Jodohku Adalah Pilihan Orangtuaku

Jodohku Adalah Pilihan Orangtuaku
Dia lagi ..?


__ADS_3

Claudia dan Sofia berjalan meninggalkan ruangan sembari asik saling membicarakan pekerjaan.


Sebenarnya Sofia menawarkan tumpangan untuknya pulang, tetapi Claudia tidak menerimanya karna beralasan jika dia akan pulang dengan temannya. Tapi tentu saja sebenarnya dia telah berjanji untuk pulang bersama Amelia, hanya saja dirinya sungkan untuk mengatakannya. Bagaimana mungkin seorang pekerja biasa sepertinya mendapatkan tumpangan dari direktur rumah sakit langsung, kemungkinan orang akan menggunjingkannya.


Selain itu Claudi-pun tidak ingin menyulitkan Amelia, jika dirinya terang-terangan terlihat dekat dengan direktur rumah sakit mereka. Mereka pun tentu saja akan menggunjingkan kredibilitasnya sebagai direktur yang dengan mudahnya memasukan kenalannya.


Claudia sungguh tidak ingin hal itu terjadi. Saat dirinya sedang berjalan ke arah lobi, dilihatnya seseorang yang dirasa hampir atau mungkin sudah di kenalnya sedang duduk bersender di barisan kursi di depannya, dia adalah Alvaro.


“Kenapa aku bisa ketemu dengannya lagi” gumam Claudia.


Claudia-pun berjalan seolah tidak menyadari keberadaan dirinya, yang tentu saja tidak mungkin. Karna keberadaan Alvaro sudah pasti akan di ketahui oleh begitu banyaknya wanita yang mengagumi ketampanannya hingga pasti dia aka di kerubungi oleh wanita-wanita itu.


Claudia berjalan dengan cepat, berharap Alvaro tidak memperhatikannya. Tapi nyatanya hal itu tidak berguna, karna Alvaro tetap saja mengetahui keberadaannya.


“Hai, ketemu lagi kita” sapa Alvaro seraya mendekatinya.


“Oh iya hai juga” Claudia berbalik cepat menghadapnya.


“Kita pulang bareng ya, aku sengaja nunggu loh” ajak Alvaro.


“Maaf aku sudah ada janji dengan seseorang” jawab


Claudai sembari meberikan senyum terbaiknya.


“Oh sudah di jemput pacar yah?” Tanyanya lagi.


“Bukan, temen aja” dijawab kembali oleh Claudia, sembari memaki dirinya sendiri kenapa harus jujur, padahal jika saja dirinya menjawab pacar, mungkin Alvaro tidak akan mencoba untuk mengantarnya pulang


Sebenarnya Claudia ingin sekali rasanya dekat dengan Alvario, tetapi yang dirinya tahu jika Alvaro telah memiliki istri dan istrinya sedang hamil, walaupun jika istrinya sedang tidak hamil tetap saja Claudia tidak ingin merebut suami orang.


“Oke, tapi besok boleh yah aku yang jemput” tanyanya lagi.

__ADS_1


Ajakannya tersebut ditolaknya kembali oleh Claudia dengan alasan jika dirinya sudah memiliki janji.


***


Alasan tersebut tidak membuat Alvaro berkecil hati, nyatanya Alvaro masih juga tidak peduli dan tetap saja datang untuk mengantarnya pulang. Seberapa banyak Claudia menolak ajakannya, maka semakin keras juga usaha untuk mendapatkannya.


Hampir setiap hari Alvaro datang untuk mencoba mengajaknya atau mengantarnya pulang, tetapi Claudia masih saja tidak menerima tawarannya, sudah berbagai macam alasan yang Claudia sampaikan tetapi Alvaro sepertinya masih tidak juga menyerah untuk mendekatinya.


Hingga semua teman-teman di tempatnya mengetahu hal itu, yang berakibat mereka terus saja membicarakan betapa romantisnya Alvaro kepadanya.


Tapi lebih banyak lagi yang membicarakan ketampanan yang di miliki Alvaro, hingga tidak banyak yang mencoba berusaha untuk mendekati Alvaro yang sedang merasa frustasi karna Claudia belum juga membuka hati untuknya.


Hingga satu minggu waktu telah berlalu, tapi Alvaro belum juga menyerah untuk mengajak Claudia pulang bersama.


Claudia yang merasa, bahwa ini tentu saja menggagunya bekerja walau tidak secara langsung, akhirnya pada saat jam kerja telas usai, Claudia segera mendatangi Alvaro yang sedari tadi menunggunya dan mengatakan jika dirinya menerima ajakannya untuk pulang bersama.


“Besok kamu bisa anter aku pulang”  seraya meninggalkan Alvaro yang memancarkan raut wajah kesenangan.


***


Saat jam kerja telah selesai, seperti biasa, di tempat dan waktu yang sama, Alvaro sudah berdiri sedari tadi berada di sana menunggu Claudia.


Dari jauh Claudia dapat melihat betapa wajah itu memancarkan senyum merekah saat Caludia datang menghampirinya.


Segera saja di sambut gembira dan di ajaknya Claudia ke tempat mobilnya berada.


Di dalam perjalanan Alvaro menanyakan Claudai banyak hal, mulai dari rumah nya, hobinya, film yang disukainya, kegiatan yang di senangi dan apakah sedang memiliki ikatan kekasih atau tidak.


Semua itu di jawab Claudia dengan asal tentunya. Dari beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh Alvaro, beberapa di antaranya menjawab dengan benar olehnya.


Hingga akhirnya Alvaro penasaran dengan alasan Claudia tinggal di Hotel, yang tentu saja tidak di jawab jujur olehnya. Mana mungkin dirinya akan berkata bahwa kabur dari perjodohan yang telah di tentukan oleh orang tuanya.

__ADS_1


Mungkin orang lain akan menganggap bahwa dirinya sebagai contoh cerita Siti Nurbaya modern, maka Claudai hanya dapat merahadiakannya dengan beralasan jika Claudia sedang bosan dengan suasana di rumah.


Tidak terasa mereka sudah sampai di depan lobi hotel H, Claudia-pun turun dan berpamitan dengan Alvaro.


Lalu di cegahnya Claudia karna Alvaro berusa meminta kontak nomor handphonenya. Claudia tidak memberikan nomor tersebut dengan alasan jika mereka tidak sedekat itu untuk saling bertukar nomor.


Alvaro berusaha kembali dengan mengatakan jika dirinya akan menjemput Claudia dan mengantarkannya ke rumah sakit tempat dia bekerja.


Claudia yang masih mencerna semua kata-kata yang Alvaro sampaikan akhirnya bertanya.


“Untuk apa kamu menjemputku? Aku sudah mengikuti permintaanmu dengan pulang bersama. Kupikir itu sudah cukup”


“Mana mungkin, aku baru satu kali ini mengantarmu. Bagaimana itu bisa menjadi cukup? Tanya Alvaro kembali.


Claudia kaget dengan jawaban yang di terimanya, lalu memandangi lelaki yanh ada di depannya ini dengan berbagai pertanyaan yang ada di benaknya.


Claudia sudah banyak mendengar, tenntang kisar perselingkuhan pasangan suami dengan wanita lain. Tapi jika sang istrinya mengetahui hal ini lalu datang padanya dengan amarah dan menjambak rambutnya. itu bukanlah sesuatu yang mungkin dapat di atasinya. jika lelaki ketahuan selingkuh oleh istrinya, yang pertama dia cari adalah wanita selingkuhannya dan menyalahkannya begitu saja.


Padahal mungkin saja wanita selingkuhannya itupun juga tertipu oleh rayuan gombal sang suami.


Claudai yang tidak tahu lagi harus menjawab apa, dirinya bertanya kembali pada Alvaro.


“Aku senang kamu mau menjeputku pulang, aku ber-terimakasih. Tapi maaf, aku buka wanita yang tak memiliki hati yang dengan senang menerima lelaki yang telah beristri. Kamu pun harusnya tidak begini, kasihanilah istirmu di rumah yang sedang menunggumu pulang. Bagaimana rasanya jika dia mengetahu suminya sedang mengantar perempuan lain dan berusaha merayunya.” Ungkap Claudia.


dari raut waja Alvaro terlihat kaget bukan kepalang, entah apa yang ada dipikirnya. mungkin dia berpikir bagaimana Claudia bisa mengetahui hal itu.


lantas Alvaro pun memberikan jawabannya


"Apa yang kamu maksud? istri apa?" Tanyanya kembali pada Claudia.


"Istri-mu, aku sudah melihatnya. saat di malam itu dan saat kamu bersamanya di rumah sakit. jadi ku mohon jangan lagi ganggu aku" pinta Caludia sembari pergi berjalan meninggalkannya.

__ADS_1


mendengar jawaban tersebut, Alvaro hanya menatapnya dalam diam melihat punggung Claudai hingga akhirnya menghilang.


__ADS_2