
"Lo kenapa sih Tama,gue mau masuk kerja!!"
"Lepasin gu.." tiba tiba ucapan Anan terhenti.
Bibir Tama langsung meluncur ke bibir sexy Anan,dan terus menciumi bibir sexy itu, Anan memberontak tapi percuma tenaga Tama lebih kuat darinya.
"Auhhhhh." Tama teriak kesakitan saat bibir bagian bawahnya digigit dengan kasar oleh Anan
"Lo bener bener gila Tama bener bener gila!!!"
"Aku gila karena kamu Anindita!! aku gak bisa kehilangan kamu!!"
"Semua udah terlambat,gue udah kecewa buat kesekian kalinya." Anan ingin berjalan pergi tapi dengan cepat tangan Tama meraihnya
"Lepasin gue Tama!"
"Kamu harus ikut aku!! aku akan jadiin kamu milik ku seutuhnya, hari ini juga biar kamu gak akan bisa ninggalin aku."
"Lepasin gue, kita mau kemana??"
"Ikut aku!!! aku akan ambil yang selama ini aku jaga, kamu miliku Anindita." tama memasukan Anan ke mobilnya
Bugh.... bugh....bugh....
Tiba tiba pukulan mendarat tepat di pipi Tama hingga membuat Tama tersungkur ke tanah.
"Anj*** siapa lo???dateng dateng mukul orang." bentak Tama.
"Lo yang siapa?? mau bawa karyawan gue kemana?? lo gak tau bentar lagi jam masuk kerja!!!!"
"Bukan urusan lo!! gue mau nyelesain masalah gue sama pacar gue!!!" teriak tamya bangkit
Bugh..
satu pulan lagi mendarat dibibir Tama
Bryan langsung menarik tangan Anan ikut bersamanya kedalam mobil dan pergi dari situ.
"Sial." gerutu Tama yang melihat mobil bryan pergi.
__ADS_1
"Pak terimakasih banyak." suara Anan memecah keheningan.
"Iya."
"Maaf saya jadi merepotkan bapak."
"Saya hanya kebetulan melihat saat akan masuk kantor, saya tidak suka ada keributan yang akan membuat nama kantor jelek."
Iya sedari tadi Bryan melihat semua kejadian yang terjadi antara Anan dengan Tama,saat Tama memaksa mencium Anan tiba tiba Bryan yang melihat sudah ingin menghajar Tama,tapi bryan berusaha menahan diri untuk melihat sejauh mana Tama akan bertindak.
"Pak kita mau kemana?? bentar lagi jam masuk kantor." suara Anan memecahkan lamunan Bryan
"Temani saya untuk sarapan."
"Baik pak."
Sesampainya ditempat makan mereka langsung makan tanpa ada pembicaraan.
"Sudah selesai??"
"Iya pak saya sudah selesai."
"Baiklah ayo kita kembali ke kantor."
"Pak turun kan saya disini saja."
"Kantor sudah didepan,sekalian saja."
"Saya hanya tidak ingin jadi bahan pembicaraan di kantor, karena berangkat bersama bapak."
"Turunlah."
Setelah mengucapkan itu Bryan pergi meninggalkan Anan,dan melajukan mobilnya memasuki halaman kantor setibanya dikantor Bryan langsung memasuki ruangan dan membuka laptopnya.
tok..tok..tok
"Masuk." teriak Bryan
"Pak saya sudah mendapatkan data yang bapak inginkan." ucap pak Warno asistennya.
__ADS_1
"Cepat sekali kerja mu."
"Terimakasih pak,ada yang bapak Bryan butuhkan lagi??"
"Tidak,kamu boleh pergi terimakasih."
"Baik pak,saya permisi." setelah mendapat angukan kepala dari Bryan asisten Bryan tersebut keluar dari ruangan
"Hem menarik,jadi pria tadi benar kekasihnya." gumam Bryan sambil membuka map yang asistennya berikan."
"Gadis kecil kamu akan segera menjadi milikku." senyum bryan terbit diwajah tampannya.
••••••••••••••••••••••••••••
Disisi lain Anan sedikit berlari memasuki halaman kantornya.
"Pagi mbak Nesya, maaf ya Anan telat."
"Gak kok,ini masih ada 5 menit lagi jadi kamu gak terhitung telat."
"Hehe makasih banyak ya mbak Nesya."
"Iya sma sama."
Akhirnya Anan fokus pada komputer dan mengerjakan pekerjaannya, tak terasa jam makan siang tiba.
"Anan yuk istirahat dulu, carik makan di cafe sebelah yuk."
"Ehh iya mbak, Anan matiin komputer dulu ya."
"Oke, aku tunggu di lobi ya kantor ya jangan lama lama."
Saat Anan akan pergi menyusul Nesya, handphone anan bergetar.
drt...
drt...
"Siapa sih kirim pesan, paling juga Tama ah nanti aja di cafe,males juga ladenin tu orang." batin Anan tanpa melihat layar handphone dan berlalu berjalan menuju lobi kantor untuk menemui Nesya.
__ADS_1
Sesampainya di cafe tersebut Anan langsung memesan makanan dan memakannya dia lupa tidak melihat siapa pengirim pesan itu.
selamat membaca semoga suka,maaf jika banyak kesalahan karna ini novel pertama ku