
Pagi yang cerah hari ini, Lucas tengah bersiap-siap untuk pergi bekerja. Lucas tinggal di perumahan di tengah pusat Kota. Jangan heran kalo Lucas tinggal sendiri karena orang tua Lucas sudah meninggal dunia sewaktu Lucas masih kecil. Ia diasuh oleh paman nya, karena Lucas sekarang ingin hidup lebih mandiri jadi Lucas membeli perumahan di tengah-tengah Kota. Orang tua Lucas cukup berpengaruh di kota itu, sehingga Orang tua nya meninggalkan warisan yang cukup untuk Lucas.
Hari ini Lucas berangkat kerja naik bus. Kenapa ngak beli motor/mobil. Pertama Lucas tidak bisa menyetir mobil, yang kedua Lucas ingin membeli kendaraan pake uang dia sendiri bukan dari warisan orang tua nya.
Setelah 10 menit menunggu di halte bus, akhirnya bus yang ditunggu pun datang. Lucas langsung memasuki bus dan mencari tempat untuk ia duduk.
"Permisi kek." Disebelah Lucas ada seorang bapak-bapak yang diperkirakan usia nya sekitar 70an lebih.
"Iya silahkan." Ujar kakek itu dengan senyum.
Tuk..tukk.. tongkat kakek itu menyentuh dengkul Lucas. "Ehh, iya kenapa kek?" Tanya Lucas.
"Nak bawak air minum ngak? Saya kehausan." ujar kakek tua. Ia merogoh tas nya dan mengeluarkan botol kosong.
"Air minum saya habis, kalo boleh bisa dimasukin ke botol ini aja." lanjut kakek itu.
"Ada kek, sebentar saya ambil dulu di tas." Ujar Lucas sambilan mengambil botol air di tas nya.Setelah mendapat kan botol air Lucas langsung mengisi ke botol yang kakek tua itu berikan tadi.
"Makasih ya nak." Ucap kakek tua.
" iya sama-sama kek." jawab Lucas.
Langsung kakek tua itu meneguk air itu hingga kandas. "Ahh, Alhamdulillah akhirnya rasa haus nya hilang." Ujar kakek tua itu.
"Syukurlah kek." Senyum Lucas dengan ramah.
Kakek itu menatap Lucas tak henti, sampai Lucas melirik ke arah kakek itu. "Hmm, ada apa kek?" Tanya Lucas.
"Gimana rasanya bisa melihat hal-hal ghaib?" Tanya kakek tua.
"Eh, Wahh aku tidak memiliki kemampuan seperti itu kek." Elak Lucas.
"Iya, ada kok kelihatan." Terang kakek tua.
__ADS_1
"A-ah benarkah kek? Hehe aku bahkan tidak tau." Sambil menggaruk kepala nya, karena Lucas yang bingung.
"Iya, sepertinya begitu karena kelihatan dari aura kamu. Tapi maaf kalo kakek salah, soalnya kakek juga dulu bisa melihat makhluk ghaib. Tapi semakin tua kemampuan itu sudah semakin pudar atau mungkin sudah terbiasa hehe." Ujar Pak tua.
"Zaman sekarang ya setan sama manusia, kadang sama aja ngak bisa dibedakan." Sambung kakek itu.
"Iya kek sepertinya kakek keliru, hehe mana mungkin saya punya kemampuan begitu." Jawab Lucas.
Tapi sebenarnya, dulu waktu kecil Lucas memang bisa melihat makhluk-makhluk ghaib. Bahkan Lucas berteman dengan mereka.Lucas pikir mereka anak-anak seperti dirinya, tapi ternyata teman-teman di SD Lucas tidak bisa melihatnya. Teman-teman nya yang lain menganggap Lucas sudah gila karena sering mengobrol dan tertawa sendiri. Teman-teman nya mulai menjauhi Lucas dan mengolok-olok Lucas.
Terkadang Lucas sakit mendadak karena melihat sosok-sosok menakutkan di sekitar nya. Orang tua nya sangat khawatir lalu mereka membawa Lucas ke Dokter bahkan Psikolog. Tapi mereka tidak mengerti apa yang Lucas alami. Pada akhirnya Lucas dibawa ke dukun, bermacam dukun pun tidak bisa menutup mata batin Lucas.
Kecuali Pak Bayu, katanya dia bukan dukun tapi dia punya kemampuan untuk menutupnya. Akhirnya Lucas tidak bisa melihat makhluk ghaib lagi dan menjalani kehidupan nya dengan normal.
Hanya saja akhir-akhir ini dalam mimpi Lucas selalu muncul gadis kecil yang pernah menjadi teman kecilnya dulu. Gadis kecil itu selalu membawa Lucas ketempat yang asing dan menyeramkan. Dan selalu terdengar suara-suara tangisan yang memanggil nama Lucas.
Mimpi itu terus berulang sehingga menyebabkan insomnia berat dan pekerjaan nya mulai kacau.
Tujuan Lucas sudah sampai dan Lucas berpamitan dengan kakek tua itu. "Kek, Saya pamit duluan ya." Pamit Lucas.
"Iya nak, hati-hati ya." Ujar kakek tua.
Lucas hanya mengangguk dan tersenyum lalu ia turun dari bus. Segera Lucas memasuki kantor dimana tempat ia akan bertemu dengan editor. "Sampai juga akhirnya, aku harus segera ketemu sama editor." Seru Lucas.
Saat memasuki kantor Lucas mempunyai firasat yang sering ia alami sewaktu ia kecil. "Eh?! Benar saja, sepertinya mata batinku terbuka lagi, aku yakin cahaya-cahaya dan bayangan putih itu adalah mereka!" Seru Lucas, yang dipandangan nya ada cahaya kelap-kelip beterbangan dimana-mana.
"Aku harus fokus sama tujuanku, aku harus berpura-pura tidak bisa melihat mereka." Lucas segera menuju ke lift.
"Eh, tumben kosong." Di lift sedang kosong, biasanya banyak orang, apalagi ini masih pagi pasti orang-orang akan berdatangan untuk bekerja. Itulah yang ada di pikiran Lucas.
Lucas lalu memencet tombol lift ke angka 6 karena ia telah janjian bertemu author di lantai 6. Tiba-tiba tombol nya eror menjadi ke angka 4. "Hahhh, tombol nya eror ya? Duh aku kan harus ke lantai 6 tapi kenapa hanya bisa kelantai 4 aja.!" Sambil memencet tombol 6.
"Ihh sialan, si Sindy pasti ngomel-ngomel lagi kalo aku telat, sepertinya lift nya emang rusak terpaksa harus berhenti di lantai 4!." Rutuk Lucas, sambil menunggu lift naik.
__ADS_1
"Duh! Lampu nya kenapa?" Tiba-tiba saja lampu lift nya padam. Hawa dingin pun menusuk bulu kuduk Lucas, Lucas merasakan ada orang dibelakang nya.
"Bukannya di lift ini, tidak ada orang yang masuk selain aku?" Ia melirik ke sebelah kirinya, firasat Lucas itu pasti hawa makhluk tak kasat mata yang ada di belakang nya.
"Tenang Lucas, selama kamu berpura-pura tidak melihat nya, dia tidak akan mengikutimu." Lucas berujar di dalam hati sambil meneguk ludah.
'Hihiiii....hiiiihiiiiii....' suara itu yang terdengar oleh Lucas.
"Cepatlah, cepatlah sampai." Sambil mengusap peluh didahi nya.
'Hihiiiii....hihiiiiiiii..' Suara ketawa wanita itu sangat nyaring di telinga Lucas.
"Aku mohon pergilah, aku harus segera sampai." Ketakutan Lucas yang menjadi.
''Masih jauh lantainya Hihiii.....hhiiiiii..'' ucap wanita dibelakang nya. TINGGG!! Pintu lift pun akhirnya terbuka.
"Huft syukurlah." Ucap Lucas segera ia buru-buru keluar dari lift.
''Lucasss..'' wanita itu memanggil Lucas.
"Jangan dengar jangan melihat ke belakang." Lucas meyakinkan dirinya.
"Lift nya sudah tertutup seharusnya dia sudah tidak ada kan?." Yakin Lucas. Lucas menoleh kebelakang ia melihat pintu lift sudah tertutup.
"Syukurlah, sekarang tinggal..," Ucapan Lucas terpotong saat Lucas menghadap kedepan, didepan nya ada wujud seorang wanita berambut pendek dengan wajahnya yang hancur. Wanita itu menggunakan seragam baju putih, rok hitam pendek dan berompi merah maroon.
Nafas Lucas naik turun dengan apa yang ia lihat didepan matanya.
"SELAMAT DATANGG!!!" Saat mengucapkan itu kepala wanita itu terjatuh.
'Hihiiiii...hihiiiiii...' kepala nya menggelinding kekanan dan kekiri. Dan seketika kepala itu meledak 'DUARRR!!'
Bersambung..
__ADS_1