
Setelah Bryan pergi meninggalkan kamar, Anan berjalan ke almari yang Bryan maksud tadi lalu terdiam dan memperhatikan baju yang mana yang akan dia kenakan.
"Huh baju ku emang masih lumayan basah dan sedikit kotor karena hujan tadi,lebih baik turuti saja dan segera pulang." Anan bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Anan menuju lemari tadi dan mengambil baju yang sudah dia gantungkan baju yang dia pilih
"Huh pakek baju ini aja deh, tadi kan kata pak Bryan aku boleh pilih baju yang ada disini jadi terserah dong mau pakek yang mana." batin Anan lalu beranjak turun ke bawah untuk mencari Bryan.
Terlihat Bryan sedang berada di meja makan sambil memainkan ponselnya, Anan hanya memperhatikan Bryan yang sedang sibuk dengan ponselnya dan duduk di meja makan.
"Pak Bryan." panggil Anan berusaha mengalihkan perhatian Bryan dari handphone
"Oh iya,ada yang bisa kmu gunakan di lemari saya??"
"Iya pak ada, bolehkah saya pakai kemeja bapak ini dulu sambil menunggu baju saya kering."
"Pakailah, dan makan dulu setelah itu saya antar pulang."
Mereka berdua makan dengan tenang hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu, setelah selesai makan Anan berdiri dan hendak membersihkan meja makan.
"Biar saya aja pak yang beresin ini." Anan mengambil piring Bryan dan berdiri ingin meletakkan piring kotor ke dapur dan mencucinya.
Saat Anan berdiri dan akan berjalan,terlihat paha mulus Anan dan Bryan hanya memperhatikan Anan yang berjalan menuju dapur karena tadi saat Anan datang ke meja makan Bryan sibuk dengan handphone
"Sial kenapa dia sangat menggoda." batin Bryan tanpa mengalihkan pandang sedikit pun dari tubuh Anan yang membelakangi ya.
__ADS_1
Setelah membereskan piring Anan berbalik menuju meja makan dan seketika pandangan Bryan langsung tertuju pada dada anan yang besar, Anan lupa dengan itu karna bra hitamnya basah dia tidak menggunakan apapun untuk menutupi nya dia sedari tadi hanya menggunakan rambut panjang hitamnya yang dia letakan didepan dada untuk menutupi itu.
"Duh kenapa tatapan bos gitu ya ke gue,oh iya mati." seketika anan langsung mengarahkan rambutnya kedepan
"Em pak maaf bisa saya pulang sekarang?"
"Baju kamu sudah kering??" Bryan langsung tersadar saat mendengar suara Anan.
"Em sudah pak"
"Baiklah kita ke atas saya coba lihat baju kamu."
Sesampainya di kamar Bryan masuk duluan dan duduk di samping ranjang,Anan mengambil bajunya dan mendekat ke bryan ingin menunjukkan bahwa baju yang dia kenakan tadi sudah tidak terlalu basah
"Pak ini sudah lum."
"Akhhhhhh hiks...hiks." seketika Anan berteriak dan menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Bryan lalu menangis.
"Tenanglah tak apa hanya ada petir." terdengar suara serak Bryan yang sedang menahan hasratnya.
"Maaf pak maaf." saat anan akan berdiri 2 kancing kemeja yang digunakan Anan terlepas karena tersangkut baju Bryan, wajah Bryan memerah.
"Kau berusaha menggoda ku Anan??"
"Tidak pak tidak saya tidak berani." dengan cepat menutup dadanya.
__ADS_1
"Baiklah kamu tidak menggoda ku tapi aku tergoda oleh mu Anindita."
"Maaf pak saya minta maaf, saya permisi." Anan berjalan pergi berusaha meninggalkan kamar.
Bruk.....
Dengan cepat Bryan menarik tangan Anan ke pelukannya lalu membalik badan Anan dan menindihnya.
"Pak apa yang bapak lakukan?bapak mau apa???" tanya Anan dengan suara ketakutan
"Harus kah saya menjawab??"
"Bisakah bapak turun dari tubuh saya,tubuh bap." kata kata Anan terhenti.
Mmmmmmmhhh,
Bryan langsung ******* bibir Anan
Anan tidak membalas ciuman itu dia memberontak sekuat tenaga,tapi tenaganya tidak sekuat Bryan
"Kenapa kamu diam saja??$
"Kita tidak seharusnya begini pak, ini tidak pantas untuk bawahan dan atasan seperti kita!!!"
"Baiklah kalo untuk kekasih apakah pantas???"
__ADS_1
Anan terdiam karna kaget mendengar ucapan Bryan barusan
jangan lupa like komen