-tiba sudah berada dihadapannya.


"maafkan aku, tapi sepertinya aku harus membunuhmu....," kata Arya Pamuji.


Segera Arya Pamuji menusukkan tombak yang di pegangnya ke tubuh makhluk misterius, tidak hanya itu ia mengeluarkan rencong yang bersemayam di tubuh makhluk tersebut.


"arghhhh....arhghhhh....."


Makhluk misterius itu meronta sejadi-jadinya saat rencong tersebut dikeluarkan oleh Arya Pamuji. Namun teriakan itu hanya sementara saja, setelah rencong itu berhasil dikeluarkan. Makhluk itu pun tergeletak tak bernafas.


Lambat laun tubuh makhluk itu mengecil, mukanya pun berubah menjadi manusia biasa. Sementara itu sebuah asap hitam mulai merasuk ke tubuh Arya Pamuji dan lambat lain mengubah tubuh Arya Pamuji menjadi seperti monster. Ia berubah wujud menjadi Arya Pamuji yang bertubuh manusia, berkepala kerbau dan berwajah singa. Rencong sakti itu pun menghilang masuk ke tubuh Arya Pamuji.


"Dewata Agung...mungkin ini sudah suratan takdir darimu, namun berilah hamba petunjuk agar bisa mengubah diri hamba kembali ke bentuk asalnya."


Air mata mengalir membasahi pipi Arya Pamuji teringat akan Ki Basuki dan calon istrinya Ranti.

__ADS_1


__ADS_2