Jodohku Adalah Pilihan Orangtuaku

Jodohku Adalah Pilihan Orangtuaku
Dia sudah punya Istri


__ADS_3

Perasaan gugup telah di rasakan Claudia sejak dirinya berangkat bekerja, tentu saja karena ini adalah hari pertamanya bekerja secara resmi dan hari pertamanya bekerja dalam seumur hidupnya.


Yang biasa Claudia lakukan sebelumnya hanyalah membeli, menikmati dan membayar. Pernah sekali dia melakukan pekerjaan, yaitu saat dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Claudia di minta untuk mencuci piring makannya sendiri di saat para Asisten Rumah Tangga sedang pulang ke kampung halamannya.


Setelah itu tak pernah Claudia lakukan lagi di saat para Asisten Rumah Tangga telah kembali.


Dengan perasaan berdebar, Claudia memberikan sapaan dan salam pada semua orang yang di temuinya. Sesampainya Claudia di ruangannya telah duduk seorang perempuan yang kemudian bangun serta menyapanya.


"Halo, selamat pagi" sapa perempuan itu.


"Halo, selamat pagi juga" Jawab Claudia, sembari mengingat nama wanita itu.


Baru saja kemarin Claudia di perkenalkan dengannya, tetapi dia telah lupa siapa nama wanita itu. Saat sedang berpikir keras dirinya melihat nama perempuan itu dari tanda pengenal yang di pakainya.


"Sofia" lanjut Claudia menyapanya.


 


Pekerjaan hari ini di mulai dengan menemui para tamu VVIP yang sedang mengadakan acara donasi bagi para pasien atau pengunjung di Rumah Sakit ini.


Acara telah di lakukan dari pagi hingga siang hari.


Tentu saja acara ini di isi dengan pemberian hadiah dan juga diselingi dengan percakapan-percakapan santai antara pemberi donasi dengan pasien atau pengunjung.


 


Siang hari setelah acara selesai, Sofia mengajak Claudia untuk makan bersama.


"Mau makan siang di mana?" Tanya sofia sembari membereskan berkas yang ada di mejanya.


"Belum tau, enaknya di mana yah?" Tanya Claudia sembari  menghanpiri meja Sofia.


"Ikut aku aja yuk" ajak Sofia


"Kemana? Cuka kita berdua?" Tanya Claudia mengarahkan telunjuk ke dirinya dan juga Sofia.


"Engga, biasanya aku makan bareng sama yang lain-nya. Kamu juga, ikut yah." Pintanya kembali pada Claudia


"Boleh deh." Serunya sembari mengikuti kearah mana Sofia pergi.


 


***


"Guys kenalin ini Claudia, team Customer Service Executiv yang baru" teriak Sofia pada sebarisan orang yang sedang duduk di depannya sambil mengarahkan tangannya menunjuk Claudia.


"Hai, kemarin kita udah kenalan" jawab Claudai sembari melambaikan tangan pada sejeran orang yang berada di depannya itu.


 


Ya, sejeran orang. Karna meja tersebut telah di isi oleh sekitar sepuluh orang yang sedang duduk dan terbagi menjadi dua barisan.


Mereka saat ini berada di sebuah restoran padang modern, dimana restoran tersebut di tata sedemikian bagus hingga berbeda dengan nuansa restoran padang biasanya.

__ADS_1


 


Jam makan siang pun usai, Claudia dan Sofia hendak kembali ke rumah sakit, sampai seseorang memanggil namanya dari arah belakang.


"Claudia, mau balik kerumah sakit bareng?" Tanya pria itu menawarkan.


"Hemh, engga deh makasi. Gue balik bareng sofia aja" Tolak Claudai sembari melirik ke arah Sofia yang sedari tadi hanya tersenyum sendiri kearah mereka berdua.


Setelah mendengar jawaban Claudia, pria itu-pun pergi sembari menunjukan raut wajah kecewa.


"Aris kayaknya suka sama kamu" ledek Sofia setelah Aris tak terlihat lagi.


"Engga lah" pungkas Claudia.


 


***


 


Mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah sakit, sesampainya di sana Claudia melihat seseorang yang mungkin dikenalnya.


Sembari memperhatikan orang tersebut, tak lama mereka beradu pandang saling melihat.


Tentu saja Claudia kaget bukan kepalang, segera dia palingkan pandangannya ke arah lain.


Saat hendak berjalan, seseorang menarik tangannya dari samping.


"Hai, kita ketemu lagi." Sapa orang tersebut.


"Kayaknya yang kemarin jatuh handphone kamu deh, tapi kok kamu yang berada di rumah sakit?" Tanya pria itu sembari meledeknya.


"Hah? Oh engga. Aku emang kerja di sini" jawab Claudia cepat.


Rasanya dirinya ingin sekali segera pergi menjauhi orang yang ada di depannya ini, tapi entah mengapa di lain sisi dirinya ingin berlama-lama di sini.


Tanpa mereka sadari, sofia yang berada di sampingnya memperhatikan orang yang berada di didepannya itu dengan wajah terpesona.


"By The Way, kita belum kenalan yah. Aku Alvaro" sembari mengulurkan tangannya.


Lantas Claudia menerima uluran tangan tersebut dan seraya meperkenalkan dirinya "Putri" jawabnya,


yeah Putri juga adalah bagian dari namanya, Claudia Putri. Pikirnya.


Dan tentu saja Alvaro pun memperkenalkan dirinya pada Sofia.


Sesaat kemudia handphone Alvari berdering, tanda seseorang memanggil-nya.


"Ya halo, iya sudah ku ambil obatnya". Jawabnya cepat.


Claudia yang hanya memperhatikan dirinya lalu berguman.


"Pasti istrinya yang menelpon"

__ADS_1


Setelah itu Claudia segera pamit pergi meninggalkannya lalu di tahan kembali oleh Alvaro.


"Kamu biasa kerja sampai jam berapa?" Tanta Alvaro.


Claudia yang merasa bingun dengan pertanyaan yang di lontarkan kepadanya. Untuk apa pula Alvaro menanyakan kapan jam kerjanya berakhir.


"Belum tau, gak tentu soalnya" jawabnya asal.


Kemudian segera mereka berdua pergi meninggalkan Alvaro seorang diri.


Dia menyadari bahwa Sofia telah mengarahkan pandangan kepadanya dengan wajah penasaran.


"Siapa cowok ganteng tadi?" Tanyanya.


"Ya itu kata dia, namanya Alvaro" jawab Claudia asal


"Iyah, itu juga tadi aku dengar" sembari memutarkan bola matanya.


"Terus?" Lanjut Claudia.


"Maksudnya kok bisa ada orang secakep dia tapi kamu kayaknya gak tertarik" sembari memandangi Claudia, berharap mendapatkan jawaban segera.


"Ya memang engga aja" jawab Claudia.


"Kenapa? dia ganteng banget loh." Seru Sofia dengan mata berbinar-binar


"Dia udah punya istri" jawab Claudia dengan cepat.


"Yah, serius? belum juga mulai udah patah hati" Sahut Sofia kembali.


Sebenarnya Claudia tentu saja tertaril pada Alvaro, selain karna wajahnya yang rupawan mungkin karna sikapnya yang baik dan sopan. itu yang Claudia rasakan pada Alvaro menabrak bahunya saat itu. tetapi setelah melihat wanita yang dia pikir adalah istrinya, segera dia coba hilangkang perasaan tersebur agar tidak semakin berkembang.


Calaudia dan Sofia segera kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


Tidak terasa waktu sudah menunjuka pukul 17.00 WIB pertanda jam kerja telah selesai.


Claudia membereskan semua berkas dan map yang berserakan di mejanya, merapihkan file dokumen penting di laptopnya dan bersiap untuk pulang.


Hingga seseorang mengetuk pintu ruangan mereke berdua.


Saat Claudia melihat kearahnya, pintu itu telah di buka dan langsung saja mengetahui siapa tamu mereka.


“Ada apa Ris?” tanya Sofia pada Aris.


“mengkin dari kalian ada yang perlu tumpangan?” tanyanya. Yang tentu saja itu di arahkan pada Claudia.


Claudia hanya diam tidak menjawab pertanyaanya sampai kemudian Sofia menyebutkan namanya.


“Gue bawa mobil Ris, kamu gimana Claudia? tannyanya sembari mengarah pada Claudia


“gue engga juga deh, udah di jemput soalnya” jawabnya .


Yang tentu saja itu adalah jawaban asal yang di lontarkannya

__ADS_1


Aris kembali merasakan kecewa. sebenarnya Claudia merasa risih jika ada seseorang yang terus saja mengikuti atau mencoba mendekatinya.


tapi mungkin akan berbeda jika Alvaro yang mengajaknya.


__ADS_2