JARI GETIH

JARI GETIH
Goa Ajaib


__ADS_3

"bawalah ini nak."


Sang kakek menyodorkan sebuah bingkisan berisi sesuatu.


"apa ini kek...?"


Sang kakek hanya tersenyum sebelum akhirnya menjelaskan.


"ini adalah garam nak, namun bukan garam biasa, garam ini telah dicampur dengan abu pohon Dewandaru. Saat tengah malam buatlah api unggun, lalu bikinlah sate dari hewan kalong. Setelah itu taburkan garam ini mengelilingi tubuhmu. Bersemedilah dan nanti kau akan mendapat petunjuk dimana bisa kau temui goa itu."


Arya Pamuji pun menerima bingkisan itu, dan kemudian menunduk untuk mengucapkan terima kasih. Saat ia mengangkat kepala, ia terkejut karena kakek pembawa kayu itu sudah hilang dari hadapannya.


"kek...kakek, kek....!!"


Arya Pamuji menoleh ke kiri dan kanan mencari kakek misterius tersebut tapi tidak menemukannya.


Ia pun akhirnya melanjutkan perjalanan dan berniat untuk menangkap kalong untuk disajikan sebagai sate.


Ketika hari sudah gelap, kawanan kalong pun mulai terlihat beraktivitas.


"ini saatnya...."


Arya Pamuji segera mencari tempat untuk menangkap kalong. Ia bersembunyi di balik pohon jambu. Benar saja tidak lama setelahnya ada beberapa kelelawar mendekat. Dan akhirnya ada juga kalong yang mendekat.

__ADS_1


Dengan kecepatannya, ia segera menangkap kalong tersebut. Tidak butuh waktu lama untuk mengumpulkan sampai sepuluh kalong.


Arya Pamuji segera membuat api unggun, dan menaburkan garam yang telah dicampur abu pohon Dewandaru. Ia lalu mulai bersemedi.


#_##


"pak...kapan kang Arya balik ?" tanya Ranti di sela malam.


Ki Basuki menyeruput kopinya sebentar sebelum kemudian menjawab pertanyaan putri semata wayangnya.


"tidak sampai tiga hari lagi harusnya dia sudah pulang. Tenanglah tidak usah khawatir, tidak akan terjadi apapun pada calon suamimu Ranti."


Meskipun telah mendapat penjelasan dari bapaknya, Ranti masih tetap saja terpikir kepada calon suaminya, Arya Pamuji.


"Ranti pamit ke kamar pak, mau istirahat..." sambil melangkah menuju kamarnya. Dikamar Ranti merebahkan badannya namun pikirannya masih melayang jauh, mencoba menerawang Arya Pamuji.


#_##


Menjelang tengah malam, angin bertiup dengan kencangnya. Arya Pamuji namun masih khusuk dalam semedinya.


"Hai anak muda, kenapa kau mengundang kami..ada urusan apa ?"


Mendengar ada suara, Arya Pamuji membuka matanya pelan-pelan. Dan ia melihat sosok tinggi hitam seperti gemderuwo yang ia temui di tempat Ki Basuki.

__ADS_1


"maaf mengganggu..tapi aku membutuhkan sesuatu." Arya pamuji menjelaskan.


"apa yang kau cari sebenarnya..?" tanya sosok besar itu.


"aku diutus oleh Ki Basuki untuk menemukan goa dan mengambil pusaka di dalamnya."


Sosok yang mendengar keinginan Arya Pamuji hanya tertawa.


"hahahaha...."


"Heiii...kenapa kau tertawa ?" tanya Arya Pamuji.


"ketahuilah anak muda..aku memang bisa menunjukkan dimana goa itu tapi jika pusaka di dalamnya kau ambil, kau akan mendapat kutukan."


"apa maksudmu dengan kutukan...?" tanya Arya Pamuji.


"iya...kau akan mendapatkan kutukan. Apa kau yakin masih ingin kesana ?"


"aku sudah sampai disini dan tidak alasan bagiku untuk kembali tanpa hasil."


"baiklah...aku akan membawamu kesana, namun biarkan aku makan dulu sate kalong yang buat..."


Tidak menunggu persetujuan dari Arya Pamuji, sosok hitam itu segera makan sate kalong dengan lahapnya. Setelah menghabiskan semua sate yang ada, ia segera mengantar Arya Pamuji kepada goa yang dimaksud.

__ADS_1


"aku hanya bisa mengantarmu sampai disini, sisanya kau bisa melanjutkan sendiri."


Sosok hitam itu kemudian berubah menjadi asap hitam dan menghilang dalam gelapnya malam. Arya Pamuji mengamati sebentar goa tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam.


__ADS_2