
"Diruangan Bryan,dia terus memikirkan apa yang terjadi dengan Anan tadi pagi.
"Cih,siapa laki laki tadi, beraninya dia mencium Anan seperti itu dasar brengsek." gumam Bryan
tok..tok..tok..
"Pak Bryan ini saya pak Warno." ucap sang asisten karena tidak kunjung mendapat sahutan dari dalam.
"Iya, silahkan masuk."
"Ini data yang bapak minta kemarin tentang ibu Anindita, semuanya sudah ada disini."
"Cepat juga kerja kamu, tidak salah saya percaya pada kamu selama ini." ucap Bryan setelah menerima map tersebut.
"Terimakasih pak,saya permisi dulu."
"Pergilah."
Setelah kepergian asistennya tersebut Bryan membuka berkas ditangannya, terlihat sedikit senyum diwajah tampannya.
"Hem, memang benar dia memiliki tubuh yang sangat indah membuat semua mata laki laki tak bisa lepas dari tubuhnya."
gumam Bryan saat melihat ukuran tubuh Anan dalam data lalu mata ya melihat data data hubungan anyan dengan seseorang seketika emosinya meluap.
"Ternyata laki laki itu kekasihnya,tapi sepertinya hubungan mereka saat ini tidak baik." Bryan mulai menyimpulkan dengan kejadian tadi pagi yang dia lihat.
__ADS_1
"Sudah jam makan siang,dan ini kesempatan ku mencari tau hubungannya dengan lelaki brengsek itu." gumam bryan dan langsung mengambil handphone ya untuk menghubungi Anan (Bryan tau no handphone Anan tadi pagi saat sarapan bersama ya)
Setelah beberapa saat Anan tak kunjung membalas pesan Bryan, akhirnya Bryan memutuskan untuk melihat Anan dimeja kerja.
"Sial kemana perginya wanita itu,atau jangan jangan dia bersama lelaki brengsek itu." batin Bryan kesal saat melihat Anan tidak ada dimeja ya.
"Pak bryan lagi cari siapa?" sapa Rio.
"Saya cumak kebetulan lewat terus liat meja itu komputer ya nyala, saya matikan." Bryan mencari alasan karena kepergok berdiri di meja Anan dan otak jeniusnya mendapatkan alasan bahwa Anan lupa mematikan komputer di mejanya.
"Oh itu meja bu Anindita pak, dia masih makan siang pak nanti saya sampaikan."
"Oh begitu, saya pergi dulu."
"Baik pak." jawab Rio melihat kepergian Bryan.
"Beraninya dia mengabaikan pesan ku,padahal hanya makan siang." ucap Bryan saat dimobil dan lalu pergi meninggalkan halaman kantor.
"Hayooo Rio!!!!!!! ngapain lo dimeja Anan??????" teriak Nesya mengagetkan Rio.
"Lo tu kagetin aja,gue gak ngapa ngapain Nesya."
"Terus ngapain lo disini??"
"Gini Lo nes tadi tu gue kan mau ke meja kerja gue trs liat pak bryan celingukan liatin meja Anan, ya gue tanya katanya komputer lo tadi masih nyala ya gue mikir aja tumben banget komputer gak lo matiin duluan." jelas Rio panjang lebar.
__ADS_1
"Perasaan tadi udah anan matiin deh mas masak belum sih?? duh kenak marah gak ya nanti." tanya Anan ketakutan.
"Udah santai aja, tadi gue bilang kalo nanti gue bilangin ke lo tapi kata ya pak Bryan udah gak usah gitu "
"Syukur deh kalo orang ya gak marah marah mas."
"Iya udah gue ke meja gue dulu ya Anan cantik dada."
"Masa sih tadi belum aku matiin perasaan udah deh." batin Anan sambil mengambil handphone dari tas dan membuka nya.
"Hah???mati gue apa mungkin tadi pak Bryan ke meja buat nyariin gue,soal masalah tadi pagi." gumam Anan saat melihat ada pesan dari Bryan dan langsung membalas pesan Bryan tersebut.
Pesan Bryan sebelumnya 💌
"Bu Anindita bisa kita bicara?"
Pesan anan 💌
"Maaf pak tadi saya gak tau kalo bapak hubungi saya, ada apa ya pak?"
Pesan bryan 💌
"Hmm."
Seketika mata Anan melotot melihat pesan Bryan
__ADS_1
"Hah kan gue gak tau kalo tadi tu bos duda hubungi gue,masak gitu aja marah sih tu orang lagi PMS apa gimana sih." gerutu Anan lirih.
jangan lupa like komen ya, terimakasih