
setibanya dirumah sakit
"Mamah.....gimana keadaam papa?" Anan langsung berbicara setelah bertemu mamanya.
"Papamu masih kritis, Anan maaf ya kalo selama ini mama dan papa selalu nyusahin kamu, gak pernah ada waktu buat kamu." mama Ana berbicara dengam suara parau.
"Mama jangan ngomong kayak gitu yang paling penting sekarang kesehatan papa, kalian gak salah kok." jawab Anan sambil menahan tangis.
"Tante pulang dulu aja, biar Tama sama Anan yang jaga disini." Tama langsung mengalihkan pembicaraan mereka agar Anan tidak menangis didepan mamanya.
"Kalo gitu tante pulang dulu ya tante mandi sama ganti baju sebentar, makasih ya Tama." mama Ana lalu pulang kerumah untuk membersihkan diri.
hiks.. hiks... hiks...
"Tama aku gak mau kehilangan papa, selama ini aku belum bisa bahagiain papa belum jadi anak yang baik buat papa." Anan berbicara dengan suara terisak.
"Kamu yang kuat, kalo kamu kayak gini siapa yang kuatin mama kamu." jawab Tama dengam mengusap air mata Anan
"makasih ya Tama, udah selalu ada buat aku."
Hari hari berlalu setiap hari sepulang sekolah Anan selalu pergi kerumah sakit ditemani Tama.
"Sayang kita keluar beli makan sambil jalan jalan sebentar yuk." ajak Tama
"Aku lagi gak nafsu makan buat saat ini kamu aja ya yang makan, kalo kamu capek pulang aja aku gak papa." jawab Anan yg terus memandangi tubuh ayahnya yang dipenuhi alat bantu.
"Sayang udah 2 minggu kamu terus kayak gini, aku cuma pengen kamu juga mikirin kesehatan kamu." Tama berbicara sambil memegang tangan Anan
"Baiklah, sebentar saja ya aku takut ningalin papa lama lama."
__ADS_1
jawab Anan sambil pergi berpamitan kepada maman Diana
Setelah selesai makan Anan dan tama berjalan jalan ditaman tiba tiba hujan menguyur kota
drt... drt... drt....
"Hallo mah." jawab Anan
"Anan papa mu kritis cepat datang kerumah sakit." terdengar suara mama Ana dari seberang telfon.
Anan terdiam seakan otaknya tidak mampu memproses kata kata mama Ana.
"Ada apa sayang??" suara Tama menyadarkan Anan
"Papa semakin kritis,aku takut." jawab Anan dengan suara lemah.
"Ayo kita kerumah sakit."
saat dirumah sakit
"Mah!!!! papa gimana mah." Anan melihat detak jantung papanya yang mulai melemah.
"Sayang kamu kabarin oma dan opa dulu sebaiknya." Tama berbicara dengan lembut
"Baik, aku telfon oppa dulu aku keluar sebentar." Anan lalu menelfon omanya
"Sayanggg kamu harus bangun, jangan tingalin aku sendiri." terdengar suara teriakan mama Ana
"Mah papa kenapa mah???? papah pah bangun pah jangan ninggalin Anan pah!!!!" Anan berteriak ketakutan
__ADS_1
"Sayang kamu sabar ya sayang." Tama langsung menenagkan Anan membawa kedalam pelukannya
"Papaku Tama papaku, aku belum bisa bahagiain papaku aku belum jadi anak yang baik hiks... hiks...." suara Anan terdengar sangat lemah
Setelah oma dan opa sampai di rumah sakit mereka mengurus segalanya dan dibantu Tama, mama Diana dan Anan pulang diantar oleh adik mama Diana
"Tama aku nyesel selama ini gak pernah bersikap baik sama papa. aku nyesel dulu kayak gitu sama papa, aku gak pernah jadi anak yang baik buat papa." suara Anan terdengar parau dan sangat lemah.
"Aku tau tapi yang bisa kita lakuin sekarang cumak berdoa buat om Andri, biar dia tenang di surga."
flashback off
Tak terasa air mata Anan sudah menetes membasahi pipi Anan, sampai sekarang dia masih menyesal.
"Tama aku tau kamu sudah sangat baik padaku kamu sudah menemani saat aku benar benar terjatuh, tapi kamu tidak bisa terus seenaknya dengan perasaanku." gumam Anan
drt...
"Sayang maafkan aku, aku menyesal aku tidak akan mengulanginya lagi."
"Anan kamu maafin aku kan, kamu tau kan aku cinta ya cuma sama kamu."
"Anan jawab aku, aku bersalah padamu."
"Sayang aku sangat menyayangi mu."
Tama mengirimkan banyak sms kepada Anan, dan berkali kali menelefon Anan
"Huh apa sih mau dia ini, aku benar benar tidak ingin bertemu atau menghubunginya sekarang ini!!!!" gumam Anan
__ADS_1
untuk para pembaca flashback sudah berakhir, terimakasih yang sudah mau membaca novelku ini.