
2 minggu telah berlalu setelah perceraian itu.
Seperti biasa Devi menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan dikampus, bukan hanya mengajar dan menjadi pembimbing. Devi juga menerima job sebagai pembicara di berbagai macam acara dan kampus.
Tok
Tok
“permisi bu dev, saya gaby”
“silahkan masuk, ada apa pagi-pagi seperti ini kamu sudah ke kampus, kan bimbinganmu nanti sore” jawab devi.
“ saya hanya ingin menyerahkan berkas revisi, sebelum nanti sore bimbingin bu dev” sahut gaby
“letakkan saja disana dan kamu boleh keluar”, jawab devi sambil menunjuk meja kecil yang berada diujung ruangan.
Meja itu memang diperuntukan untuk meletakkan segala berkas revisi bimbingin yang harus dibaca oleh devi. biasanya meja kecil itu akan dipenuhi dengan kertas yang bertumpuk tapi kali ini meja itu terlihat sangat bersih. Devi ternyta sudah membaca semua revisi yang diberikan mahasiswa dan kemudian mengembalikan revisi itu agar dikerjakan lebih lanjut, Devi hanya ingin menambah kesibukannya.
Sebenarnya gaby hanya mencari alasan untuk melihat keberadaan Devi, entah mengapa Gaby sangat gusar. Karena sudah 2 minggu dosennya itu lerlihat sangat bersedih. Dan selalu berusaha menyibukan diri.
__ADS_1
“ada apa dengan bu devi?, sudah 2 minggu ini dia tidak seperti biasanya, yang selalu marah-marah dengan penuh semangat, kenapa sekarang dia terlihat datar sekali?, apakah ada sesuatu yang terjadi ?”.tanya gaby dalam hati.
“ah lagi pula aku tidak berhak mengkhawatirkan bu devi, kami hanya sebatas dosen dan mahasiswa tidak akan pernah lebih dari itu”.
Suara telpon yang masuk mengagetkan gaby dengan segera
“apalagi yang kalian inginkan dariku ?” suara gaby meninggi
“ sampai kapan kamu seperti ini ? apakah karena wanita bodoh itu kamu tidak mau pulang gaby? Jawab suara yang berada dibalik telpon itu.
“aku tidak akan pulang sampai kalian merestui hubunganku dengan Zevan mam”
Iya benar gaby sebenarnya meliki keluarga yang hangat, namun semuanya hilang ketika zevanya Amelia hadir dihidup gaby.
Perempuan yang akrab di panggil Zevan adalah seorang model cantik yang sudah dipacari gaby selama 2 tahun.
Namun entah kenapa sampai sekarang hubungan mereka tidak mendaptkan restu dari kedua orang tua gaby, papa dan mama gaby hanya berkata bahwa Zevan bukanlah perempuan yang baik.
Namun itu bertolak belakang dengan apa yang dirasakan oleh gaby.
__ADS_1
Sosok Zevan yang dia kenal adalah wanita manis, ceria, namun kadang dingin juga.
“kenapa kamu masih disni ?apakah ada masalah lain? Suara itu membuat gaby terkejut.
Itu adalah suara Devi, bagaimana tidak tanpa disadari gaby berdiri mematung didepan pintu ruangan Devi selama hampir 1 jam, dan menghalangi jalan wanita itu untuk keluar.
“ah ibu mengagetkan saja, jangan galak-galak bun tar cantiknya ilang” jawab gaby sambil tersenyum dengan semua giginya kelihatan.
“kamu mahasiswa artefak sebaiknya fokus pada skripsimu, tidak usah belajar untuk menggombal” kata Devi sambil berjalan meninggalkan gaby.
“kamu memang membuatku penasaran Devi” suara hati gaby tiba-tiba berkata seperti itu.
waktu menunjukan pukul 4 sore, dimana waktu gaby untuk bimbingan.
Namun sepertinya sore ini dia tidak medapatkan kabar dari dosen pembimbing itu.
Karena khawatir gaby berjalan menuju ruangan Devi.
“Bu devvvvvv” Teriak gaby dengan panik.
__ADS_1
Tubuh wanita itu sudah tergeletak lemas dilantai ruangannya, dengan wajah yang begitu pucat dan kesadaran yang lama-lama memudar.