
“Claudia gak mua Mah, Pah. Claudia cukup dewasa untuk mencari calon suami sendiri. Please, ini bukan jaman Siti Nurbaya”. Ungkap claudia dengan terus memohon pada orang tuanya.
Orang tuanya melihat Claudia dengan diam, yang harusnya ini adalah acara yang membahagiakan untuk anak semata wayangnya. Ya ini adalah ulang tahun anaknya yang ke 25 tahun, mereka sudah mempersiapkannya dengan sangat sempurna, makan malam di restoran mewah dan hanya mereka bertiga di dalamnya.
“Tidak bisa, mau tidak mau atau suka tidak suka kamu harus bertunangan dengan anak teman Papah. Kami sudah berjanji untuk menjodohkan kalian, dan Papah yakin dia anak yang baik”. Seru Surya dengan wajah yang marah.
“Tapi pah, aku belum siap menikah. Aku masih ingin bertemu dengan banyak orang”. Keluh claudia.
“Kamu masih bisa bertemu dengan teman-temanmu nak, tidak akan ada yang melarangmu, mamah janji. Karna itu papahmu sengaja memesan satu restoran ini karna sekalian mengundang calon serta keluarganya agar kalian bisa bertemu terlebih dahulu dan saling mengenal”. Bujuk Mariam, meyakinkan anaknya dengan rasa iba. Karna dia sendiri merasa kasihan dengan satu-satunya putrinya ini, tapi mau bagaimana lagi, suaminya sudah berkehendak dan dia pun tidak bisa membatalkannya.
“Engga, aku gak mau. Aku gak akan terima.” Sahut Claudia dengan di barengi dengan tangisnya, dipun berdiri dan pergi meninggalkan orang tuanya dengan penuh kesal.
Dia masih tak habis pikir bagaimana orang tuanya tega melakukan itu padanya, dia merasa dirinya masih sangat muda untuk bertunangan atau apalagi menikah, tidak pernah ada dalam bayangannya selama ini.
Dia yang menangis dengan berlari penuh rasa kecewa pada orang tuanya, tidak menyadari jika ada sebuah kendaraan yang berjalan cepat kearahnya dan hampir saja menabraknya jika pemilik kendaraan tersebut tidak sigap untuk mengerem dengan mendadak.
Claudia yang tentu saja merasa kaget, langsung saja terjatuh walaupun tidak ada luka di tubuhnya, dia hanya syok dengan kejadia yang menimpanya tersebut.
“Apa yang kau lakukan di tengah jalan seperti ini, kau sengaja melakukannya?”. Bentak wanita paruh baya itu dengan sambil menuruni mobilnya, dia melihat Claudia dengan penuh curiga.
“Maaf tante, saya tidak sengaja. Saya rasa saya baik-baik saja, jadi saya akan segera pergi dari sini.” Jawabnya dengan terburu-buru, karna dia khawatir orangtuanya akan menyusul dan membawanya kembali ke restoras tersebut. Wanita paruh baya tersebut melihatnya dengan penuh keheranan dengan sikap gadis yang hampir saja dia tabrak.
__ADS_1
***
“Bagaimana ini pah, mamah khawatir Claudia akan melakukan hal yang aneh-aneh, mamah takut terjadi sesuatu kepadanya”. Raut khawatir terlihat jelas di wajah Mariam, dia sungguh takut terjadi sesuatu yang akan membahayakan putri semata wayangnya.
Surya Saputra masih terdiam, dia tidak percaya jika putrinya akan berlari meninggalkan mereka berdua. Dengan cepat dia segera menghubungi seseorang melalui telpon genggamnya “Cepat, ikuti Claudia dan jika sudah tertangkap maka segera bawa dia pulang kerumah.”
“Bagaimana pah? Harusnya kita tidak memaksakannya seperti ini, mungkin sebaiknya dari awal kita menyampaikannya dengan perlahan. Mamah khawatir sekali pah.” Mariam kemudian meneteskan air mata yang sedari tadi di tahannya…
“Sudah, kamu jangan membuatku semakin bingung mah, papah juga tidak tahu jika akhirnya seperti ini. Cepat hapus air matamu sebelum mereka datang, biar papah yang akan mengurusnya”. Ungkapnya sambil berusaha menenangkan istrinya yang sedang menangis.
Benar saja, tidak lama setelah itu temannya datang di dampingi oleh istrinya sambil berjalan keaahnya.
“Dimaan putrimu, aku tidak melihatnya?”. Tanya Tomy sambil melihat ke arah Mariam dan juga Surya, dia juga penasaran dengan wajah calon menantunya, karna dia belum pernah melihatnya lagi setelah Caludia menginjak bangku SMA. Maklum saja, karna Beleza dan Tomi langsung pergi meninggalkan Indonesia dan mengurus perusahaan mereka yang berada di London, jadi ini adalah hari keduanya setelah menginjakan kaki di tanai airnya.
Surya pun meminta berdua untuk duduk terlebih dahulu di bangku yang telah di siapkan, “Silahkan duduk dulu, akan aku jelaskan”. Pinta Surya dengan mengarahkan tangan ke kursi yang ada di depannya.
“Saya sudah menyuruhnya untuk segera datang kesini, tapi dia bilang tidak mungkin sempat karna perjalanan dari Bandung ke Jakarta cukup memakan waktu lama. Itu salah saya karna memberitahunya mendadak. Tapi saya senang akhirnya bisa bertemu denganmu lagi. “ Surya meyakinkan sahabatnya tersebut.
“Oh tenang saja, saya mengerti. Apalagi ini ulang tahunnya tentu saja dia ingin menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Aku juga sebenarnya merasa tidak enak, karna anakku tidak ikut hari ini, dia masih di London mengurus pekerjaan yang belum diselesaikannya. Sekarang lebih baik kita menikmati pertemuan kita kembali hari ini.” Ucap Tomi bahagia, karna akhirnya bisa bertemu kembali dengan sahabat lamanya.
***
__ADS_1
Claudia yang sedari tadi berjalan, dia tidak menyadari jika ada seseorang yang telah mengikutinya sedari tadi dan kemudian orang itu menariknya untuk masuk kedalam mobil yang dia bawa.
Tentu saja dia terkejut, dia mencoba berteriak sambil menarik tangannya untuk di lepaskan, tetapi sesaat kemudian dia tahu bahwa itu adalah pak Tono, salah satu pengawal ayahnya. Claudia tidak ada pilihan dan diapun masuk kedalam mobil tersebut dengan wajah datar.
“Maaf ya non, saya hanya di minta bapak untuk membawa non pulang ke rumah”. Akunya merasa tidak enak kepada anak bos nya tersebut.
Claudia yang tentu pasti mengetaui hal tersebut, dia hanya mengangguk meng iyakan apa yang oak Tono ucapkan.
Sesampainya di rumah, yang berkawasan di salah satu perumahan elit di jakarta, dia langsung masuk ke kamarnya dan mengunci puntu dari dalam.
dia tak mau nanti kedua orangtuanya masuk dan memaksanya kembali untuk pertunangan tersebut. dia segera merebahkan tubuhnya di kasur, sambil memikirkan betapa melelahkannya hari ini.
dikejutkan dengan pemeberitahuan ayahnya yang tiba-tiba mengatakan tentang pertunangan dan juga tentang kejadian dia hamlir saja di tabrak.
"Bagaimana jika aku tertabrak, apakah papah dan mamah akan mebatalkan pertunangannya?" gumamnya.
dia kemudian berpikir untuk mencari cara agar pertunangannya tersebut di batalkan oleh orang tuanya, kemudian sesaat itu juga muncul notifikasi pada handphone nya pertanda adanya pesan.
dia segera membuka pesan tersebut yang ternyata itu adalah Amelia. Temannya di SMA dulu yang sudah lama hampir tidak pernah di temuinya.
di dalam pesan tersebut Amelia mengirimkan pesan ke dalam grup dengan menyampaikan jika dia sedang mencari seseorang yang bisa di ajaknya untuk bekerja di salah satu Rumah sakit swasta tempat dia bekerja.
__ADS_1