Jilbabmu Menghangatkanku

Jilbabmu Menghangatkanku
Bab 26 Pria Asing Yang Aneh


__ADS_3

"Aku akan menghukum mu saat kamu membutuhkannya, dan itu akan menyakitkan."


Aku pikir aku merasa sedikit kehilangan kesadaranku. Aku meminum teh ku lagi.


"Apakah kamu pernah dipukuli?" Aku bertanya.


"Ya."


Oh... itu mengejutkanku. Sebelum aku dapat menanyainya lebih lanjut tentang kepribadian aneh nya, dia menyela alur pemikiran ku.


"Mari kita bahas ini di ruang kerjaku. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu."


Ini sangat sulit untuk diproses. Di sini aku dengan bodohnya berpikir bahwa dia adalah orang baik tapi sebenar nya dia orang yang paling gila, apa aku mampu merubah nya? Atau memang aku harus menyerah dan mencari jodoh lain yang normal?


Aku mengikutinya ke ruang kerjanya, sebuah ruangan luas dengan jendela setinggi langit-langit yang membuka ke arah balkon. Dia duduk di meja, memberi isyarat agar aku duduk di kursi kulit di depannya, dan memberi ku selembar kertas.


"Ini adalah peraturannya. Mereka dapat berubah. Mereka merupakan bagian dari kontrak, yang juga dapat kamu miliki. Baca peraturan ini dan mari kita diskusikan."


Peraturan itu sangat konyol, aku seperti terkurung di dalam penjara, seperti jaman jahiliah yang memperjual belikan budak, bukan nya aku di jadikan pendamping nya.


Tapi dia ingin menjadikan ku seorang budak.


Apa mungkin dia memang tidak memiliki perasaan? Atau mungkin juga mata hati nya telah tertutup....?


Aku teringat, ada seorang ustadz yang pernah mengajarkan ku ayat ruqyah. Apa mungkin itu bisa membuat nya normal kembali? Maka dari itu, aku membuat sebuah rencana, bukan untuk membuat nya menjadi suamiku, tapi aku ingin menolong nya sekarang agar dia bisa menjadi orang yang normal.


Tapi kalau aku melakukan nya sendiri, itu mungkin tidak efektif, aku harus menyusun rencana!


"Ricardo aku punya persyaratan" ucap ku


"Apa itu?"


" Ada seseorang yang ingin ku undang ke sini, apa kamu mengijinkan nya?"


" Baik lah kalau memang itu yang kamu mau,"


"Setelah ini tolong ijin kan aku untuk menenangkan diri ku, jujur aku shock melihat keadaan yang sebenarnya"


" Baiklah" dia terlihat sedikit pucat mungkin dia menyesal.


Aku memasuki kamar yang telah dia sediakan untukku. Kamar itu besar, bahkan sangat besar, aku langsung mengambil air wudhu dan menunaikan shalat isya...


Setelah shalat aku memohon petunjuk dan berdo'a


"Ya Allah, berilah hamba kekuatan, dan petunjuk, agar selalu berada di jalan Mu, dan berilah hidayah untuk Ricardo, tunjukkan lah jalan yang benar pada nya, hamba ingin dia berubah, hamba mohon permudah lah jalan yang akan hamba lalui ke depan nya aamiin"


Aku berusaha tidur malam itu tapi aku seperti melihat bayangan yang menyeramkan, bayangan rantai yang membuatku merinding.


Aku membaca ayat-ayat Al-Qur'an agar bisa tenang, dan aku pun tertidur.


Tapi karena alam bawah sadar ku terus memikirkan itu, aku bermimpi lilin lilin kecil dengan pencahayaan yang redup dan banyak rantai di sana, aku melihat Ricardo di Rantai di salah satu pohon besar.


Aku ingin memanggil nya, tapi suara ku tak bisa keluar seperti ada yang menghalangiku, setelah itu ada orang berbadan besar, berkulit hitam, dan berbulu, seperti monster, dia membawa sebuah cambuk yang sangat panjang, cambuk itu terbuat dari besi dan disana terlihat bahwa cambuk itu sangat panas, karena seperti besi yang sudah di celupkan kedalam bara api.

__ADS_1


Monster itu mendatangi Ricardo, dia mengucap kan sepatah kata yang membuat ku bingung.


"Balasan.... Nikmatilah...!"


Lalu monster itu mencambuk Ricardo dengan sangat keras, sampai berkali-kali Ricardo menjerit kesakitan.


"Ampun...ampun...."


Aku ingin sekali mendekat dan menolong nya, tapi kaki ku terdiam, aku hanya bisa berdiri di tempat seperti patung.


Air mata ku menetes.


Dan aku terbangun dari tidur ku.


Astaghfirullah, mimpi buruk yang sangat menyeramkan, aku mengusap wajah ku dengan kedua tangan ku.


Waktu menunjukkan pukul 2 pagi, aku langsung mengambil air wudhu dan shalat tahajud pada malam itu...


Malam terburuk, yang pernah ku alami seumur hidup ku.


Aku tidur lagi setelah itu...


Selang beberapa jam alarm ku berbunyi.


Itu menunjukkan waktu subuh.


Aku shalat subuh dan bergegas merapikan kamar, dan bersiap untuk pergi.


Aku meninggal kan sebuah memo di atas meja kayu yang terlihat sangat mewah itu, aku menyembunyikannya di bawah vas bunga mewah.


" Ijin kan aku memikirkan nya. Jangan mencariku! "


Aku keluar dari apartemen nya dan mencari bus di terminal, jurusan jakarta-bandung.


Aku gak menyangka, bisa mengalami kejadian seperti ini berangkat naik helikopter, pulang naik bus?


Seketika aku tersenyum menertawakan nasib yang menimpaku sedemikian rupa.


Ada seorang pemuda tampan yang ikut tertawa.


"Permisi, apa kamu menertawakan ku?"


"Aku merasa aneh melihat perempuan secantik kamu, tertawa sendiri di terminal bus pagi-pagi buta begini."


"Oh" jawab ku singkat.


"Bukan maksudku gak sopan, tapi maaf jika aku menyinggung mu" pemuda itu melambai-lambai kan tangan nya menyangkal, dan membela diri.


"Oke, tidak masalah"


"Ngomong-ngomong kamu mau pergi kemana pagi-pagi buta begini?"


"Aku ingin pulang."

__ADS_1


"Maksud ku pulang ke kota mana?"


"Bandung"


"Aku juga pulang ke Bandung, aku ingin ketemu orang tua ku disana, aku bekerja di Jakarta, dan kangen orang "


"Oh" jawab ku.


Dia pemuda tampan yang aneh, yang cepat mengakrabkan diri pada orang asing.


Aku merasa sedikit terganggu.


Pemuda itu berkulit putih, mempunyai hidung yang mancung, seperti blasteran, dia lebih seperti bule, orang barat.


Memakai kaos oblong dan bergaya seperti anak kuliah, dengan sebuah ransel yang dia gendong di punggung nya.


"Kamu unik" ucap pemuda itu.


Apa yang unik dariku?


"Apa?" Tanya ku.


"Tidak ada apa-apa, tapi kamu mempunyai semacam magnet, yang menarik perhatian ku" jawab nya.


"Oh" aku gak ngerti apa yang dia maksud.


Aku mencoba untuk tidak menghiraukan nya.


"Maaf kalau boleh tau siapa namamu?" Tanya pemuda itu. Mungkin kalau nama bukan sesuatu yang harus di rahasiakan.


"Gisele Anastasya" jawab ku.


"Nama yang cantik, seperti nama seorang aktris. Aku James senang berkenalan dengan mu Gisele yang cantik"


Dia tersenyum ramah, aku membalas senyuman untuk nya dan kemudian memalingkan muka ku dari nya. Dia memang ramah tapi menurut ku itu aneh, meskipun lebih aneh Ricardo yang memiliki hobi gila demi kesenangannya. Ricardo membuat ku takut.


Setidak nya mungkin James orang yang normal. Tapi aku gak ingin berhubungan dengan orang asing.


Aku naik bus, James juga mengikutiku, karena jurusan yang kami tuju sama.


Aku mencoba memalingkan muka ku dari nya, aku sedang malas ngomong, karena Ricardo membuat suasana hati ku sangat buruk.


Dia duduk di samping ku kebetulan bus nya sangat penuh pada hari itu.


Untung ada pembatas di antar tempat duduk jadi aku tidak terlalu canggung.


James menjadi pria pendiam, mungkin karena aku cuek pada nya dia tidak lagi banyak bicara.


Tapi tetap saja dia membuat ku tidak nyaman. Sepanjang jalan dia selalu menatapku, seperti lukisan.


"Tolong jangan terus menatap ku!" Geram ku.


"Aku ingin.. tapi aku tak bisa memalingkan pandangan ku dari mu Gisele, kamu menghipnotis ku"

__ADS_1


Baru kali ini ada pria yang sangat aneh, dan jujur seperti nya. Mungkin dia sedikit muka tembok.


__ADS_2