Jatuh Cinta Dengan Duda

Jatuh Cinta Dengan Duda
penyesalan anan


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu selama itu juga Anan kecil tidak pernah mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya, dia hanya mendapati pertengkaran dan pertengkaran kedua orang tuanya, hingga akhirnya siang hari di rumah oma Tari.


"Bu maafkan aku mungkin aku sudah tidak bisa meneruskan rumah tangga ku lagi dengan papanya Anan, dia terlalu egois." mama Diana mulai berbicara dengan oma Tari.


"Apa lagi yang kamu bicarakan ini Ana?? bagaimana kamu bisa tiba tiba datang kemari dan berbicara seperti ini." suara oma Tari langsung meninggi.


"Maafkan aku bu, tapi ku rasa aku sudah tidak bisa lagi mempertahankan rumah tangga ku dan ayahnya Anan." mama Diana berbicara sambil menunduk merasa bersalah.


"Aku tidak mengerti dengan mu dan suami mu, kamu selama ini sudah tidak pernah memperdulikan Anan sepenuhnya dan sekarang kamu akan membuat Anan lebih terpuruk lagi jika dia tau orang tuanya akan bercerai." oma Tari berbicara dengan meletakan kepalanya dikursi.


"Diana apa kamu tidak berfikir bagaimana perasaan Anan jika dia tau betapa kasian dia, apa lagi dia akan melakukan ujian sekolah menengah pertama beberapa minggu lagi." opa Anan yang sedari tadi hanya mendengarkan akhirnya membuka suara.


"Ayah ibu maafkan Diana, tapi Diana rasa Anan sudah cukup dewasa untuk mengerti dengan keputusan ku ibu." Diana menjawab dengan suara lemah.


Tanpa diketahui mereka Anan sudah mendengarkan semua pembicaraan mereka dari luar rumah Anan hanya terdiam dan langsung pergi menuju taman


tes.. tes... tes...


Air mata anan menetes membasahi pipi putihnya


"Kenapa kenapa mereka tidak pernah memikirkan perasaan ku, saat aku butuh mereka tidak pernah ada dan sekarang kedua orang tua ku itu akan berpisah." gumam Anan dengan suara terisaknya.


"Mulai sekarang aku sudah tidak peduli lagi dengan mereka, entah apa yang akan mereka lakukan bukan urusan ku lagi."


Anan berguma lagi dengan suara terisaknya tapi kali ini hatinya lebih sakit.

__ADS_1


Selama ini mama dan papa Anan hanya sibuk memikirkan pekerjaan tanpa memberikan kasih sayang sediktpun, mereka selalu bertengkar karna keegoisan mereka.


Beberapa bulan berlalu Anan akhirnya diterima di SMA negeri favorite di kota tempat tinggalnya.


"Nak selamat ya kamu masuk SMA favorite di kota kita." mama Diana berjalan dan akan memeluk Anan.


"Iya trimakasih, tapi aku tidak perlu pelukan dan ucapan selamat dari mu." ucap Anan dingin.


"Anan jaga bicara mu dia ibumu". sahut papa Andri, papa dan mama Anan tidak jadi berpisah tapi mereka tetap sibuk dengan dunia masing masing.


"Aku lelah aku istirahat dulu." Anan menuju kamar meninggalkan mereka.


Tahun tahun berlalu seperti itu hingga anan akan melaksanakan ujian kelulusan SMA


Bruk,,,,,


"Papah????" pangil Anan dengan suara panik.


"Mah papa pingsan mah!!!!!" teriak Anan dari luar rumah.


"Kita bawa k rumah sakit,"


mama Diana langsung menghampiri dan menjawab dengan suara panik.


Sesampainya di rumah sakit

__ADS_1


"Dok gimana keadaam suami saya?? suami saya gak papa kan dok?" tanya mama Diana yang didampingi opa Anan saat dokter keluar dari ruangan pemeriksaan.


"Suami anda terkena serangan jantung sedang, dan belum sadarkan diri mohon bersabar." jawab sang dokter menjelaskan


"Terimakasih dok saya mengerti." jawab mama diana dengan suara parau menahan tangisnya


Selama papa Andri dirumah sakit, Anan setiap hari datang kerumah sakit ditemani Tama.


drt... drt.... drt...


call 📞


"Hallo ma?? aku baru sampai rumah ada apa??" Anan langsung menjawab pangilan tlfon dan berbicara


"Anan keadaan papa memburuk dia akan dipindahkan ke ruang icu." suara sang mama terdengar sangat khawatir.


"Iya mah aku akan segera kesana,mama tenang ya." Anan langsung mematikan telfon lalu menghubungi Tama untuk pergi kerumah sakit.


"Tuhan tolong sembuhkan papaku selama ini aku selalu mengabaikannya, aku belum berbakti kepadanya aku menyesal tuhan." gumam Anan.


Hatinya sakit mendengar kabar dari sang ibu, meskipun dia sangat kecewa dan benci papa Andri tapi sebenarnya Anan sangat menyayangi papanya itu.


ini masih flashback ya,,


maaf jika flashback ya lumayan panjang, karna disini author ingin menggambarkan masa lalu anan dan memceritakan kenapa selama ini anan selalu memaafkan tama

__ADS_1


__ADS_2