
Gaby kemudian berusaha menggendong sang dosen, dibawanya devi ke rumah sakit terdekat dari kampus.
Sampai disana gaby memanggil dokter ahli dan beberapa suster untuk memeriksa devi.
Kalian tidak perlu kaget, gaby adalah putra dari direktur rumah sakit itu, iya dialah putra dari Glen Devandra direktur rumah sakit tersebut. Sehingga dia mempunyai kekuatan untuk memerintah disana.
Gaby sendiri awalnya adalah seorang mahasiswa kedokteran, dia harus menjadi dokter agar bisa mengantikan kedudukan papanya itu, namun ditengah jalan dia memilih berhenti.
Benar tebakkan kalian, dia berhenti karena Zevan, karena hubungannya tidak direstui oleh orang tua. Pada akhrinya gaby seorang mahsiswa kedokteran tingkat akhir memilih berhenti dan pindah kampus.
Setelah memutuskan untuk pindah, dia berkuliah kembali dengan mengambil jurusan Manejemen. Itu dia alasan mengapa diumur yang sudah 25 tahun, dia belum juga kunjung mendapatkan gelar sarjana.
Dalam mimpinya devi mengingat kembali kenangan dia bersama Mario, kenangan bahagia selama 10 tahun yang indah, kemudian air mata devi pun menetes.
“kenapa dia menangis ?apakah dia melalui hari-hari yang berat?. Tanya gaby karena melihat devi menangis dalam tidurnya itu.
“akan ku beranikan diriku bertanya sesudah dia sadar”.
__ADS_1
Waktu berlalu begitu cepat, hari sudah pagi dan devi baru saja terbangun dari tidur panjangnya.
“dimana aku ?” tnya devi dengan suara lirih.
“sepertinya seseorang membawaku ke rumah saki, yang aku ingat hanya pada saat kehilangan kesadaran karena keram perut yang kurasakan”
“tapi siapa yang membawaku kesini ?”
Sambil menahan rasa sakit pada perutnya devi mencoba memposisikan dirinya untuk duduk, dia melihat sekelilingnya, dia berada di ruangan yang sangat mewah. Ada TV dan juga kulkas didalam ruangan itu.
“apakah dia yang membawaku kesini ?”, devi kaget melihat sosok yang sedang tertidur di sofa disudut ruangan, “kenapa artefak itu sangat berani ? padahal selama ini aku sangat kasar kepadanya”.
“aku tidak mendapat kabar darimu, jadi aku langsung saja ke ruangan untuk melihat keberadaanmu”
“ah, aku sudah baik-baik saja gaby!” jawab devi lembut
“kamu harus banyak istirahat bu Dev, kata dokter kamu terlalu cape yang membuat asam lambungmu naik dengan cepat”.
__ADS_1
“kau boleh pulang, dan kerjakan skripsimu aku bisa sendiri disini”, kata devi yang bersemangat mengingatkan gaby akan skripsinya yang belum selesai.
“sudah kubawa semua peralatan tempurku” jadi sambil menjagamu aku bisa mengerjakan skripsiku”,”aku harus rajin bimbingan karena tidak mungkin selamanya aku menjadi artefak”.
Malam datang begitu saja, devi yang sudah tidur duluan menyisahkan gaby yang masih bertempur dengan skripsinya, gaby sangat bersemangat untuk mengerjakan skripsinya sekali kali dia melihat kearah devi yang sudah tertidur pulas.
“kamu begitu cantik devi, melihatmu tidur seperti ini sepertinya kamu adalah sosok yang periang dan baik, namun kenapa kamu begitu judes padaku ?” ucap gaby sambil melihat devi dari jauh.
“sejujurnya dari awal aku sangat menykaimu, tapi kamu memiliki suami dan aku memiliki zevan, ah lebih tepatnya masih menyangangi zevan, 3 bulan ini akan ku jawab semua pertanyaanku apakah benar aku menyukaimu devi” gumang gaby dalam hati.
Devi yang sedang berdiri mengambil minum kaget ketika menyenggol tas devi dan membuat semua isi dalam tas itu menyembur keluar.
“putusan perceraian ? apakah kamu menyibukan dirimu karena hal ini?”
“apakah hal ini yang membuatmu sakit devi ?”
“baiklah mulai malam ini aku akan berjuang untuk mendapatkanmu”
__ADS_1
Setelah membereskan isi tas devi, semangat gaby kembali memacu, dalam semalam saja dia mampu menyelesaikan semua revisi yang diberikan oleh devi.
Setelah merasa semua yang harus dikerjakannya beres, gaby pun terlelap di sofa disudut ruangan itu.