Jilbabmu Menghangatkanku

Jilbabmu Menghangatkanku
Bab 27 Rasa Cemburu


__ADS_3

Aku berusaha tak menghiraukannya dan memejamkan mata ku berharap waktu berjalan dengan cepat, aku ingin segera sampai ke apartemen Rahma dan istirahat di kamar ku.


Tak terasa aku memang benar-benar tertidur.


"Gisele Bangun, kamu lumayan berat" ucap James


"Berat?" Tanya ku dengan heran.


"Ya, kamu tertidur dengan lelap dan mungkin tanpa sengaja kamu menyandarkan kepalamu ke pundak ku" James mencoba menjelaskan apa yang terjadi setelah aku tertidur.


Bagaimana aku bisa bersandar di pundak nya?


"Maaf aku tak sengaja" aku mencoba membela diri, tapi memang itu murni tanpa ada unsur kesengajaan.


"Baiklah, tak masalah, lagi pula aku senang melihat wajahmu saat kamu tertidur" kata James dengan senyum manis nya.


"Oh" jawab ku. Dia emang suka gombal atau gimana sih aneh banget, itu membuatku risih, tapi agak sedikit menghiburku sih.


Untung aku tidak kelewat berhenti. Aku turun dari bus, dan tanpa di duga-duga James juga ikut turun dari bus.


"Kenapa kamu berhenti di sini juga?" Tanya ku.


" Ibuku memang tinggal disini, aku membelikan sebuah apartemen untuk nya" jawab James.


Aku merasa curiga, tapi dia terlihat sungguh-sungguh. Semoga dia bukan seorang penguntit...!


Aku memasuki koridor, dan dia terus mengikutiku dari belakang. Sampai aku berada di depan pintu kamar apartemen Rahma.


"Ngapain kamu mengikutiku sampai sini?" Tanya ku dengan sedikit jengkel.


"Ibu ku tinggal di depan kamar apartemen mu, aku juga terkejut mengetahui kita tetanggaan Gisele, mungkin kita memang di takdirkan berjodoh" canda James dengan terpancar senyum riang di wajah nya.


"Itu hanya mimpi, permisi" aku langsung masuk ke apartemen dengan perasaan yang kesal.


Rahma sedang duduk dan melihat ku masuk dengan wajah yang kusut.


Dia langsung menghampiriku.


"Ada apa ini Gisele? Aku khawatir padamu, tidak ada kabar dari mu. Terus kamu menginap di tempat Ricardo? Apa yang dia lakukan padamu? Apa dia menyakitimu?"


Seribu pertanyaan menghujani ku. Aku bingung harus jawab apa dulu. Tapi akhirnya aku menjelaskan pada Rahma apa yang terjadi, aku berbohong pada nya. Aku gak ingin menyebarkan aib Ricardo. Rahma akan semakin membencinya.


"Aku baik-baik saja ma... Tapi aku sedikit capek, Ricardo baik kok, cuma memang aku tak ingin lagi bertemu dengan nya, " aku memasang muka memelas.


Rahma mungkin tau aku berbohong, karena dia orang yang sangat peka, tapi dia tidak melanjutkan interogasi nya padaku.


"Baik lah jika kamu baik-baik saja. Istirahatlah Gisele" Rahma memeluk ku, dan aku membalas pelukan nya.


Aku senang mempunyai sahabat seperti nya, jadi aku tak merasa sendirian saat aku merasa hancur seperti sekarang ini.

__ADS_1


Aku masuk ke kamar tidur, dan membaringkan tubuhku di ranjang. Aku bertekad, tak ingin menemuinya, meski sebenar nya aku ingin menolong Ricardo, tapi aku tidak terlalu yakin dengan rencana ku untuk bisa menolong nya. Biar lah takdir yang menentukan ke depan nya.


Keesokan hari nya, aku memakai baju training ku, dan memakai kerudung hitam, lalu memakai sepatu kets. Aku ingin olahraga di taman dekat apartemen ku, sembari me rileks kan pikiran ku.


Panggilan telpon tak terjawab banyak sekali mungkin handphone ku di penuhi dengan nama tanda merah Ricardo.


Aku tak ingin berbicara dengan nya dulu.


Aku berlari-lari kecil di taman dengan menghirup udara pagi yang segar. Taman dekat apartemen ku lumayan asri, disini banyak sekali pepohonan yang tumbuh, enak untuk bersantai, ada sebuah kolam juga disana.


Aku suka melihat kolam yang di penuhi ikan-ikan mas koi yang besar, dengan gemercik air yang menenangkan.


Ketika aku sedang menikmati suasana pagiku yang membuatku rileks, tiba-tiba aku di kagetkan dengan suara laki-laki yang memanggil ku.


"Gisele..!" Aku tak sengaja terpeleset dan awal nya aku pasrah aja kalau harus basah karena terjebur ke kolam ikan tapi dengan sigap dia menangkap ku. Laki-laki yang mengagetkanku, dan memeluk ku sekarang ini, dia itu James.


Aku sedikit berpandangan dengan nya saat dia menyelamatkanku. Wajah James sangat tampan, dengan rambut nya yang basah karena keringet nya. Dia juga harum... Seketika aku tersadar dari lamunan, dan melepaskan diri dari pelukannya.


"James, sedang apa kamu disini?"


Tanya ku.


"Lari-lari kecil" jawab nya


"Oh"


"Gak lucu....!!!" aku menanggapi nya dengan nada yang kesal.


"Iya baik lah, kamu suka olahraga juga? Ku pikir kamu bukan seorang yang atletis"


"Apa maksudmu?"


"Hem bukan apa-apa, cuma kamu sedikit terlihat gemulai dan rentan" jelas nya.


Apa mungkin dia tau kalau aku sedang ada masalah?


"Apa kamu punya teman?" Tambahnya.


"Punya lah, aku punya seorang sahabat yang tinggal bersamaku"


"Sahabat mu cewek?"


"Iyalah cewek, masa cowok tinggal bersama sih, kan aku belum menikah, kamu ini sedikit ngeselin" akhir nya aku mengungkapkannya kalau dia terlalu mengganggu ku.


"Ya aku cuma ingin tau, soal nya kamu olahraga sendirian pagi-pagi begini"


" Emang salah kalau sendiri?"


"Gak salah sih, cuma aku ingin jadi teman yang bisa lari bareng sama kamu setiap pagi" James mendekat kan wajah nya padaku

__ADS_1


"Boleh kan" bisik nya dengan nada memohon,


"Terserah kamu saja..!" Ku pikir percuma juga kalau menolak nya dia tipe orang yang mendekati dengan sendiri nya.


Aku merasa aneh, semakin ingin ku lupakan semakin teringat, dalam hati kecil ku, aku merasa Ricardo adalah orang yang baik, tapi apa yang di tunjukkan oleh nya padaku itu benar-benar membuat ku shock, saat aku dalam lamunan James menyadarkan ku.


"Maaf Gisele, " James minta maaf dan dia berjongkok di depanku, dia menundukkan kepala. Aku bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan, tapi selanjutnya dia membetulkan tapi sepatuku yang lepas.


Aku tak menyadari tali sepatu ku lepas. James orang yang baik dan juga Romantis tapi dia teman yang baru saja ku temui dan aku tidak mudah percaya sama orang, apalagi setelah aku memberikan kepercayaan pada Ricardo contoh nya, dan sekarang dia mengkhianati ku.


James kembali berdiri.


" Kamu sedikit ceroboh tapi itu terlihat imut" katanya dengan memberiku senyuman manis.


"Oh terimakasih.... "


"Bagaimana jika kita sarapan di cafe breakfast sana?" James menunjukkan sebuah cafe dekat apartemen kami, aku baru menyadari ada sebuah cafe disana, apa mungkin itu cafe baru? Atau memang aku biasa nya tidak terlalu memperhatikan apa yang ada di sekitar ku.


"Boleh" jawab ku. Lagi pula perut ku sedikit keroncongan.


Kami berjalan ke cafe dengan James yang terus memandangiku, aku merasa aneh, tapi pasti jika ku tegur, dia akan menggombal lagi.


Mungkin jika perempuan lain di dekati James, dia akan bersorak riang, karena memang James adalah Pria blasteran yang sangat tampan. Tapi itu tak berlaku untuk ku, karena hatiku telah tercuri duluan.


Aku duduk di kursi depan cafe dan James ke arah pelayan cepat saji yang berdiri disana, memesankan pesanan, James tidak menanyakan apa pesanan ku, tapi tak masalah asal bisa makan, karena aku juga lapar, biasa nya dalam perut kosong makanan apapun terasa enak.


Tak lama James menghampiriku dengan membawa sarapan kami, dan duduk di depan ku.


Dia membawa dua buah nasi goreng dan dua buah teh.


Ketika aku mau meminum teh aku mencium aroma yang familiar, teh ini seperti..


"Apa ini teh Sariwangi?" Tanya ku.


"Ya, itu merupakan teh favorit ku, semoga kamu suka" jawab nya dengan senyuman.


"Oh" jawab ku, sebenar nya itu juga merupakan teh favorit ku.


Kami memulai memakan sarapan kami, baru lima suapan ada seorang pria yang menghampiri.


"Gisele apa yang kamu lakukan?"


Itu Ricardo. Dia bertanya dengan nada keras dan marah.


Tapi kemudian James berdiri.


"Tolong berbicara dengan sopan pada perempuan, jangan meneriakinya!" Tegur James.


Tiba-tiba suasana di cafe menjadi gelap mencekam, Guntur menyambar diantara kedua nya.

__ADS_1


__ADS_2