
"Gisele apa yang kamu lakukan?"
Itu Ricardo. Dia bertanya dengan nada keras dan marah.
Tapi kemudian James berdiri.
"Tolong berbicara dengan sopan pada perempuan, jangan meneriakinya!" Tegur James. Tiba-tiba suasana di cafe menjadi gelap mencekam, Guntur menyambar diantara kedua nya.
"Jangan ikut campur!" Kata Ricardo dengan tatapan nya yang tajam dan marah pada James.
"Jelas aku harus ikut campur, aku gak mau teman ku di caci, apa lagi dengan pria sepertimu, yang gak punya sopan santun" balas James
Aku harus bertindak.
"Sudah lah James, dia orang yang ku kenal, terimakasih sarapan nya tapi ada sesuatu yang harus ku bicarakan bersama nya"
"Baiklah, tapi jika ada apa-apa kamu bisa berlari dari nya dan kembali lagi kesini, aku akan menunggu mu."
"Tidak James, kamu tidak harus menunggu ku, kamu bisa pulang duluan, aku hargai kebaikan mu"
"Baiklah Gisele,"
"Ayo...!" Ajak ku pada Ricardo, aku berjalan lebih dulu dan Ricardo mengikutiku dari belakang.
Aku membawa nya ke taman yang jarang ada orang, karena aku gak suka bertengkar jika banyak orang.
Sesampai nya di taman.
"Ada apa? " Tanya ku
"Aku.... Apa yang kamu lakukan tadi,? Sudah lah, kenapa kamu pergi begitu saja tanpa ijin padaku?kalau memang kamu mau pulang, aku bisa mengantarmu pulang"
"Aku sudah meninggalkan catatan untuk mu"
"Iya.... Tapi kamu tidak bicara langsung padaku!" Nada bicara nya sedikit keras tapi sedikit sedih juga. Aku sedikit heran Ricardo yang biasa nya dingin, sulit membaca pikiran nya sekarang dia terlihat lebih rentan.
"Aku takut padamu"
"Apa yang kulakukan? Aku tidak berbuat buruk"
"Memang, tapi apa yang kamu tunjukkan padaku, itu membuatku takut"
"Kamu bilang akan membawa seseorang untuk syarat perjanjian itu, tapi kenapa kamu malah kabur?apa orang itu yang tadi bersama mu?apa dia pacarmu?"
__ADS_1
Ricardo menundukkan kepala nya dan mengepalkan tangan nya terlihat marah sekaligus terlihat sedih.
"Iya, ada seseorang yang ku kenal, aku ingin kamu bertemu dengan nya, dan James, dia teman yang baru saja ku temui"
"Kenapa kamu gampang sekali berteman dengan orang asing?"
Kamu tidak tau Ricardo dia begitu gigih, jadi mau tidak mau aku menerima permintaan pertemanan dari nya. Ucap ku dalam hati.
"Dengan siapa aku berteman, itu urusan ku bukan urusanmu! Kamu tidak berhak mengaturku"
"Tapi.... Aku...."
"Kamu bukan pacar ku! Atau suamiku! Aku tidak suka diatur semau mu!"
"Baiklah...kapan kamu mempertemukan ku dengan temanmu? Aku tak ingin kamu lari dari ku Gisele"
Nada nya seperti memohon.
"Terserah kamu" jawab ku.
"Bagaimana jika nanti sore?" Tanya Ricardo
"Baik lah"
"Ya, ku rasa tidak ada yang perlu kita diskusikan lagi, permisi...aku pulang dulu"
"Baiklah"
Aku pulang ke kamar apartemen, aku tak menyangka Ricardo bakal menurut, dan dia tidak membentak ku, malahan raut wajah nya terlihat menyedihkan. Tapi kenapa?
Aku sedikit penasaran apa yang membuat nya seperti itu. Memang benar aku takut padanya, tapi jujur dia masih mengendalikan hati ku. Aku ingin lari, tapi juga ingin membantu nya.
Aku mengambil handphone ku dan menelpon pak Ustadz,semoga dia bisa membantuku.
Pada dering kedua pak ustadz menjawab panggilan ku
"Assalamualaikum Gisele, bagaimana kabarmu baik? Bagaimana Rahma juga baik?"
"Alhamdulillah baik pak" pak Ustadz Rahman adalah paman nya Rahma, dia suka me ruqyah orang-orang dengan cara Ruqyah Syar'iyyah.
Ruqyah syar’iyyah merupakan sebuah teknik terapi penyembuhan dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Quran dan do’a-do’a yang mu’tabaroh kepada pasien/orang yang di ruqyah, dengan sesuai kepada ketentuan-ketentuan Al-Quran dan As-Sunnah sebagaimana dicontohkan pada masa Rasulullah Saw.
Ruqyah juga menjadi salah satu media untuk membentengi diri dari gangguan sihir. Praktik ruqyah syar’iyyah ini sejalan dengan ayat Al-Quran surat Al-Isro ayat 82 yang menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan sebagai obat bagi manusia.
__ADS_1
Mungkin Ricardo memang tidak terkena sihir tapi dia sakit, dalam hal kejiwaannya.
"Ada pa ni Gisele menelpon bapak?"
Tanya pak ustadz
"Begini pak, ada seorang teman saya, dia sedikit tidak normal, maka dari itu, jika bapak ada waktu nanti sore, bapak bisa membantu saya untuk me ruqyah teman saya itu pak?"
"Baiklah Gisele nanti bapak usahain. Hem.. kalau bisa habis ashar aja atuh gimana? Di mesjid Al-Mukaramah dekat rumah bapak."
"Iya pak boleh, tapi begini pak saya juga pengen minta tolong, teman saya kan bukan Islam, dan saya mau dia bisa masuk Islam juga pak, barang kali bapak bisa menasehatinya, atau mengajarkan nya mungkin dia mau masuk Islam"
"Begini Gisele, mungkin bapak bisa mengarahkan, tapi kalau untuk memaksanya masuk Islam itu tidak benar, karena hidayah itu mungkin bisa di terima atau di tolak sama teman mu itu, seperti dalam surah Al-Kafirun ayat 6 yang berbunyi:
Lakum dinukum waliyadin yang artinya adalah Untukmu agamamu, dan untukku lah, agamaku.
Dalam ayat tersebut mengandung makna tentang pentingnya berpegang teguh pada aqidah yakni dengan tidak mencampuradukan peribadahan agama Islam dengan penganut agama lain. Adapun makna lakum dinukum waliyadin menurut Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari adalah,
"Bagi kalian agama kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya selama-lamanya karena ia telah disegel atas kalian. Dan telah ditetapkan bahwa kalian tidak akan berpisah darinya dan bahwasanya kalian akan mati di atasnya. Aku pun tidak meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu." (Tafsir Ath Thobari, 24: 704)
Begitu Gisele, tapi jika memang kamu ingin teman mu masuk agama Islam dan menjadi mu'alaf dengan kemauan nya sendiri, mungkin bapak bisa bantu"
"Iya pak, semoga saja dia bisa berubah, terimakasih pak atas waktu nya sampai jumpa nanti sore ya pak? Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Pak Rahma menutup telepon nya.
Untuk sementara mungkin aku hanya akan membantu nya untuk sembuh dari penyakitnya, tapi kalau masalah masuk Islam, aku juga tak bisa memaksakan nya.
Jika memang dia jodoh ku, tidak akan kemana, aku tak harus khawatir tentang itu.
Aku mengirim pesan pada Ricardo, Isi pesan itu, 'kamu bisa bertemu dengan ku di jalan melati no 56, pukul 4 sore nanti'
Itu adalah alamat masjid Al-Mukaramah di kota Bandung, semoga saja dia mau.
Tak terasa waktu berlalu begitu saja,
Aku menunggu Ricardo di depan masjid jam 15:45 selang 5 menit dia datang dan dengan wajah yang heran menghampiriku.
"Kamu tau kan Gisele, aku bukan Islam?kenapa kamu membawaku kesini?"
"Ya aku tau, dan itu terserah padamu, kamu ikut bersamaku ke dalam, atau kamu pulang, dan jangan lagi berharap bisa bertemu dengan ku lagi!"
__ADS_1
Mungkin cara ku salah sedikit mengancam nya, belum tentu juga aku penting untuk nya, tapi cara itu berhasil, dia mengikutiku ke dalam masjid.