Jatuh Cinta Dengan Duda

Jatuh Cinta Dengan Duda
pertemuan


__ADS_3

Hari pun berganti Anan tetap dengan rutinitas seperti biasanya dan Tama masih selalu berusaha menghubungi anan untuk meminta maaf,disisi lain Bryan sedang mengecek barang barang untuk keberangkatan dirinya besok.


tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu dari luar kamar Bryan


"Iya mah masuk." teriak Bryan dari dalam kamar


ceklek


"Nak sudah semua?? apa ada yang kurang??" tanya mama Ida.


"Gak kok mah,Uda bryan cek semua gak ada yang kurang kalo pun ada gampang Bryan bisa ambil pulang kerumah apa beli disana."


"Iya udah, kamu besok berangkat jam brpa nak??"


"Bryan besok berangkat jam 4 ma,bryan gak mau telat masuk kantor di hari pertama."


"Tumben seorang bryan semangat banget masuk kerja,padahal kn bsok hari pertama dan kamu belum tau keadaan kantor kamu disana." goda mama Ida.


"Bryan kan emang selalu semangat kalo ke kantor,kn cari suasana baru di kota baru dan kantor baru jadi harus semangat."


"Iya uda kamu istirahat dulu sekarang udah malem mama turun dulu." mama Ida berdiri meninggalkan Bryan di kamar.


Dan hari dimana Bryan masuk dikantor baru pun tiba,dipagi hari kantor sudah tertata rapi dan para karyawan sudah datang siap untuk menyambut direktur baru mereka.

__ADS_1


"Duh aku udah gak sabar nih ketemu bos ganteng, bisa ceptan gak sih dateng nya gak sabar nih." celetuk Nesya


"Nesya kan ada aku disini yang gak kalah ganteng dari bos baru kita,mungkin tampangnya gak jauh beda sama aku hahaha. ucap Agus dengan percaya diri nya.


"Ih apaan sih lo kadal buntung, ganggu aja." jawab Nesya dengan menjitak kepala Agus.


"Sakit tau nes,galak banget." jawab Agus sambil memegang kepalanya.


Dan tak beberapa lama orang yang ditunggu tunggu pun tiba dengan mobil BMW hitamnya.


"Eh udah udah dateng itu jangan pada ribut." bisik Nesya kepada teman temannya.


"Iya udah masuk ke lobi itu." jawab teman yang lain dengan suara pelan.


"Ya tuhan ganteng banget, meskipun duda gue juga mau kok kalo seganteng ini." bisik Nesya kepada temannya.


"Jangankan elo gue jadi selingkuhan nya aja juga mau tau." celetuk karyawan lain menangapi Nesya dengan terus memandang bos muda mereka.


"Ganteng sih ganteng tapi angkuh gitu,dan udah cerai lagi gampang banget ninggalin anak orang." batin Anan yang sedari tadi hanya menjadi pendengar karyawan wanita lain bergosip.


"Selamat pagi semua perkenalan saya Bryan, mulai hari ini saya yang akan memimpin kantor cabang di kota ini mohon kerjasamanya." setelah mengucapkan itu Bryan lalu pergi berjalan menuju ruang nya mengikuti pak Warno.


"Kenapa wanita itu menatap ku biasa saja tidak seperti yang lain, cukup menarik." batin Bryan yang dari awal sudah memperhatikan Anan.


"Pak warno.": suara bryan saat sampai di depan ruangan nya.

__ADS_1


"Iya pak bryan, ada apa pak?"


"Sudah berapa lama karyawan baru itu bekerja disini??"


"Karyawan baru?? ohh maksud pak bryan Ibu Anindita??"


"Iya itu lah." jawab Bryan singkat.


"Kemungkinan baru 2 mingguan lebih pak,ada yang bisa saya bantu??" jawab pak Warno.


"Tidak, kamu boleh pergi." Bryan masuk ke dalam ruangannya.


"Cukup menarik,cantik,putih dan sexy." gumam Bryan sambil menaikan ujung bibirnya membuat lengkungan di bibirnya.


"Aku akan mendapatkan mu nona Anindita!!" ucap Bryan dan langsung menuju kursi kerjanya untuk menghubungi seseorang.


"Hallo pak Bryan ada yang bisa saya bantu?" ucap seseorang dari seberang telepon.


"Tolong kamu Carikan data karyawan baru itu selengkapnya, aku tunggu besok."


"Maksud pak bryan nona Anindita??" tanya pak Warno memastikan.


"Iya, selengkap lengkapnya aku tunggu!!!!" setelah itu Bryan mematikan telepon.


jangan lupa komen dan like ya temen temen

__ADS_1


__ADS_2