Jodohku Adalah Pilihan Orangtuaku

Jodohku Adalah Pilihan Orangtuaku
Keluarga Safford


__ADS_3

Seorang pria muda baru saja tiba di bandara soekarno hatta, dengan memakai setelan jas biru navy tak lupa kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.


Jelas saja membuat pemandangan tersebut begitu indah di lihat dan sayang untuk di lewatkan. Seakan dia menyadari semua mata tertuju padanya, ya dia sempurna pikirnya.


Segera saja mobil membawanya ke sebuah bangunan indah nan juga megah, yang biasa dia sebut rumah.


“Walcome home honey” seorang perempuan paruh baya menyapanya sembari memeluk putra tersayangnya itu


“Hi Mom, how are you? I miss you so much” balas pria itu sambil mencium pipi mommy-nya


“Mommy sangat baik sayang, gimana pekerjaan kamu di London?” tanyanya


“Semuanya sudah beres mommy, oh ya dimana daddy?” tanyanya sambil melihat sekitar.


“Daddy-mu tentu ada di kantor sayang. Hari ini mommy mau datang kesana. Kamu ikut yah, kita berikan surprise untuknya.” Ajak mommy.


“Okay, let’s go mom” ajak pria itu sembari menggandeng mommy-nya.


Sesampainya di sana, semua orang melihat kearah mereka dengan hormat dan kagum tentunya.


Apalagi pada seorang pria yang ada di samping wanita itu.


Dia adalah Alvaro Zidan Safford. Anak ke dua dari keluarga Safford. Orang tuanya adalah Tomi Safford dan Beleza Safford pemilik dari perusahaan Digitech Safford Corp. Perusahaan digital terbesar di asia.


Alvaro memiliki wajah rupawan, gabungan dari wajah tampan daddy -nya dan wajah cantik sang mommy yang keturunan belanda.


Semua mata para wanita tentu saja akan terpukau oleh setiap yang ada pada dirinya, yang akan membuat iri semua lelaki yang melihatnya.  


Sesampainya diruangan sang daddy, segera mereka masuk dan memeluk -nya. Tentu saja Tommy terkejut dan bahagia. Karna putra yang ditungu-tunggunya telah pulang kerumah.


“Hello boy, how are you?” tanya Tomi padanya.


“I’m good dad” balas Alvaro dengan cepat.


“Jadi, gimana pekerjaan kamu di sana?” Tanya tomi


“Yeah semua beres dad, makanya aku sudah bisa pulang” serunya.


“Hari ini kita makan malam bersama, sekaligus merayakan kepulanganmu ke Indonesia.” Ajak Tomi.


***


Mereka makan malam bersama di sebuah restoran bintang lima, sambil sesekali membahas mengenai sang kaka.

__ADS_1


Keluarga safford memiliki putri yang di mana dia adalah anak pertama di keluarga ini. Dialah Cindyana Safford atau sekarang di panggil Cindyana Rodrigo, hal ini karna Cindy telah menikah dengan keluarga Rodrigo yaitu Eric Rodrigo.


Di sela pembahasannya, Tomi kemudian menyampaikan sesuatu kepada Alvaro


“Daddy sudah bertemu dengan teman daddy, daddy ingin segera kamu bertunangan dengan putrinya Al.”


“Apakah aku memiliki pilihan dad?” tanya Alvaro tidak peduli.


Sebenarnya Alvaro merasa keberatan dengan perjodohan tersebut, bukan dikarenakan dia telah memiliki kekasih. Tapi ini semua karna Alvaro tidak ingin kehidupan pribadinya pun harus di tentukan oleh mommy dan daddynya.


Tapi Alvaro tidak bisa menolak permintaan tersebut, karna rasa hormat dan sayangnya kepada kedua orangtuanya.


Makan malam telah usai, Tomi dan Beleza segera menuju mobil yang telah di parkir, kecuali Alvaro.


“Kamu tidak ikut pulang, sayang?” tanya Beleza.


“Engga mom, aku janji mau ketemu kak Cindy setelah ini.” Jawabnya


“Baik, sampaikan salam mommy padanya. Pinta dia untuk datang kerumah.” Sahut Beleza.


Setelah mobil yang membawa kedua orangtuanya pergi, segera Alvaro menemui sang kaka di tempat yang telah mereka janjikan.


Alvaro berjalan cepat, karna ingin segera bertemu hingga membuatnya tak sadar telah menabrak bahu seseorang yang sedari tadi berada di depannya.


Belum juga ada jawaban, Alvaro bertanya kembali padanya.


“Sorry yah, tadi gue buru-buru, gimana handphone loe? Ada masalah gak?


“Girl, are you okay?” Tanya Alvaro untuk yang ketigakalinya.


“Oh maaf, tadi loe nanya apa? Jawab gadis tersebut.


Alvaro meminta gadis itu untuk mengecek kondisi handphonenya dan ternyata tidak ada kerusakan yang terjadi.


Alvaro memandangi wajah gadis itu, terpesona oleh kecantikannya, kelembutan tangannya. Hal ini dapat dia rasakan pada saat tadi tidak sengaja bersentuhan saat dirinya mengembalikan handphone tersebut.


“Cantik” begitu gumamnya dalam hati.


Lalu kemudian di kejutkan oleh seseorang yang memanggil namanya.


“Al, aku disini” Ucap Cindy.


Alvaro segera pergi meninggalkan gadis itu seorang diri, sebenarnya dia sungguh ingin sekali menanyakan nama gadis itu. Tapi dia tak ingin melakukannya. Barangkali gadis itu akan mencurigainya kalau-kalau mungkin saja dipikirnya, jika Alvaro sengaja menabraknya hanya untuk mendapatkan nama dan nomor handphonenya.

__ADS_1


“Ada masalah apa tadi?” tanya Cindyana kepada sang adik tercinta.


“Oh, engga ada masalah apa-apa kak. Tadi aku Cuma gak sengaja menjatuhkan handphonenya” jawab Alvaro cepat.


Mereka kemudian berbincang kembali, kakanya memberitahukan jika saat ini dirinya telah hamil. Usia kehamilannya kini telah menginjak lima bulan, Alvaro segera mengelus perut sang kaka dengan perasaan gembira.


Cindiyana menanyakan kabarnya selama berada di London, mengenai pekerjaannya dan masalah asmaranya tentu saja.


Alvaro menceritakan semuanya, dia begitu menyayagi sang kaka hingga tidak ada sesuatu yang ditutup-tutupi olehnya.


Hingga akhirnya pertanyaan sang kaka mengenai perjodohannya.


“Jadi, kamu sudah melihat wajah calon istrimu nanti? Selidik Cindiyana.


“Belum kak, aku saja sampai sekarang tidak tahu siapa namanya. Sebenarnya aku sendiri tidak mau. Tapi kaka tahu bagaimana aku menyayangi Mommy and daddy. Aku tidak tega menolaknya” Jawal Alvaro menjelaskan.


Karna teralu asik dengan pembicaraan mereka berdua, ternyata waktu telah beralu begitu cepat.


Eric segera datang menjemput Istrinya tercinta lalu pergi meninggalkan Alvaro sendiri, tetapi sebelumnya Eric menitipkan atau meminta pertolongan sang adik ipar.


“Bro, gue minta tolonga yah. Tolong temenin Cindy buat cek rutin kandungannya. Gue mesti ikut bokap rapat ke Singapur.” Pinta Eric


Yang tentu saja di setujui oleh Alvaro. Kemudian mereka pun berpisah, setelah kendaraan yang di bawa Eric melesat pergi, Alvaro pun segera beranjak pergi dari posisinya saat ini.


Alvaro memesan sebuah kamar di hotel H, karna dirinya merasa lelah untuk pulang kerumah.


***


Ke esokan hari saat Alvaro berada di lobi, tidak sengaja seseorang menabrak badannya.


Pada saat di perhatikan itu adalah gadis cantik yang di lihatnya kemarin malam. Gadis itu meminta maaf dan pergi meninggalkannya. Alvaro sementara hanya bisa memandanginya dari belakang.


“Aku harus mendapatkannya” serunya dalam hati.


Seketika Alvaro melupakan jika dirinya akan bertunangan dengan gadis pilihan orang tuanya.


Baru saja kemarin dia tidak memperdulikan siapa calon tunangannya, tapi sekarang dia merasa ingin segera membatalkannya.


dalam satu hari, Alvaro merasa seperti tersihir oleh sosok gadis cantik tersebut.


sunggung Alvaro menginginkan gadis itu menjadi miliknya.


 

__ADS_1


__ADS_2