
Hari Minggu yang terlihat mendung menggambarkan anak-anak yang tidak dapat uang jajan hari ini. Belum 09.00 Kevin telah nangkring di depan rumah Jenderal.
Biasanya saat ini dia pasti bersiap-siap untuk nge-date sama sama sang pacar tapi pacarnya yang ke 95 itu sedang pergi keluar negeri karena ngambek kepada dirinya.
ketika masuk ke dalam rumah, dia langsung disuguhkan oleh Jendral yang terlihat sangat letih lesu, dengan kantong mata yang pekat.
Kevin menatap Jenderal yang tak biasa. Mata Jenderal sedikit memerah dan wajahnya pucat bagaikan anak yang tidak diberi makan. Karena Kevin adalah cowok kepo, dia melangkah mendekati Jenderal dan duduk dihadapannya.
"Lo kenapa Jen? Dijahili sama Arezh lagi?"
Jendral menguap lebar, mengusap ujung matanya yang berair. "Nggak, gua ngantuk kali sebab tadi malam gua ngebantu Arezh buat tugas."
senyum jahil Kevin mengembang. dengan suara pelan dia membisikkan sesuatu kata-kata yang membuat Jenderal bergidik ngeri.
"Lo, akhirnya tunduk ke Arezh ya."
Jendral yang sedang mengunyah makanan pun langsung tersedak. Mengambil gelas disampingnya yang berisi susu coklat dia langsung meminumnya dalam sekali tegukan.
"YA NGGAK LAH" ucap Jendral ngegas. Kevin yang terkejut pun meminta maaf sambil tertawa.
"Btw Bunda ada di mana? dari tadi gua nggak ngelihat Bunda."
Jenderal yang sudah menyelesaikan sarapannya langsung membereskan semuanya lalu berjalan kearah dapur sambil menjawab pertanyaan Kevin.
"Bunda pergi keluar sama Arezh"
"Ke pasar ya?"
"nggak tahu, Bunda kalau pergi sama tu anak, nggak pernah mau bilang pergi kemana sama gua, palingan nggak jauh-jauh dari keperluan pribadi cewek nyebelin itu, tiap hari tiap detik Bunda selalu ngomongin gaun yang dia lihat untuk tu anak. Padahal bajunya kalau dijual lagi cukup menghidupi gua selama 1 tahun.
"Sedangkan untuk gua jangan ditanya, kayak gue yang anak tiri di sini jadinya." Cerocos Jenderal seraya mencuci bekas tempat makannya.
"hahaha kasihan banget sih." Kevin berdiri dari duduknya lalu berjalan ke tempat ruang tengah dan menghidupkan televisi.
"Dari pada hari ini sia-sia, kita pergi keluar aja yuk," ajak Kevin sambil membuka toples isi kacang yang ada di atas meja.
"kemana? kalau ke tempat yang aneh gue nggak mau ya." Jendral Jenderal yang telah selesai mencuci piring, berjalan mendekati Kevin.
"Nggak aneh kok. Kita pergi ke taman bermain yuk, hari ini kabarnya ada acara yang hanya ada minggu ini. Gua tahu lu nggak punya cewek jadi dari pada kepada kita sibuk meminta turun hujan kepada Tuhan, lebih baik kita pergi main aja sambil ngeliat cewek cantik."
"Cewek aja ya yang ada di otak lu itu ya."
"Hehehe, biar otak gua tu refresh dikit."
Jenderal mengganggu setuju. "Ya udah tapi tunggu Bunda pulang dulu ya, gua dilarang keluar nih sama Bunda."
__ADS_1
Kevin memberikan satu jempolan tanpa mengalihkan perhatiannya dari televisi. "Oke tenang aja."
...-----...
"Assalamualaikum, Bunda pulang."
"Waalaikumsalam, Bunda udah pulang." Jendral mendekati Bunda lalu mengambil alih barang belanjaan yang ada ditangan Bunda dan membawanya ke ruang tengah.
"Selamat siang Bunda." Sapa Kevin memperlihatkan senyuman gantengnya.
"Wah ada nak Kevin ternyata, udah makan?"
"Udah Bun."
"Isinya baju semua Bun, ada untuk Jenderal nggak?" Jendral membuka plastik-plastik itu, yang ternyata isinya hanyalah pakaian untuk Arezh.
"lihat di plastik warna merah itu, isinya seragam kamu. awas kamu gosongin sekali lagi, maka Bunda nggak akan pernah beliin untuk kedua kalinya."
Jenderal nyinyir lalu mengangguk. "Ini yang terakhir kali Bun."
Setelah merapikan semuanya kembali, Jenderal bersiap-siap untuk pergi.
"Bunda kami berdua mau pergi keluar dulu ya," izin Jendral di ikuti oleh Kevin.
"taman bermain Bunda. Katanya hari ini ada acara konser."
"oh ke taman ya, nggak papa nggak papa pergi lah, eh tapi pas mau pulang bawa Arezh juga ya ." Pesan Bunda.
"Arezh? emang ke mana anak itu? bukan dia pergi sama Bunda tadi ya."
"iya Are pergi sama Bunda tapi di tengah jalan dia ketemu teman-temannya, kebetulan juga temannya mau pergi ke taman bermain yaudah Bunda suruh aja untuk ikut, biar bisa bersenang-senang dan menambah teman."
Jenderal dan Kevin yang tidak mau berlama-lama hanya mengangguk dan mengiyakan. sebelum pergi mereka tidak lupa untuk salam kepada Bunda.
"Pulangnya jangan terlalu kesorean ya."
"Siap Bunda!!"
...----...
Apa yang dikatakan Bunda sangat benar. cuaca hari ini sangat tidak bersahabat. Syukur saja Jenderal dan Kevin hanya memakai kaos oblong warna hitam.
Beberapa meter didepan mereka berdiri sebuah panggung yang sangat besar sepertinya betul kata Kevin ada konser di sini.
Banyak manusia yang berada disekitar mereka, rasanya hari ini ada 3 kali lipat pengunjung dari biasanya. Tapi sampai saat ini dia belum juga bertemu dengan Arezh.
__ADS_1
"Jendral gua haus nih, kita beli minuman dulu yuk sambil mencari tempat untuk teduh. Kalau kita tetap berdiri disini lebih lama lagi bisa makin eksotis nih kulit gua" ajak Kevin.
Jenderal yang telah haus dan gerah pun langsung mengangguk dan mengikuti Kevin sampai mereka tiba di gerai yang lumayan sepi.
Setelah membeli minuman dan berkeliling mencari tempat yang cocok untuk berteduh, akhirnya mereka menemukan satu pohon besar nan rindang, dengan segera bersantai di bawah pohon itu.
Konser telah dimulai. Dentuman musik terdengar sangat kuat sampai ke tempat dimana jenderal dan Kevin berada. Banyak orang mulai berkumpul di depan panggung itu.
"Duh panas kali. Mana sebelum pulang kita harus mencari Arezh lagi. gimana kita bisa nemuin tuh anak ya" ucap jenderal menatap kearah konser yang sedang berlangsung.
"telepon aja" usul Kevin seraya membuang plastik minumannya yang telah kosong.
"gua nggak ada nomornya, gua juga lupa minta ke bunda tadi."
"Yaudah telepon Bunda lah, nanya berapa nomor si Arezh."
"Males banget gua"
"Hadeh, lebih baik ilangin gengsi Lo dulu sekarang. Daripada kita nunggu di sini kek kambing congek."
Setelah mempertimbangkan cukup lama akhirnya Jenderal mengalah dan menelepon sang Bunda dan ketika dia sudah mendapatkan nomor Arezh masalah lain pun muncul.
"Astaga, nggak ada sinyal. Kevin HP lu ada sinyal enggak?"
"Ada tapi gue enggak ada pulsa, paket internet gue nggak ada juga."
"Ck, Ya udah lu tunggu di sini ya, gue nyari sinyal dulu nih sambil gue mau ke kamar mandi sebentar."
"Mau gua temanin?" Goda Kevin.
"Jijik." Jendral berdiri dari duduknya dan meninggalkan Kevin sendiri.
Lebih dari 30 menit Jenderal masih belum kembali. Kevin masih berpositif thinking mungkin saja anak itu belum mendapatkan sinyal yang bagus. Tapi setelah sejam lebih Kevin tidak bisa berdiam diri lagi karena anak itu belum kembali juga.
Baru saja Kevin mau nyusul Jenderal, dia di kejutkan oleh seseorang yang berdiri di hadapannya.
"Bang Kevin?"
"Arezh? Jendral mana?"
"Eh?"
"Eh?
"Eeehhhhh"
__ADS_1