
"Sin, kamu serius nggak ngambil foto ini!?" Tanya Lucas yang kaget melihat foto kepala itu.
"Nggak kok sumpah! Ngapain gue ngambil gambar kayak begituan.!" Elak Sindy, karena memang bukan Sindy yang memotret foto itu.
"Apa ada orang yang iseng gitu make kamera gue terus fotonya di edit? Tapi kan kamera nya selalu ada di tas gue dan gue tinggal sendirian di kostan." Sambung Sindy yang heran kok bisa ada gambar yang dia sendiri pun tidak pernah memotret nya.
"Kenapa bisa kebetulan dengan kejadian tadi dan ceritamu tentang kecelakaan di lift itu." Pikir Lucas dengan kejadian yang saling berhubungan ini.
"Nggak tau juga, apa kita cek aja? Tapi gue takut ni Kas." Ujar Sindy sambil menggenggam erat tangan Lucas.
"Sebenarnya aku juga nggak mau kesana lagi, tapi aku penasaran apa yang mereka inginkan. Kita coba cek kesana dulu, siapa tau dapat clue-clue yang mengarah ke situasi ku saat ini." Ajak Lucas ke Sindy.
"Tenang aja, kalau aku lihat hantunya aku nggak akan kasih tau kamu." Ujar Lucas yang melihat Sindy ketakutan.
"O-oke kalau gitu, bentar gue nyiapin hati dulu." Sambil mengelus dada, dan menghembuskan nafas perlahan.
"Jangan lupa kamera nya dibawa, biar kita samain di foto sama lokasinya." Ingat Lucas kepada Sindy. Lucas lalu berjalan ke arah luar ruangan kerja Sindy.
"Oke-oke ayo." Sindy langsung mengambil kamera nya dan mengikuti Lucas.
Mereka berjalan ke arah tangga darurat, setelah sampai mereka turun tangga untuk menuju ke lantai 4. "Sin, jangan pegang-pegang geli." Karena Sindy yang sangat menempel ke arah Lucas dan selalu memegang bawah baju Lucas.
"Habisnya gue takut tuh hantu tiba-tiba ada didepan gue, bisa pingsan nanti gue liat nya.!" Bukannya menjauh malah Sindy semakin menempel dan menggenggam erat tangan Lucas.
"Gimana mau nemenin aku, ngungkap misteri segini aja kamu udah takut." Ejek Lucas sambil memutarkan kedua bola matanya.
"Ssstt ah, berisik lu mending fokus." Kata Sindy sambil jari telunjuk nya menempel di bibirnya.
Tiba mereka di lantai 4 dan langsung menuju ke arah lift lantai 4. "Sampai juga." Ujar Lucas saat mereka telah sampai di depan pintu lift lantai.
"Jam segini kenapa pegawai lantai 4 sepi?" Tanya Lucas, padahal hari masih siang heran juga siang-siang begini di lantai 4 itu sepi tidak ada orang bekerja.
"Yang kerja di lantai ini emang sedikit dan rata-rata udah pulang." Jawab Sindy.
"Pantesan apa mereka takut gara-gara cerita hantu di lantai 4?" Tanya Lucas. TIINGGGGG!! Tiba-tiba pintu lift itu terbuka dengan sendirinya.
__ADS_1
"Astaga, kaget gue!! Kas, siapa yang buka liftnya? Gue nggak berani liat.!" Kaget Sindy yang langsung bersembunyi dibelakang Lucas dan menggenggam erat tangan nya.
"Kosong, liftnya terbuka sendiri." Jawab Lucas, ia melihat didalam lift itu kosong.
"Kas, kayanya gambar nya emang editan deh, nanti gue cari pelakunya. Udah yuk kita balik lagi ke atas, gue mulai nggak tenang." Ajak Sindy untuk balik lagi ke ruang kerjanya.
"Sebentar Sin, aku cek dulu kedalam ya." Lucas segera menyingkirkan genggaman Sindy dari tangan nya. Dan Lucas segera berjalan dan masuk ke lift.
"Lucas, Kas.." Melihat Lucas yang telah masuk kedalam.
"Sebentar kok." Lucas menoleh ke arah Sindy.
"Duh merinding." Takut Sindy sambil mengusap bahunya. Matanya menoleh kekanan dan kekiri takut kalo ada sesuatu di sekitarnya.
"Nggak ada apa-apa disini." Kata Lucas setelah ia masuk kedalam lift itu.
DAAGGG!! Pintu Lift itu tertutup dengan sendirinya. Sindy dan Lucas pun sama-sama kaget. Sindy yang berada di luar teriak-teriak memanggil nama Lucas sedangkan Lucas di dalam lift merasakan ada aura disekitarnya. Lift pun menjadi sangat gelap Lucas menoleh kekanan dan kekiri mencari-cari apakah ada sosok di sekitarnya itu.
"Heii.. katakan padaku apa yang kamu mau, tolong jangan ganggu hidupku seperti ini.!" Teriak Lucas sambil mencari-cari sosok wanita kepala putus itu.
Lucas lalu menoleh ke belakang lalu ia melihat seorang wanita berambut pendek yang ia lihat tadi pagi. "Si-siapa kamu? Ba-bagaimana caraku menolong mu?" Jawab Lucas dengan gagap, peluh nya menetes menandakan bahwa Lucas tengah takut sekarang.
"TOLONGGG!!!" Wanita itu pas disamping kiri Lucas dengan posisi menggantung dan kepala dibawah pas di depan kepala Lucas. Wanita itu lalu memegang kepala Lucas dan menatap mata Lucas.
Tiba-tiba Lucas seperti melayang, badan nya terasa di ombang-ambing di udara. "Aku melayang?" Tanya Lucas kepada dirinya sendiri.
Saat ditengah ia bingung kenapa ia bisa melayang, Lucas melihat ke arah bawah, disana ia melihat ada banyak orang di dalam lift sekitar 10 orang.
"Perhatian! Kebakaran telah terjadi di lantai 5 dan 6 jalur tangga darurat sudah terbakar. Harap segera mengevakuasi ke lantai dasar melalui lift.!" Terdengar suara dari dalam lift itu.
"Kenapa harus pake lift sih!?" Tanya wanita berambut panjang ikal bewarna cokelat dan memakai baju receptionist.
"Tadi kan petugasnya sudah bilang, tangganya terbakar jadi lift ini yang paling aman." Jawab wanita yang berambut pendek sepertinya teman satu profesi karena terlihat dari baju yang ia kenakan.
DREEETTTT... Tiba-tiba lift mati seketika orang-orang di dalam lift langsung berteriak dan panik. "Bagaimana ini, lift nya mati!" Teriak salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Mana disini banyak orang lagi!!" Yang lain nya menyaut.
"Mohon tenang bapak-bapak petugas kita akan segera menangani masalah ini." Ucap wanita yang berambut panjang cokelat itu.
"Saya akan coba menghubungi pekerja di lantai 4." Tawar wanita yang berambut pendek. Ia lalu mengambil ponsel nya dan mencari apakah ada sinyal di dalam lift itu.
Asap telah menggepul di dalam lift yang membuat semua yang didalam nya sesak. "Brengsek, uhuk uhuk sesak aku nggak bisa nafas, kapan mereka akan menyelamatkan kita.?" Salah satu dari mereka yang menggerutu sambil menutup hidung dan mulut nya.
TINGGGG!!! Pintu lift akhirnya terbuka. Mereka langsung berlari ke arah pintu lift, mereka berdesakan untuk keluar dari pintu lift itu. "Hey, cepat-cepat keluar!!" Teriak mereka.
"Sabar dong!! Jangan dorong-dorong.!!" Mereka saling berdorongan untuk cepat keluar dari lift itu.
"Heyy keluarnya yang teratur.!" Teriak wanita yang berambut pendek. Lift itu perlahan-lahan naik yang tersisa didalam lift tinggal wanita yang berambut pendek dan yang berambut panjang cokelat ikal.
"Cepat keluar lift ini eror!" Teriak petugas. Wanita berambut panjang cokelat ikal ia keluar duluan karena lift nya yang perlahan naik jadi ia sedikit kesusahan untuk naik lalu petugas langsung membantu nya. Kini tinggal wanita berambut pendek yang tersisa.
Wanita berambut pendek berusaha sekuat tenaga untuk naik kepermukaan saat berhasil kaki nya terkilir dan masih nyangkut di antara lift itu. "Wi, tolong aku kaki aku terkilir." Ucap wanita berambut pendek sambil memegang tangan teman nya itu.
"Manja banget bisa bangun sendiri kali." Wanita berambut panjang cokelat itu menepis tangan temannya yang membuat teman nya tersungkur lagi dan wanita yang berambut panjang itu langsung pergi dari tempat itu.
Saat wanita berambut pendek itu ingin berdiri kepala nya pas ditengah-tengah pintu lift itu dan tiba-tiba SRETTT DAMMM.. Pintu lift itu tertutup yang mengakibat kan kepala nya terhimpit dan terseret ke atas. "AAAAHHHHHHHH...." teriakan yang sangat nyaring menyakit kan dan sangat jelas di telinga Lucas.
Jlebb gelap, penglihatan Lucas seketika gelap, Lucas segera tersadar. Ternyata yang ia lihat tadi adalah bayangan yang diperlihat kan hantu itu ke Lucas. Ternyata Lucas bisa melihat masa lalu seseorang. Lucas berjalan ke arah pintu lift yang telah terbuka itu.
"Lucass!!" Teriak Sindy memanggil Lucas.
Lucas yang bingung dan masih shock ia keluar dari lift dengan wajah yang merah seperti orang linglung. "Kas, lu nggak apa-apa kan?" Tanya Sindy yang langsung menghampiri Lucas.
"Sepertinya dia dibunuh." Kata Lucas yang masih dengan wajah linglung nya.
"Di-dibunuh? Siapa Kas?" Tanya Sindy yang mulai takut dengan pernyataan Lucas.
"Hantu lift ini...."
Bersambung...
__ADS_1