
Tanpa Tama tau Anan sudah berada tepat berdiri didepan pintu rumah Riko dan Anan mendengarkan pembicaraan mereka berdua..
"Oh jadi gini kamu Tam, dibelakang aku??"
Tama yang tidak asing dengan suara itu langsung menujukan pandangan ke pintu rumah Riko.
"Anan?? sayang??" Tama langsung melepaskan tangannya dari wanita yang disebelanya itu, dan berlari pelan menghampiri Anan.
plak.......
suara tamparan yang cukup keras mendarat dipipi Tama
"Cukup Tam!!! jangan deket deket aku!! aku udah tau kamu kayak gimana dibelakang aku!! jangan pernah muncul lagi di depan aku." Anan langsung menjauh dari Tama yang menghampirinya.
"Bisa aku jelasin ini gak kayak yang kmu pikir sayang, kamu percaya kan sama aku??" Tama berusaha meyakinkan Anan.
"Apa lagi yang mau lo jelasin!! gue udah percaya selama ini sama lo!! tapi sekarang gue udah denger dan liat semua secara langsung, udah ya Tam cukup sampek sini aja hubungan kita gue capek!" Anan langsung melepaskan tangan Tama dan pergi dari rumah Riko.
"Anan!!!!! kasih aku kesempatan lagi." teriak Tama kepada Anan yang sudah pergi.
"Harusnya dulu gue percaya aja sih sama omongan meme kalo Tama tu cowok brengsek,kenapa gue harus kemakan omongan Tama." gumam Anan sesampai ya dirumah.
tes.. tes.. tes..
Tanpa sadar Anan meneteskan air mata, dia teringat kenapa dia selalu mertahanin Tama dan tidak peduli dengan nasehat teman temannya.
__ADS_1
"Kalo bukan karna lo dulu selalu ada buat gue saat gue butuh banget sandaran, mungkin udah dari dulu gue gak sama cowok kayak Tama." gerutu Anan.
flasback on
Dari kecil Anan tinggal dengan oma Tari dan oppa, yah Anan kecil memang masih mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya. sampai dimana Anan kecil berbubah.
"Mah Anan pengen pulang kerumah oma." rengek Anan kecil.
"Tapi Anan ini udah malem besok aja kerumah oma Tari ya." jawab mama Anan yang terus mengerjakan pekerjaannya.
hiks..hiks.. hiks.. hiks.
"Tapi mah Anan gak bisa tidur." ucap Anan disela tangis.
Papa Anan melempar dokumen ke lantai
"Anan bisa diem gak!! papa gak bisa kerja!! tidur sana"." bentak papa Anan
Papa Anan memang sangat temperament, karna dia menikah di usia yang sangat muda dan apalagi hubungannya dengan mama Anan yang saat itu sangat buruk membuat papa Anan tidak bisa mengontrol emosi.
hiks... hiks... hiks....
Anan kecil terus menangis dan pergi berlari kekamar
Selama berhari hari Anan kecil melihat orang tuanya bertengkar,saling berteriak karna keegoisan mereka masing masing.
__ADS_1
Anan yang masih kecil ketakutan dan jatuh sakit, berita itu terdengar hingga ke oma Tari
tok... tok... tok...
Setelah mengetuk pintuk dan dibuka oma Tari langsung masuk ke rumah anaknya itu.
"Anan sayang!! gak ketemu oma Tari seminggu kok langsung sakit kenapa??" tanya oma Tari khawatir saat sampai di kamar Anan.
"Oma Anan tinggal sama oma Tari aja, Anan gak jadi tinggal disini oma Anan gak mau." jawab Anan lemah.
"Ada apa lagi ini!! apa mereka berdua tidak kasian melihat Anan seperti ini." pikir oma Tari.
"Anan minum obat dulu terus makan dulu ya setelah itu kita pulang kerumah oma,oma tinggal keluar sebentar ya sayang oma mau bicara sama mama papa dulu oke." lalu oma Tari pergi berjalan keruang keluarga disitu sudah ada mama dan papa Anan.
"Kenapa Anan bisa begini, baru seminggu dia bersama kalian sudah seperti ini." ucap oma Tari berbicara kepada anak dan menantunya dengan suara kecewa.
"Mulai sekarang biar Anan aku yang urus!! jika kalian ingin bermain main silahkan, jangan libatkan cucu ku dalam permainan kalian." suara oma Tari terdengar tenang namun penuh penekanan.
Anan yang mendengarkan pembicaraan oma dan kedua orangtuanya hanya menagis tadi rencananya Anan akan turun kebawah untuk mengembalikan piring makannya.
"Apa selama ini mama papa tidak pernah sayang padaku, kenapa mereka tidak pernah peduli pada ku." gumam Anan sambil meneteskan air mata.
flasback sampai sini dulu, lanjut episode selanjutnya.
terimakasih yang sudah membaca, jika masih ada penulisan yang salah mohon maaf
__ADS_1