Jodohku Adalah Pilihan Orangtuaku

Jodohku Adalah Pilihan Orangtuaku
Satu tahun.


__ADS_3

Tiga hari waktu telah berlalu, Claudia kembali menjalani hari-hari seperti biasanya. Namun ada gambaran jelas berbeda, di mana yang sebelumnya selalu ada Alvaro yang menunggu kepulangannya namun jangankan orangnya, batang hidungnya pun jelas tak pernah terlihat lagi olehnya.


Mungkin kejadian terakhir kali saat Claudia membongkar kebenarannya, Alvaro merasa enggan untuk menemuinya.


Seakan waktu membantu Claudia agar tidak memikirkannya, saat inipun dirinya sedang di sibukan oleh pekerjaan yang sedang padat-padatnya.


Hari ini rumah sakit tempatnya bekerja akan banyak kedatangan tamu-tamu penting yang harus di sambutnya, karena ini adalah hari perayaan ulang tahun rumah sakit tempat Claudia bekerja.


Claudia sudah di sibukan dengan para tamu undangan, hingga tidak ada waktu untuk memikirkan perasaannya. Di sela-sela kesibukannya, sesekali Amelia datang untuk mengecek keadaan untuk memastikan tidak ada yang terlewat atau terlupakan, tentu saja untuk memastikan bahwa Claudia baik-baik saja.


Saat Claudia sedang menyambut tamu undangan, sontak dirinya di kejutkan dengan kehadiran Surya Saputra dan Mariam selaku orang tuanya yang turut hadir di acara tersebut. Tentu saja mereka pun di pastikan akan menjadi salah satu tamu penting hari ini. Claudia lantas melakukan tugasnya seperti biasa, berusaha untuk tidak menarik perhatian dari rekan-rekan kerja di sekitarnya. Tidak dapat terbayangkan bagaimana jadinya jika mereka mengetahui seorang anak pemilik perusahaan terbesar di negaranya menjadi seorang pekerja di rumah sakit tersebut, mereka akan mewawancarainya seolah wartawan yang sedang mencari informasi untuk beritanya.


Dilihatnya kembali kedua orang tuanya yang sedari tadi melihat kearahnya, Claudia tidak dapat mengartikan tatapan yang di tujukan kepadanya. Tentu saja Claudia merindukan mereka karna ini adalah waktu terlama dirinya tak pernah melihat kedua orangtuanya namun keadaan yang harus memaksanya untuk berpisah sementara saja.


Surya dan Mariam masuk ke dalam sembari tersenyum kearah Claudia, saat mereka tak terlihat lagi keberadaannya langsung saja ada sebuah pesan yang masuk ke handphonenya.


“Setelah acara selesai, papah harap kamu mau menemui kami berdua di restoran x. Kami merindukanmu sayang”


Berikut isi pesan yang di bacanya.


Claudia hanya terdian dengan sambil terus melihat kearah pesan tersebut lalu kemudia dirinya melanjutkan kembali pekerjaanya.


Claudia sambil sesekali melihat ke arah Amelia ingin memastikan sesuatu, mengapa Amelia tidak memberitahukan jika orang tuanya menjadi salah satu tamu undangan. Akan tetapi niat tersebut segera di urungkan karena Amelia sedang sibuk menemani tamu undangan untuk sekedar saling menyapa dan berbincang.


Setelah acara selesai, Claudia akhirnya memutuskan untuk menemui kedua orang tuanya di tempat yang sudah di tentukan, sesampainya di sana segera dilihat Surya dan Mariam yang telah duduk menunggu kedatangannya. Claudia berjalan menghampiri perlahan, seakan dirinya mengetahu apa yang nantinya akan di perbincangkan.


“Pah, mah.” Claudia menyapa Surya dan Mariam yang belum sadar dengan keberadaannya.


“Claudia sayang, mamah merindukanmu” jawab Mariam sembari bangun dari duduknya dan memeluk putri tercintanya.

__ADS_1


Claudia melihat Mariam menangis di hadapannya, sontak membuatnya merasa bersalah telah kabur dari rumah. Claudia memeluk mamahnya kembali.


Sekarang dirinya menghampiri Surya yang langsung saja memeluk putrinya.


Surya hanya terdiam namun dapat di lihat tatapannya memiliki arti mendalam.


Caludia duduk di samping sang mamah sembari melingkarkan tangannya di antara tangan mamahnya dan kepalanya menyender ke pundaknya.


Seraya berucap “Maafin Claudia ya mah” dan di balas anggukan oleh sang mamah serta mencium atas kepalanya dengan penuh cinta.


Setelah itu Claudia bertanya, mengapa mereka tidak segera mencari keberadaan dirinya ataupun menghubungi untuk memintanya kembali.


Ternyata selama ini orang tua Claudia sudah mengetahu keberadan dan tindakan yang di lakukannya, itu semua karena Pak Tono telah mengawasi dan melaporkannya pada mereka berdua.


Dengan penjelasan tersebut Claudia kesal dengan apa yang di lakukan mereka.


“Mamah sama papah sepertinya tidak masalah ya kalau aku pergi dari rumah, buktinya setelah mengetahui hal itu mamah sama papah tidak ada yang minta aku pulang” jawab Claudia sembari meneteskan air mata.


“Awalnya mamah sangat sedih setelah membaca surat yang kamu tinggalkan, mamah merasa bersalah” lanjut Mariam sembari memegang kedua tangan Claudia.


“Tapi setelah kami pikirkan kembali, kami ingin mencoba menghormati keputusanmu untuk keluar rumah sementara, mungkin ini perku kamu lakukan sembari memulihkan rasa sakit hatimu pada kami berdua” Jawab Surya menambahkan 


“Dan untungnya kamu tidak melampiaskannya pada hal-hal buruk dan dirimu menjadi lebih dewasa dan teguh dengan pendirianmu. Buktinya kamu bekerja di tempat temanmu Amelia” lanjut Surya.


“Bukan dewasa ataupun teguh pah, mah. Tapi sejujurnya aku terpaksa karna uang yang aku bawa sudah habis.” Jawab Claudia sembari menundukan pandangannya.


“Kamu sudah dewasa sayang, kamu lebih memilih bekerja dan teguh dengan pendirianmu untuk tidak pulang kerumah. Kami bangga padamu” jawab Mariam sambil memeluknya kembali.


“Lalu bagaimana dengan perjodohannya?” tanya Claudia, sembari berharap bahwa tindakannya dengan kabur dari rumah dapat meluluhkan hati orang tuanya dan membatalkannya segera.

__ADS_1


“Maaf sayang, perjodohanmu tetap harus di lanjutkan.” Jawab Surya.


“Tapi..” belum selesai Claudia berbicara, Surya segera memotongnya.


“Tapi, waktunya kami undur. Kami berikan padamu kebebasan selama satu tahun penuh, setelah itu kamu tetap akan menikah dengan pilihan kami.” Jawab Surya.


“Tentu saja kami tetap akan mengawasi, tidak ingin kamu melakukan hal-hal buruk di belakang kami bahkan saat kamu nantinya bertemu dengan pria yang kamu sukai. Kamu harus tahu bahwa setelah satu tahun kamu harus meninggalkannya” Surya menambahkan.


Mendengar penjelasan Surya, Claudia tetap terdiam sembari mempertimbangkan tawaran yang diberikan oleh orang tuanya.


“Mamah sarankan kamu menerima tawaran ini sayang, dalam satu tahun ini kamu dapat melakukan apa yang kamu mau. Mencoba dekat dengan pria lain misalnya” ungkap sang mamah sembari memberikan tatapan penuh arti.


“Tapi kami yakin, pilihan kami adalah yang terbaik dari pria-pria yang telah atau mungkin akan kamu temui nantinya” jawab Surya memastikan.


Akhirnya setelah Claudia berpikir, dirinya pun menyetujui apa yang Surya dan Mariam tawarkan dengan syarat jika dirinya tetap akan tinggal di luar rumah dan akan pulang dalam waktu satu minggu sekali.


Mendengar jawaban tersebut Mariam bertanya


“Jadi kamu tetap tidak ingin pulang sayang?” sembari menunjukan raut wajah sedih.


“Iya mah, karena saat ini aku sudah bekerja. Jadi lebih baik aku tetap diluar rumah agar aku lebih mandiri” jawab Claudia.


“Baik, jika itu maumu. Tapi kamu tidak boleh lagi tinggal di hotel. Kamu harus pindah ke apartemen yang sudah kami siapkan. Letaknya pun tidak jauh dari tempatmu bekerja saat ini. Setiap hari akan ada asisten yang datang untuk menyiapkan makanan atau membantumu merapihkan rumah. Jadi kamu tidak akan kelelahan. Serta semua fasilitaamu akan kami pulihkan kembali” Jawab Surya menegaskan.


Akhirnya Caludia dapat menggunakan kembali semua kartu yang dirinya miliki, setalah sebelumnya semua kartu tersebut di blokir oleh orang tuanya.


“Betul sayang, karna sebenarnya walaupun kami bangga karna kamu sudah dewasa tapi kami tetap saja sedih melihatmu bekerja. Kamu setiap hari pulang ataupun pergi menggunakam taxi, karena itu mobilmu akan kami minta Pak Tono untuk diantar ke hotel.” Tambah Mariam


“Iya baik, tapi aku akan tinggal di hotel sampai batas waktunya habis. Minggu besok aku akan pindah ke apartemen yang sudah Mamah dan Papah siapkan.” pinta Claudia.

__ADS_1


Setelah itu mereka berbincang kembali, sembari Claudia menceritakan pengalamannya bekerja selama ini. Perlakuan rekan kerjanya dan kebaikan yang di berikan Amelia saat dirinya kesulitan, Surya dan Mariam sesekali tersenyum dengan cerita yang putrinya sampaikan.


Hingga waktunya mereka berpisah, Surya dan Mariam kembali ke rumah dan Claudia kembali lagi ke hotelnya.


__ADS_2