
"Siapa dia ? kenapa dia sampai sekarang belum juga lulus ?? apakah dia betah disebut artefak di kampus iniii ?", yah teriakan disiang hari itu memecahkan keheningan di sepanjang ruang dosen.
Teriakan itu adalah teriakan seorang dosen muda, Bu Devi adalah panggilan dari mahasiswa, dengan gayanya yang elegant, rambut yang panjang terurai, kebiasaan memakai kemeja berbahan katun, celana kain serta sepatu allstar maupun vans menjadi ciri khas sang dosen.
Cepat panggil dia keruanganku bentak sang dosen kepada mahasiswa yang ada disana, dengan sedikit gusar dan sakit hati devi kembali duduk di ruangannya, menunggu kedatangan dari sang mahasiswa yang membuat keributan kecil ituu.
2 jam kemudian
Tok,,,,,,
Tok,,,,,,
Masuklah sahut Devi, sebenarnya apa yang kamu kerjakan selama ini ? apakah kamu tidak malu kepada mahsiswa yang lain ? jawab devi dengan sangat ketus.
Sementara sang mahasiswa hanya bisa tunduk terdiam, iya dia adalah Gabriello Devandra biasanya disapa akrab dengan sebutan Gaby, Seorang mahasiswa tingkat akhir yang entah kapan lulusnya.
Gaby adalah sosok muda yang sangat tampan dengan tinggi yang ideal sedangkan rambutnya terurai panjang sebahu membuat dia seperti tidak terurus.
__ADS_1
Berikan saya waktu 3 bulan bu Devi, saya berjanji untuk menyelesaikan semua skripsi saya yang terhambat, sahut gaby menjawab amarah dari sang dosen pembimbing.
"Biaiklah!! Saya kasi kamu waktu 3 bulan untuk menyelesaikan skripsi itu, dengan catatan setiap hari kamu harus datang ke ruangan saya kecuali hari sabtu dan minggu."
"Terimakasih banyak bu untuk kesempatan ini, saya janji 3 bulan kedepan adalah bimbingan terkahir saya dengan ibu", senyum tipis dan mata berkaca adalah eskpresi yang diunjukan oleh gaby!
Hari sudah mulai sore, kampus pun sudah mulai sepi, hanya tersisa beberapa mahasiswa dan dosen, sejenak Devi mengerutkan keningnya, ahh ternyata dia lupa bahwa kemarin dia mendapat undangan untuk datang ke sidang perceraian, eitss jangan kaget itu adalah sidang perceraian devi dan suami, suami yang sudah dia pacari sejak masih SMA dan kemudian menikahhh.
“perceraian ini bukan yang aku harapkan, aku tidak mengharapkan harus berpisah seperti ini, apakah aku egois kalau aku ingin bertahan?”, “selama ini sudah cukup baik aku mempertahankan rumah tanggaku, tapi kenapa saat ini aku gagal bertahan ? apakah memang sudah saatnya aku harus sendiri lagi ?”, gumang devi didalam hati.
“Ah sudahlah aku tidak mau memikirkan itu sekarang, aku punya tanggung jawab besar agar si artefak itu bisa lulus dan pergi dari kampus ini”.
Disisi lain Gaby melihat devi dari jauh, tatapan gaby memberi isyarat dia ingin menolong devi, tapi dia sadar aka nada pembicaraan aneh kalau tiba-tiba dia menolong dosen pembimbingnya itu.
Disudut ruangan gaby terduduk lemas, segala beban yang membuatnya berantakan kembali muncul didalam pikirannya, beban skripsi beban dari orang tua, dan juga sang kekasih yang pergi meninggalkan.
“Anji*g”!!!, teriak gaby memecahkan kesunyian didalam ruangan, yang hanya ada kuris dan meja yang kosong serta lampu ruangan yang redup.
__ADS_1
…….
Maria Deviana adalah seorang dosen muda pada sebuah universitas negeri di kota Jogja, yah dikatakkan dosen muda karena umurnya baru 28 tahun tetapi dia mampu menyelesaikan study S3nya tepat waktu, bagaimana tidak pada saat jenjang SMP dan SMA devi termaksud siswi yang paling pintar disekolahnya sehingga dia duduk di kelas Akselerasi, yang membuat dia memulai kuliah dengan umur yang sangat muda.
Namun sukses karirnya tidak sejalan dengan kisah percintaannya. Kalian penasaran ?? yukk baca sampai selesai
Visual
Maria Deviana
Gabriello Devandra
__ADS_1
ganteng bangett kannn gaby?? yukk yg penasaran gimana cara gaby meluluhkan hati sang dosen pembimbing ✌