
Berbeda dengan kondisi Mario dan atha yang sudah kakuu.
Sepertinya hubungan dosen dan mahasiswanya sudah lebih luwess, karena devi sudah membiarkan gaby memberi perhatian kepadanya.
Meskipun kadang bersikap cuek, namun gaby mengerti devi seperti itu karena status mereka masih sebagai dosen dan mahasiswa.
“Selamat pagi cantikku, sudah bangun?”
“Sarapanlah yang banyak karena aku tau hari kamu akan sangat sibuk”
“sampai bertemu nanti cantik”
Perhatian pagi yang di berikan gaby hanya di tanggapi symbol jempol oleh devi, meskipun begitu gaby sudah sangatt senang.
Dia tau bahwa wanita yang dicintainya ini merespon perhatiannya.
Saat devi sedang sibuk bekerja diruangnya, dia dikejutkan oleh seorang mahasiswa.
“permisi bu devi, tadi ada ojek online yang mengantarkan ini”
“apa itu”
“tidak tau bu, katanya makan siang titipan pacar ibu”
“oh ya? Masuk saja dan letakan diatas meja”
Devi penasaran, siapa pacarnya yang dia tau sejauh ini tidak ada pria yang menyatakan cinta untuknya.
__ADS_1
Setelah membuka bingkisan makan siang itu, senyum kecil terbentuk pada bibir devi, benar saja tebakan devi benar pria yang mengaku sebagai pacarnya adalah gaby.
“aku hari ini pulang duluan, ada urusan yang harus aku kerjakan. Aku tau kamu tidak membawa kendaraan. Kontak aku kalau kamu ingin pulang. I love you bu dosen”
Pesan singkat tapi mampu membuat penerimanya bahagia.
“apakah anak ini serius tentang perkatannya?, apakah aku benar harus merespon dia?”.”ah sudahlah pekerjaan tu terlalu banyak untuk memikirkan hal bodoh ini”.
Meskipun devi tidak terlalu memikirkan itu, pada saat akan pulang devi mengambul ponselnya dan mengontak gaby.
Kann sudahhh ku dugaaa lambat atau cepat devi akan luluh jugaa wkwkwwk.
“aku akan pulang, dan sepertinya aku menerima tawaranmu. Aku tunggu dikedai samping kampus 30 menit lagi”
Si penerima pesan diseberang sana, ternyata pesan cintanya direspon oleh pujaan hati.
30 menit berlalu….
“ah tidak juga aku baru saja sampai, cepatlah kita pulang. Dari tadi ibuku sudah mencariku”, jawab devi sambil berlalu naik ke atas motor milik gaby.
...........
Gaby : Turun dulu jangan langsung naik devi
Devi : hanya mengiyakan ucapan gaby dan menatapnya dengan tatapan kosong
Gaby : sini ku pakaikan dulu helm (sambil memakaikan helm di kepala devi), aku ingin orang yang ku sayang merasa aman saat bersamaku,
__ADS_1
Sambil tersenyum gaby berbicara kepada devi.
“ayo jalan, aku rasa kamu sudah aman sekarang untuk berkendara”, ucap gaby memecahkan keheningan dalam pikiran devi.
Sepanjang perjalanan devi tidak berbicara, dia masihh shock dengan perlakuan gaby. Hatinya terasa nyaman dan aman saat berada didekat gaby.
“apakah benar aku juga menyukai gaby? Kali ini haruskah aku bilang kalau dia punya kesempatan untuk meluluhkan hatiku?.
Sampai didepan rumah devi….
Gaby : “ hallo tuan putri anda sudah sampai dengan selamat dirumah”
Devi : “ ah baiklah, terimakasih gaby”
Gaby : “(sambil membuka helm yang masih tergait dikepala devi), jangan lupa bintang 5nya kakak”
Devi : baik kak bintang 5 di tambah rasa sayang mau ? gurau devi kepada gaby.
Gaby yang mendengar gurauan devi terdiam untuk beberapa saat, otaknya yang lambat masih memproses ucapan devi.
“hei kenapa diam tuan artefak?”,”apakah ada yang salah dengan kata-kataku ahhh kalau begitu ku tarik kembali katakataku barusan”. Ucap devi kepada gaby yang melamun.
“jadi kamu memberiku kesempatan untuk mendekatimu?” Tanya gaby gugup.
Tetapi devi hanya tersenyum malumalu kepada pria itu dan kemudian berlalu kedalam rumah begitu saja.
“aku rasa kamu bisa mencerna sendiri katakata ku gaby, sampai bertemu besok calon pacarrr, byheee”. Teriak devi.
__ADS_1
Yahh kalian pasti tau bagaimana respon gaby?. Dia berteriak membuat orangorang disekelilingnya mengira kalau dia gila. Bagaimana tidak menjadi gila barusan perempuan yang dia cintai juga merespon rasa cintanya.