
BIBB.......
BIBB......
Hp gaby tiba-tiba berdering..
“Terimakasih sudah mengantar aku dan ibu”,”terimakasih juga karena sudah membantu menjaga selama di Rumah Sakit gaby”.
“Sebagai rasa terimakasih skripsi kamu akan langsung saya ACC”. Isi pesan dari devi.
Orang yang dituju merasa tidak senang membaca isi pesan itu, dalam hatinya gaby tau kalo langsung di ACC berarti kesempatan bertemu devi sudah sangat sedikit.
Dia tidak merespon devi, yah dia sengaja tidak merespon agar gak semakin kepikiran tentang kalimat ACC yang dilontarkan devi.
………………………….
Diseberang sana devi menunggu respon gaby,
“kenapa aku harus bersusah hati menunggu balasan bocah tengil ituu ?, hanya membuang waktu saja. Pefttt”. Ketus devi sambil berjalan menuju kamarnya.
Semejak kejadian sakit kemarin sarah memutuskan untuk tinggal lebih lama dengan devi, setidaknya sampai devi sudah bisa berekendara sendiri..
…………………..
09.15
Devi : Bu aku berangkat ke kampus, ibu tidak usah cape-cape di rumah
Sarah : loh dev, jangan paksakan diri kamu untuk ke kampus dulu, kamu sama siapa ke kampus ? dijemput gaby ?
__ADS_1
Mendengar pertantanyaan sarah, devi terdiam beberapa menit. Dia merasa heran mengapa ibunya bisa mengira seperti itu.
Devi : aku berangkatt. Teriak devi sambil berlalu begitu saja.
#KAMPUS
Hari ini devi memiliki jadwal mengajar hanya 2 kelas saja, sisa waktu dia gunakan untuk melihat dan mengecek sejumlah dokumen yang sudah menumpuk di meja yang dia khususkan itu.
“yah tuhan ternyata sebentar saja masuk rumah sakit, sudah banyak pekerjaan yang harus aku lakukan”
Eheeemmmmmmmmmmmm, suara itu mengagetkan devi yang sedang berbicara pada tumpukan dokumen.
“sudah makan ? aku bawa makanan. Jangan terlalu di paksakan bu”…..
Suara itu adalah suara gaby. Sambil tersenyum anak tengil itu masuk tanpa di perislahkan.
Dengan percaya diri, gaby menyuruh devi untuk duduk dan kemudian membuka bungkusan makanan itu untuk devi.
“saya tidak ingin makan sendiri, dan duduklah makan bersama saya”,
Katakata devi menghentikan kaki gaby yang hampir saja berlalu dari pintu ruang dosen.
“tersenyum” akhirnya pelanpelan sepertinya gaby mampu meluluhkan hati dosennya itu.
Makan siang itu berlalu dengan percakapan yang tidak terlalu berat,
Setelah itu gaby memutuskan untuk menawarkan bantuan kepada dosennya itu, yahh apalagii membantu untuk melihatt dokumen revisi yang begitu menumpukk.
Sekaliann sebenarnya anak tengil itu masih mau berlama-lama melihat devi.
__ADS_1
“minggu depan bawa skripsimu yang sudah lengkap, saya memberi tanda tangan. Biar kamu bisa cepat selesai gaby”,”kejarlah wisuda di semester ini”.
“hmmm”, jawab gaby
“hmmm? Apa maksudmu dengan hmmm? Harusnya kamu senang saya sudah berbaik hati meluluskan kamu”, jawab devi yang kaget mendengar jawaban yang tak terduga dari gaby.
“bagaimana kalau saya tidak mau ? bagaimana jika saya lebih senang berada didekat ibu?”
Devi terdiam sejenak mendengar jawaban gaby, dia yang tadinya menundukan kepala karena sedang membaca revisi, menegakan kepalanya yang ternyata kedua mata orang dewasa itu saling bertemu…..
“gaby ? tolong jangan bertindak gegabah, kita hanya sebatas dosen dan mahasiswa”,”tidak akan lebih, dan tidak akan pernah terjadi”.
“kenapa tidak ? aku rasa umur kita tidak terpaut jauhh, aku juga sudah hampir menyelesaikan studyku. Dan aku rasa tidak perlu mencari wanita baik lain sedangkan ada yang paket komplit didepanku, mana pake karetnya 2 lagii, hahahhaha” jawab gaby.
Devi tidak menjawab apapun, dia hanya tersenyum mendengar celotehan mahasiswanya itu.
“aku serius bu, berikan aku waktu untuk membuktikan bahwa kita pantas untuk bersama. Tidak banyak, berikan saja waktu sampai waktuku wisuda”....
“kalau aku tidak berhasil membuatmu jatuh cinta, maka aku sendiri yang akan pergi tanpa disuruh”
Dilihatnya sejenak gaby oleh devi… “apakah bisa ? aku adalah seorang janda yang baru beberapa bulan berpisah, dan sakit hatiku masih tersisa”. Lirih devi dalam hati.
Percakapan di hari itu berakhir tanpa ada jawaban dari devi, karena dia tau dia harus professional sebagai dosen.
Meskipun mungkin sebenarnya dia mempunyai sedikit ruang di sana untuk bocah artefak itu
nihhhh foto deviii hasil jepretan gabyy pas makan siang sama-sama....
__ADS_1
foto berkas berkas yang bertumpuk....